NEWS: Penyelundup Manusia Tawarkan Masuk ke Australia Lewat Selandia Baru

anzhuo66.com – Penyelundup manusia dilaporkan menawarkan Selandia Baru sebagai pintu belakang untuk masuk ke Australia, kata Menteri Perlindungan Perbatasan Australia Peter Dutton, Senin (7/5).

Dutton dikutip oleh kantor berita Associated Press mengatakan hal ini setelah para pejabat Malaysia menahan sebuah kapal yang mengangkut lebih dari 130 warga Sri Lanka di lepas pantai negara bagian Johor.

Kepala polisi Malaysia Mohammad Fuzi Harun mengatakan pencari suaka itu terdiri dari 98 laki-laki, 24 perempuan, empat anak laki-laki dan lima anak perempuan.

Menteri Perlindungan Perbatasan Australia Peter Dutton memuji para pejabat Malaysia yang menangkap kapal tersebut karena telah “menghentikan operasi penyelundupan manusia yang sangat canggih” ke Selandia baru atau Australia.

Warga Sri Lanka itu diangkut dengan sebuah kapal tanker yang sudah dimodifikasi untuk membawa manusia.

“Tampaknya ada orang yang mengatakan kepada para pencari suaka itu bahwa mereka akan dibawa ke Selandia Baru,” kata Dutton. Karena eratnya hubungan Australia dengan Selandia baru, orang-orang yang tiba di Selandia Baru langsung bisa minta visa masuk ke Australia.

Australia telah menghentikan arus pencari suaka yang berusaha masuk ke negara itu dengan kapal-kapal penangkap ikan yang berangkat dari beberapa pelabuhan kecil di Indonesia.

Australia telah membayar dua negara Pasifik, Nauru dan Papua Nugini, supaya mau menerima pencari suaka dari Asia, Timur Tengah dan Afrika. [ii]

 

NEWS: ASEAN dan Australia Gelar Pertemuan Puncak Pertama

anzhuo66.com – Para pemimpin negara-negara Asia Tenggara mulai berdatangan untuk menghadiri pertemuan puncak pertama di Australia, di tengah upaya kawasan regional itu mempererat hubungan ekonomi dan keamanan, Associated Press melaporkan, Jumat (16/3). 

Para pemimpin ASEAN, jarang bertemu dengan negara lain di luar 10 negara anggota ASEAN.

Pertemuan puncak yang berlangsung selama akhir pekan di Australia itu menarik perhatian demonstran yang marah atas pelanggaran HAM di Asia Tenggara.

Perdana Menteri Malcolm Turnbull dikecam karena menyambut kedatangan beberapa pemimpin di negaranya, termasuk pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi dan Perdana Menteri Kamboja Hun Sen, yang menjadi sasaran demonstran.

Amnesty International Australia melakukan protes di sebuah kapal di Pelabuhan Sydney, pada Jumat (16/3) pagi untuk menyoroti penderitaan pengungsi Rohingya di Myanmar.

Hun Sen, pemimpin lama Kamboja yang tahun lalu membuat pengadilan negara itu membubarkan partai oposisi utama, mengancam akan memburu dan memukuli siapa saja yang mendemonya di Sydney. [my/ds]

NEWS: Pembunuh Raksasa, Bencic dan Zhang, Tersingkir dari Australia Terbuka

anzhuo66.com – Pembantai petenis unggulan, Belinda Bencic dan Zhang Suai, harus menelan pil pahit setelah gagal melanjutkan kemenangan di babak pertama pada laga Australia Terbuka, di Melbourne, Rabu (16/1).

Bencic, petenis asal Swiss, yang secara mengejutkan mengalahkan juara kedua tahun lalu, Venus Williams, bertekuk lutut di hadapan petenis Thailand yang masuk ke turnamen melalui babak pra-kualifikasi, Luksika Kumkhum. Luksika menang dengan skor 6-1, 6-3.

Sedangkan Zhang, penakluk juara AS Terbuka, Sloane Stephens di babak pertama, juga tumbang ditangan petenis Cheko, Denisa Allertova. Allertova, yang juga mengikuti turnamen dari babak pra-kualifikasi, memenangi pertandingan dengan skor 6-4, 7-6 (5).

Pemain dari babak pra-kualifikasi yang juga melaju ke babak berikutnya adalah Marta Kostyuk, petenis asal Ukraina berusia 15 tahun. Dengan demikian, ada tiga petenis putri dari babak pra-kualifikasi yang masuk ke putaran ke tiga pertandingan tunggal putri.

Luksika saat ini berada di ranking 124 dunia, memainkan permainan cantik saat melawan Bencic yang mantan pemain nomor tujuh dunia dan maju ke putaran ketiga turnamen utama untuk pertama kalinya, setelah sebelumnya dua kali hanya masuk ke putaran kedua Australia Terbuka. [fw/au]

NEWS: Australia Desak China Bebaskan Janda Liu Xiaobo

anzhuo66.com – Australia hari Minggu meminta China mencabut larangan terhadap janda pembangkang pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Liu Xiaobo, yang meninggal karena kanker hati dalam tahanan minggu lalu.

Liu Xiaobo, usia 61 tahun, dijatuhi hukuman penjara 11 tahun pada tahun 2009 karena “menghasut subversi kekuasaan negara” setelah membantu menulis petisi yang dikenal sebagai “Piagam 08”, menyerukan reformasi politik yang luas di China.

Istrinya, Liu Xia, berada di rumah sakit ketika kesehatan Xiaobo memburuk selama beberapa minggu terakhir, tetapi efektif dalam tahanan rumah sejak suaminya memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian tahun 2010.

“Kami mengimbau pemerintah China agar mencabut larangan perjalanan terhadap istrinya dan membebaskannya dari tahanan rumah,” ujar Menteri Luar Negeri Julie Bishop kepada Australian Broadcasting Corp.

Seorang pejabat China di Shenyang hari Sabtu mengatakan janda Liu “saat ini bebas”, dan bahwa sebagai warga China, haknya akan dilindungi. Tetapi ia tidak mengungkap di mana janda Liu berada.

Komentar itu mungkin akan menjengkelkan China, yang mengajukan “representasi tegas” terhadap negara-negara Barat yang memberi komentar tentang Liu Xiaobo, dan menambah ‘panas’ hubungannya dengan Australia.

Australia bergantung pada China sebagai mitra dagang terbesarnya, tetapi China mencurigai hubungan militer Australia yang dekat dengan Amerika. Kecurigaan China berkembang di Australia akhir-akhir ini, dipicu kekhawatiran China menggunakan pengaruhnya yang berkembang untuk menggeser opini publik mengenai isu-isu kebijakan yang sensitif dan kritik yang pedas. [ka]