NEWS: Gempa Papua Nugini: 14 Tewas, ExxonMobil Stop Operasi LNG

anzhuo66.com – Setidaknya 14 orang tewas akibat tanah longsor dan gedung-gedung yang runtuh setelah gempa kuat mengguncang dataran tinggi terpencil di Papua Nugini, Reuters melaporkan, mengutip keterangan polisi dan petugas rumah sakit, Selasa (27/2). Selain itu ada laporan 30 korban tewas yang belum terkonfirmasi.

Gempa berkekuatan 7.5 Skala Richter yang mengguncang wilayah tersebut Senin (26/2), juga merusak infrastruktur tambang dan listrik. Akibat gempa itu, perusahaan energi AS,  ExxonMobil, memutuskan untuk menghentikan sementara kegiatan di kilang gas alam cair senilah $ 19 miliar atau LNG, yang merupakan penghasil devisa ekspor terbesar

Baca: Komunikasi, Operasi Gas, Minyak Papua Nugini Terhenti Akibat Gempa

Dua gedung runtuh dan tanah longsor menewaskan 12 orang di Mendi, Ibu Kota Provinsi Dataran Tinggi Selatan, kata Julie Sakol, seorang perawat di Rumah Sakit Umum Mendi. Jenazah korban tewas dibawa ke Rumah Sakit Mendi.

“Warga ketakutan. Guncangan masih terasa. Tidak ada tempat lagi untuk menyelamatkan diri, tapi warga terus bergerak,” kata dia.

Pejabat setempat William Bando mengatakan lebih dari 30 orang dikhawatirkan telah tewas di wilayah sekitar 560 kilometer barat laut Ibu Kota Port Moresby, Papua New Guinea Post-Courier melaporkan. Badan penanggulangan bencana Papua Nugini sedang memastikan laporan tersebut. Tapi akan butuh beberapa hari untuk mengkonfirmasi jumlah korban tewas.

ExxonMobil mengatakan komunikasi dengan warga setempat masih terhambat, hingga menghalangi upaya penilaian kerusakan-kerusakan pada fasilitas-fasilitas yang memasok kilang gas alam cair LNG PNG.

Mitra ExxonMobil, Oil Search, mengatakan pemeriksaan terhadap semua fasilitas dan infrastruktur paling tidak membutuhkan waktu satu minggu.

Perusahaan tambang Miners Barrick Gold Corp dan Ok Tedi Mining juga melaporkan kerusakan infrastruktur

ExxonMobil telah menutup dua unit pengolahan LNG di kilang di pantai dekat Port Moresby, setelah menutup kilang gas Hides dan blok-blok produksi Hides di Provinsi Hela, di wilayah dataran tinggi.

Barrick mengatakan pihaknya telah menghentikan kegiatan di tambang emas Porgera untuk menghemat tenaga listrik, karena pembangkit listrik yang memasok listri ke tambang telah rusak.

Tambang Porgera dimiliki oleh Barrick dan perusahaan tambang China, Zijin Mining. [ft/au]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *