NEWS: Pasukan yang Didukung Amerika di Suriah Katakan, Pihak Rusia Serang Posisi Mereka

anzhuo66.com – Pasukan yang didukung Amerika di provinsi Deir el Zour Timur mengatakan, pasukan Rusia menyerang posisi mereka di sebuah daerah yang baru-baru ini mereka rebut dari ISIS.

Pasukan Demokratik Suriah mengatakan serangan Rusia menewaskan salah satu anggota mereka dan mencederai dua lainnya pada Senin di ladang gas alam Conoco, yang berhasil mereka rebut dari ISIS pada akhir minggu lalu.  Rusia membantah laporan itu.

Jurubicara koalisi Kolonel Angkatan Darat Amerika Ryan Dillon memberi tahu VOA bahwa lapora awal belum bisa memberi konfirmasi apakah ada korban yang jatuh.  Rudal darat ke darat katanya, diduga berasal dari pasukan Suriah atau Rusia.

Koalisi segera menghubungi militer Rusia setelah serangan itu lewat sebuah jaringan komunikasi khusus untuk situasi seperti itu di Suriah, kata Dillon.

Kemungkinan konflik seperti itu telah meningkat sejak kedua belah pihak berusaha mengalahkan ISIS di provinsi yang kaya minyak dan gas alam itu. [jm]

NEWS: Menentang Diskriminasi, Pesantren Transgender Indonesia Buka Kembali

anzhuo66.com – Satu-satunya pesantren di Indonesia yang menerima siswa dari kaum transgender ditutup paksa pada Februari 2016, setelah dihujat habis-habisan oleh kelompok Muslim garis keras setempat. Penutupan sekolah ini menjadi salah satu masa tergelap dalam histeria massa menentang LGBT yang lebih besar dan menyita perhatian sepanjang tahun 2016. Dampaknya masih bergema hingga sekarang. 

Bila anda bertanya ke orang-orang di sekitar lingkungan Kotagede yang rimbun di kota pendidikan Yogyakarta, mengenai Pesantren al-Fatah, anda mungkin akan menerima tatapan kosong. Tapi bila anda bertanya di mana “rumah Ibu Sinta,” anda akan segera diantarkan ke sana. Namun untuk Ibu Shinta, tahun 2016 hanyalah seperti cegukan dalam sejarah Pesantren al-Fatah yang akan menginjak usia 9 tahun pada Kamis minggu lalu.

Ibu Shinta, bernama lengkap Shinta Ratri, adalah aktivis transgender berumur 55 tahun yang memindahkan sekolah ini ke rumahnya yang bergaya Jawa pada tahun 2014 ketika pendiri awal sekolah tersebut meninggal. Setelah ditutup selama empat bulan, Ibu Shinta diam-diam membuka pintu Al-Fatah pada bulan Juni 2016 saat bulan Ramadan, yang ia gambarkan sebagai “waktu yang baik untuk beribadah.”

Selain menyediakan tempat untuk kajian agama mingguan, pembukaan kembali sekolah ini memberikan layanan-layanan penyambung hidup dan menjadi tempat kehidupan sosial bagi komunitas transgender setempat. 

Layanan Sosial untuk Waria

Ibu Shinta dan siswa-siswanya dikenal juga dengan sebutan kaum waria. Banyak dari kaum waria bekerja sebagai pekerja seks atau bekerja di salon-salon kecantikan.

Pesantren al-Fatah telah menjadi pusat program pemberdayaan setempat “Transgender Care”, sebuah inisiatif Persatuan Keluarga Berencana Indonesia yang memberikan pelatihan keterampilan, kartu tanda penduduk dan layanan sosial lainnya untuk kaum waria di seluruh Indonesia. 

“Ada juga layanan-layanan yang berhubungan dengan pendidikan seperti memulai “sekolah trans” untuk waria yang mulai beranjak dewasa dan program-program untuk waria manula seperti klinik berjalan dan bantuan makanan,” Ibu Shinta mengatakan kepada VOA. “Lengkap kan? Kami berdoa semoga berjalan lancar.”

Pada acara ulang tahun terakhir, pesantren tersebut menggelar klinik kesehatan gratis yang dihadiri oleh 76 peserta. 

Program “Transgender Care” saat ini beroperasi di delapan provinsi dan Ibu Shinta mengatakan upaya untuk memetakan seluruh peserta dan layanan di seluruh Indonesia adalah tujuan utamanya. 

Kelompok Belajar

Aktivitas pendidikan utama di Al Fatah adalah kelompok kajian mingguan yang diadakan setiap Minggu malam. Dalam kegiatan ini, kaum waria bisa shalat bersama, berdiskusi mengenai teologi Islam dan belajar membaca Alquran.

Dalam satu kesempatan kajian Minggu, ada enam waria yang hadir termasuk Ibu Shinta. Menurut Ibu Shinta, total ada 42 anggota, namun setiap minggu jumlah kehadiran berkisar antara tujuh hingga 25 orang. Seorang mahasiswa universitas setempat membantu Yuni Shara al-Buchory membaca ayat-ayat Alquran. Ketika azan shalat maghrib bergema, mereka mulai memasuki ruang tengan untuk shalat. Ibu Shinta dan Yuni memakai mukena satin, semetara yang lainnya memakai sesuai cara mereka masing-masing. 

“Saya bingung ketika pesantren ditutup selama empat bulan karena tidak ada tempat untuk belajar agama,” kata Yuni Shara. “Saya biasanya keluyuran di kota, bekerja, beli camilan, dan akhirnya saya jadi berpikir: ada sesuatu yang hilang, tapi apa?.” Di masa-masa itu, kata Yuni, ia merasa hidupnya tidak lengkap. 

Namun rasanya salah apabila menggambarkan al-Fatah hanya sebagai tempat tenang untuk belajar, apalagi siswa-siswanya bukan lah remaja seperti di pesantren biasa, melainkan orang-orang dewasa yang sudah bekerja. Sisa enam hari dalam seminggu dan bahkan Minggu malam, pesantren ini adalah tempat berkumpul komunitas waria Yogyakarta. Mereka menonton film bersama, memasak dan makan, serta tak lupa saling bertukar gosip tentang pelanggan-pelanggan mereka.

Tempat ini seperti mengembalikan kenormalan untuk kelompok warga yang hidup di tengah semakin tidak menentunya ruang bermasyarakat. 

Optimis 

Hari ini, Ibu Shinta “sama sekali tidak khawatir” dengan kaum Islamis setempat. Ia hanya fokus membangun jaringan sosial untuk waria dan sekolahnya.

Niat baik dari komunitas setempat mulai meningkat. Ibu Shinta mencontohkan bahwa tahun lalu ia menerima satu kambing sebagai sumbangan Idul Adha dan tahun ini, mereka menerima dua kambing.

“Waria dan kontruksi trans perempuan atau fenomena lainnya  telah ada sejak lama,” kata Dede Oetomo, aktivis hak-hak LGBT yang bermukim di Jawa Timur. “Sebagian besar orang Indonesia mengetahui keberadaan mereka dan  setidaknya bisa mentolerir mereka jika tidak bisa menerima mereka secara penuh, terutama bila mereka bukan anggota keluarganya.”

“Kami adalah penyintas,” kata Ibu Shinta. “Bila ada serangan dan diskriminasi atas kami, ini membuat kami semakin ingin untuk berjuang.” [fw/as]

 

 

NEWS: Pengadilan Jepang Putuskan Tepco Bertanggung jawab Atas Fukushima

anzhuo66.com – Pengadilan di Jepang Jumat (22/9) memerintahkan Tokyo Electric Power (Tepco) untuk membayar kompensasi kepada sekelompok mantan warga Fukushima. Keputusan ini adalah putusan pengadilan kedua menyusul gempa tahun 2011 dan bencana nuklir, Reuters melaporkan, mengutip laporan media Jepang.

Namun, keputusan oleh pengadilan negeri Chiba di timur Tokyo tidak menyatakan pemerintah bertanggung jawab untuk membayar kompensasi. Ini berbeda dengan keputusan pengadilan lainnya di bulan Maret yang memerintahkan baik pemerintah maupun Tepco untuk membayar kompensasi kepada sekelompok pengungsi yang berbeda.

Tepco menghadapi tuntutan hukum yang menggunung terkait bencana tersebut dengan sekitar 12.000 mantan penduduk Fukushima mengajukan sekitar 30 gugatan kelompok yang sama untuk mendapatkan kompensasi, menurut laporan media.

Dalam kasus Chiba, satu kelompok terdiri dari 45 penduduk meminta ganti rugi senilai 2.8 miliar yen (25 juta dolar) karena mengalami tekanan emosional saat mengungsi dari rumah mereka ketika radiasi menyebar dari kerusakan pembangkit nuklir Fukushima Daiichi milik Tepco setelah gempa bumi dan tsunami enam tahun lalu.

Tepco diperintahkan untuk membayar total 376 juta yen (3,36 juta dolar) untuk 42 pengungsi, Kyodo dan Jiji melaporkan.

Tepco mengatakan Jumat (22/9) pihaknya akan menelaah isi dari putusan pengadilan sebelum memberikan respon.

Sekitar 15.000 orang tewas pada Maret 2011 ketika tiga reaktor di pembangkit Fukushima Daiichi mengalami kerusakan setelah gempa berkekuatan 9 skala Richter memicu tsunami yang menghancurkan kawasan garis pantai timur laut.[fw/au]

NEWS: Sanofi Uji Antibodi ‘Three-in-One’ untuk Pengobatan HIV

anzhuo66.com – Sebuah antibodi buatan manusia yang memiliki tiga fungsi, yang diciptakan oleh kolaborasi perusahaan pembuat obatobatan asal Perancis, Sanofi dan ilmuwan Amerika, bisa menawarkan cara baru untuk mengobati atau mencegah HIV. Penemuan ini menyusul kesuksesan uji coba pada monyet.

Rencana-rencana sedang disiapkan untuk menguji antibodi trispecific dalam percobaan awal kepada manusia sebelum akhir 2018, yang nantinya berpotensi menjadi senjata baru melawan AIDS. Ini bisa terjadi apabila produk tersebut terbukti aman dan efektif. 

Bila semuanya berjalan lancar, antibodi three-in-one ini bisa digunakan sebagai pengobatan jangka lama atau vaksin, menurut Kepala Ilmuwan Sanofi, Gary Nabel.

“Memang ada keadaan mendesak untuk adanya sebuah vaksin dan ini bisa membantu mengisi kekosongan,” katanya dalam sebuah wawancara. “Namun, kami perlu melakukan studi klinis dan membiarkan alam memberitahu kita apa yang berhasil.”

Anthony Fauci, direktur di Lembaga Nasional Alergi dan Penyakit Menular Amerika, yang ilmuwan-ilmuwannya berkolaborasi dalam proyek tersebut, menggambarkan pendekatan baru ini sebagai “hal menarik.”

Tidak seperti antibodi yang muncul secara alami, antibodi yang dibuat di laboratorium akan mengenai banyak target biologi dalam produk tunggal, sebuah ciri khas yang sangat berharga dalam melawan HIV terutama dengan banyak ragam genetis dari virus-virus di seluruh dunia. 

Setelah memaparkan 24 monyet dengan 2 tipe virus HIV pada monyet, para ilmuwan menemukan bahwa mayoritas monyet yang diberikan antibodi traditional terkena infeksi, dibandingkan mereka yang menerima antibodi trispecific. 

Hasilnya diterbitkan dalam jurnal Science hari Rabu (20/9).

Eksperimen lainnya memperlihatkan antibodi baru itu juga 99 persen aktif terhadap lebih dari 200 jenis virus HIV yang diuji coba. 

Kemampuan trispecific antibodi untuk mengenai tiga target sekaligus mungkin juga akan berguna dalam memerangi kanker, penyakit menular lain dan penyakit autoimmune. Beberapa perusahaan obat-obatan telah memulai penelitian dengan antibodi bispecific, namun pendekatan three-in-one membawa penelitian ini ke tingkatan baru.

“Inilah awal platform teknologi yang bisa kita adaptasi untuk penyakit lain. Jadi, kami akan menelaah dengan hati-hati,” kata Nabel. [fw/au]

NEWS: Gempa Guncang Meksiko, Korban Tewas Naik Jadi 248 Orang

anzhuo66.com – Badan Pertahanan Sipil Nasional Rabu pagi (20/9) memastikan korban tewas  akibat gempa berkekuatan 7,1 skala Richter yang mengguncang Meksiko bertambah menjadi 248 orang , kantor berita Associated Press melaporkan. Lebih dari setengah korban tewas adalah penduduk ibu kota Meksiko, Mexico City.

Dalam pernyataan resmi melalui Twitter, kepala Badan Pertahanan Sipil Nasional Luis Felipe Puente mengatakan 117 korban tewas tercatat di Mexico City dan 72 di negara bagian Morelos yang berlokasi selatan dari ibu kota. Korban tewas dari negara bagian Puebla, lokasi pusat gempa, tercatat 43. Dua belas korban tewas berada di negara bagian Meksiko yang mengelilingi Mexico City dari tiga bagian, tiga korban tewas di Guerrero dan satu di  Oaxaca.

Gempa terjadi saat peringatan 32 tahun gempa besar yang membunuh ribuan orang di Mexico City pada tahun 1985 yang semakin menambah kepedihan. Hanya beberapa jam sebelumnya, banyak warga yang turut berpartisipasi dalam latihan penyelamatan gempa yang diadakan Selasa dan sudah menjadi kebiasaan setiap tanggal 19 September.

Masyarakat di Mexico tengah bahu membahu membantu tetangga mereka, sementara ratusan bangunan hancur menjadi gundukan puing-puing. Walikota Mexico City Miguel Angel Mancera mengatakan 44 rusak berat atau hancur. Gempa juga mengakibatkan kebocoran gas dan kebakaran besar. Korban-korban dilaporkan dari sebuah daerah luas, Mexico City dan negara-negara bagian didekatnya, Morelos, Puebla, dan Meksiko. Pusat dari gempa ada di Puebla, 123 kilometer tenggara dari Mexico City.

Mexico City, daerah perkotaan paling padat di dunia dan daerah sekitarnya, dihuni sekitar 20 juta penduduk.

Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto dalam sebuah video yang dirilis Selasa malam, meminta masyarakat untuk tenang dan mengatakan pemerintah sedang bekerja untuk memberikan bantuan, sementara sekitar 40 persen penduduk Mexico City dan 60 persen di negara bagian Morelos tidak mendapatkan aliran listrik.  Namun, ia mengatakan, “prioritas saat ini adalah terus menyelamatkan warga yang masih terjebak dan memberikan perawatan medis bagi yang terluka.”

Tim SAR dan warga sipil berupaya menemukan korban yang selamat. Siaran televisi memperlihatkan orang-orang memanfaatkan apa saja mulai dari peralatan berat sampai mempergunakan tangan mereka untuk memindahkan tumpukan puing-puing.

Presiden Amerika Donald Trump mengirim pesan dukungan untuk Meksiko dari New York, dimana dia sedang menghadiri Sidang Umum PBB. Trump mengirim cuitan: “Tuhan memberkati rakyat Mexico City. Kami bersama Anda dan akan hadir disana untuk membantu Anda.

Pejabat berwenang Meksiko telah menghentikan operasi penerbangan di bandara internasional dan menutup sekolah-sekolah. [jm/fw]

 

NEWS: Rosneft Raih Kesepakatan Investasi Pipa Gas dengan Otonomi Kurdi

anzhuo66.com – Perusahaan minyak raksasa Rusia, Rosneft akan berinvestasi membangun jalur pipa gas di wilayah otonomi Kurdi untuk memperluas komitmennya terhadap wilayah tersebut menjelang referendum kemerdekaan, kantor berita Reuters melaporkan Senin (18/9). Langkah ini akan membantu Kurdi menjadi salah satu pengekspor gas terbesar ke Turki dan Eropa. 

Parlemen Kurdi hari Jumat (15/9) menyetujui rencana untuk mengadakan referendum pada tanggal 25 September, menepis tentangan dari Baghdad dan seluruh wilayah serta kekhawatiran Barat bahwa pemungutan suara tersebut bisa meningkatkan ketegangan di wilayah tersebut.

Wilayah otonomi Kurdi sudah mengekspor minyak secara independen dari Baghdad sejak tahun 2014 dan Rosneft yang berada di bawah penguasaan Kremlin menjadi salah satu pembelinya tahun ini dengan memberikan wilayah Kurdi jutaan dolar pinjaman yang dijamin dengan penjualan minyak di masa depan.

Rosneft sekarang memperluas investasi gas dengan menyetujui untuk membiayai pipa gas alam di Kurdi, kata Rosneft dan Pemerintah Regional Kurdi pada Senin. Dua sumber yang mengetahui kesepakatan ini, investasi untuk proyek ini mencapai lebih dari 1 miliar dolar. 

Pipa gas tersebut akan memiliki kapasitas untuk mengalirkan lebih dari 30 miliar meter kubik ekspor gas dalam setahun, selain memasok untuk pengguna domestik. Kurdi memiliki salah satu cadangan gas terbesar yang belum dimanfaatkan di Eropa.

Volume gas dari wilayah Kurdi yang Rosneft akan bantu untuk menjual di pasar ekspor berkisar 6% dari total konsumsi gas Eropa dan seperenam dari volume ekspor gas Rusia, yang saat ini adalah pemasok gas terbesar di Eropa.

Pipa gas ini akan dibangun pada tahun 2019 untuk pemakaian domestik di Kurdi dan ekspor akan dimulai tahun 2020.

Erbil, sebuah kota dalam wilayah otonomi Kurdi di sebelah utara Irak membutuhkan dana segar untuk membiayai perang melawan ISIS dan memperbaiki krisis anggaran yang diakibatkan turunnya harga minyak. Untuk Rosneft, perusahaan minyak terbesar yang diperdagangkan di bursa menurut produksi, kesepakata ini adalah dorongan terbesar untuk mencapai ambisi bisnis gasnya. Untuk Turki, kesepakatan ini akan memberikan sumber pasokan baru untuk ekonomi negaranya yang sangat membutuhkan energi dan berpotensi menjadi pusat pasokan gas utama ke Eropa.

Rosneft juga mendapatkan kesepakatan untuk mengembangkan lima lapangan gas dan setuju untuk membantu wilayah otonomi Kurdi untuk memperluas infrastruktur pipa minyak yang digunakan untuk mengekspor minyak via Turki ke pasar global. 

Wilayah Kurdi berupaya meningkatkan ekspor minyak menjadi 1 juta barel per hari (bph) di akhir dekade ini, dari s0,65 juta bph saat ini.

Dalam pernyataannya, Rosneft dan KRG telah selesai menginspeksi pipa ekspor minyak Kurdi dan Rosneft akan menyelesaikan pembuatan dokumen final untuk pengembangan proyek tersebut. 

Produksi minyak Kurdi dalam beberapa tahun terakhir lebih banyak didorong oleh perusahaan skala menengah seperti Genel dan DNO. Perusahaan-perusahaan minyak yang lebih besar seperti Exxon Mobil dan Chevron masih dalam tahap eksplorasi. [fw/au]

NEWS: Snapchat Hapus Kanal Milik Al Jazeera di Arab Saudi

anzhuo66.com – Pemerintah Arab Saudi telah meminta Snap untuk menghapus kanal Discover Publisher milik Al Jazeera yang tayang di negara tersebut karena sudah melanggar hukum, kata perusahaan media sosial ini Minggu (17/8).

“Kami akan berusaha untuk mematuhi hukum di negara di mana kami beroperasi,” kata juru bicara Snapchat dalam pernyataanya kepada Reuters Minggu.

Keputusan menghapus kanal ini telah dilaporkan oleh Wall Street Journal.

Konflik ini adalah contoh terbaru bagaimana perusahaan teknologi terpojok dalam isu-isu geopolitik dan saat yang sama berusaha menavigasi sensor atas isi dari platformnya, menurut laporan Wall Street.