NEWS: Mengintip Keseharian di Kapal Induk USS Harry Truman

anzhuo66.com – Jet-jet tempur dengan amunisi lengkap terlontar ke udara dari dek kapal, meninggalkan kabut asap putih. Sementara para petugas berseragam jersey dalam berbagai warna bersiap kembali ke posisi masing-masing untuk lepas landas jet tempur berikutnya.

Para petugas pemandu jet tempur di dek kapal induk kelas Nimitz, USS Harry Truman, memulai rutinitas harian dengan tangan melambai-lambai dengan semangat dan mengakhiri hari seperti pebalet: berlutut menggunakan satu lutut, tangan terentang ke depan dan dua jari menunjuk tanda lepas landas.

“Di sini situasi sangat sibuk. Asap dari pembuangan udara pesawat jet di mana-mana, baling-baling helicopter berputar-putar dan banyak hal lainnya,” kata Letnan Melvin Gidden, salah satu dari petugas pemandu jet tempur yang berseragam kuning. Mereka bertugas meluncurkan dan mendaratkan pesawat dengan menggunakan serangkaian isyarat tangan yang rumit.

Pasukan penyerang Angkatan Laut AS memulai serangan udara terhadap ISIS di Suriah pada Kamis (9/5), pada awal pengerahan pasukan di Laut Tengah yang akan berlangsung selama sebulan.

Dengan panjang 1.096 kaki (333 meter), USS Harry Truman berukuran hampir setinggi Gedung Empire State. Kapal itu menjadi kota di atas laut bagi 5.000 anak buah kapal.

Dek kapal Harry Truman bisa menjadi tempat parkir 90 jet, termasuk jet penyerang F/A-18F Super Hornet. Misil-misil dibawa ke jet-jet tempur yang terparkir dan para pelaut berolahraga di treadmill yang diletakkan di hangar.

Di kapal induk, operasi udara bisa berlangsung selama 12 jam per hari. Untuk menjaga ritme, setiap pilot terbang sekali sehari.

“Kadang-kadang bikin stres karena udara panas. Kadang-kadang stres karena hujan,” kata Gidden. “Meski hujan, hujan es atau salju, kami tetap di luar. Kami harus meluncurkan semua pesawat-pesawat itu.”

Dengan tingkat tekanan pekerjaan yang tinggi, menjaga moral dan semangat para kru menjadi hal utama.

Untuk mengurangi ketegangan, ada banyak cara. Mulai dari memilih film-film untuk tontonan hiburan para kru, hingga memasak makanan rumah.

Di dapur kapal, yang menyediakan 18.500 makanan per hari, para tukang masak sibuk menyiapkan menu harian, menulis di papan tulis: ayam panggang, tumis daging dan sayuran.

Bintara Hocaly Pena, yang telah menangani dapur Angkatan Laut selama 15 tahu, sangat mengerti pentingnya makanan.

“Kalau ada kru yang sedang sedih, lalu datang kemari dan melihat makanan yang mereka suka, hal itu akan sedikit membuat mereka gembira,” katanya. “Seperti membawa sesuatu dari rumah kemari.” [ft]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *