NEWS: Embrio Beku Efektif Bantu Fertilisasi In-Vitro Layaknya Embrio Segar

anzhuo66.com – Perempuan dengan masalah infertilitas yang tidak disebabkan kelainan hormonal memiliki lebih banyak pilihan ketika mencoba inseminasi in-vitro atau inseminasi buatan, dua studi besar menunjukkan.

Pada perempuan dengan sindrom ovarium polikisttik (PCOS), membekukan dan kemudian mencairkan embrio sebelum ditanamkan memberikan kemungkinan lebih besar untuk hamil dan melahirkan. Namun pada perempuan tanpa kondisi itu, mencairkan embrio tidak lebih baik atau buruk ketimbang menggunakan embrio segar, menurut temuan para peneliti dari China dan Vietnam.

Temuan-temuan ini bisa mendorong para dokter untuk menanam embrio satu per satu. Penanaman embrio secara bertahap bisa menurunkan risiko yang timbul ketika dokter mencoba menanamkan lebih banyak embrio sekaligus, hingga menghasilkan banyak kelahiran dan sering terkait dengan komplikasi.

Makalah yang diterbitkan di The New England Journal of Medicine adalah kabar baik bagi para perempuan yang ingin mencoba pembuahan in-vitro,” kata Dr. Lan Vuong, penulis utama dari kajian Vietnam.

Setelah studi sebelumnya oleh tim pakar China menunjukkan bahwa embrio beku lebih baik untuk perempuan dengan PCOS, “banyak orang yang langsung menyimpulkan bahwa kita harus selalu membekukan embrio. Beberapa program fertilitas tidak lagi melakukan transfer embrio segar lagi,” kata Dr. Christos Coutifaris dari Perlman School of Medicine di University of Pennsylvania, Philadelphia, yang tidak terlibat dalam penelitian baru.

Sekarang dua makalah, sama besarnya dan dilakukan terhadap pasien tanpa kondisi PCOS, menunjukkan dalam hal kelahiran hidup, yang menjadi perhatian kami, tidak ada bedanya,” kata dia kepada Reuters Health melalui telepon. “Jadi menerapkan aturan untuk semua orang bahwa kita harus membekukan embrio kita, mungkin tidak benar.”

​Dr. Vuong mengatakan di masa lalu, para dokter sering kali menanam lebih dari satu embrio segar pada perempuan karena khawatir penggunaan embrio beku tidak bisa bekerja dengan baik.

Fakta bahwa embrio beku yang dicairkan “memproduksi tingkat kehamilan yang sama dengan komplikasi yang lebih sedikit, harusnya mengubah cara penerapan fertilisasi in-vitro,” Vuong mengatakan kepada Reuters Health melalui email. “Setelah embrio segar dipindahkan, sisa embrio bisa dibekukan dan dipindahkan lagi satu per satu, bila diperlukan, tanpa mengurangi kemungkinan untuk hamil.”

Dr. Vuong dari University of Medicine and Pharmacy di Ho Chi Minh City dan rekan-rekannya juga menemukan bahwa perempuan dengan tingkat hormon progesteron tinggi mungkin lebih baik melakukan inseminasi buatan dengan embrio beku yang dicairkan.

Dr. Coutifaris, yang juga Presiden Masyarakat Kesehatan Reproduksi Amerika, mengatakan tingkat hormon progesteron yang lebih tinggi bisa jadi indikasi bahwa perkembangan embrio dan rahim tidak selaras. Penggunaan embrio beku yang dicairkan bisa memastikan waktu yang tepat untuk penanaman embrio.

Pada studi China, 2.157 perempuan melakukan siklus fertilisasi in-vitro untuk pertama kali, tingkat kelahiran mencapai 48,7 persen dengan embrio beku yang dicairkan dan 50,2 persen dengan embrio segar. Dokter biasanya menanam dua embrio dalam sekali percobaan.

Pada studi Vietnam yang melibatkan 782 perempuan yang menjalani inseminasi in-vitro untuk pertama atau kedua kali, tingkat kelahiran hidup setelah penanaman mencapai 33,8 persen denga embrio beku dan 31,5 persen dengan embrio segar. Dalam studi ini juga dilakukan penanaman dua embrio dalam sekali percobaan.

Di kedua studi, perbedaan tingkat kelahiran antara kedua kelompok kecil sekali, hingga kemungkinan itu terjadi karena kebetulan.

Kedua studi tidak menemukan risiko neonatal yang lebih tinggi atau komplikasi kebidanan di kedua kelompok. Namun pemindahan embrio beku menghasilkan risiko lebih rendah rahim terstimulasi secara berlebihan, yang seringkali mengakibatkan rahim membengkat dan sakit serta kemungkinan berbahaya.

“Biaya membekukan embrio sekitar 30 persen lebih mahal ketimbang biaya pemindahan embrio segar,” kata Dr. Vuong. “Tetapi, efektivitas pengobatan harus dipertimbangkan dalam keputusan mengenai mana yang lebih hemat biaya. Kami telah melakukan analisis penghematan biaya dari dua pengobatan tersebut dan menemukan bahwa membekukan embrio dan kemudian dilakukan pemindahan, tidak lebih hemat dibandingkan pemindahan embrio segar.” [fw]

 

NEWS: Komando AU AS-Kanada Bantu Anak-anak ‘Lacak’ Sinterklas

anzhuo66.com – Setiap malam Natal, komando pertahananan udara Amerika dan Kanada, punya tugas penting selain memantau ruang udara kedua negara dari ancaman serangan nuklir.

Para relawan dari sebuah pangkalan Angkatan Udara di Colorado melayani telepon dari anak-anak yang bersemangat ingin tahu keberadaan Sinterklas di malam Natal, Minggu (24/12),

Bahkah Presiden Donald Trump dan Ibu Negara Melania Trump juga turut membantu menjawab panggilan telepon program Lacak Sinterklas oleh NORAD atau Komando Pertahanan Ruang Angkasa Amerika Utara, dari kediaman mereka di Florida, kantor berita Associated Press melaporkan.

Program yang sudah berjalan selama 62 tahun oleh militer Amerika dan Kanada, dimulai ketika koran Colorado Springs pada 1955 memasang iklan untuk menelepon Sinterklas. Namun koran tersebut tidak sengaja malah mencantumkan nomor hotline Komando Pertahanan Udara Antar Benua atau CONAD, yang bertugas memantau kemungkinan serangan nuklir dari Uni Soviet

Anak-anak mulai menelepon dan staf CONAD pun dengan senang hati melayani mereka. Program ini sekarang diteruskan oleh pengganti CONAD, yaitu North American Aerospace Defense Command atau komando Amerika-Kanada yang memonitor ruang udara antara kedua negara.

Tahun lalu, NORAD Tracks Santa menerima hampir 154.200 panggilan telepon dan menarik 10,7 juta pengunjung unik ke lamannya. Akun Facebooknya memiliki 1,8 juta pengikut, akun YouTubenya ditonton 382.000 kali dan memiliki 177.000 pengikut akun Twitter. 

Juru bicara NORAD, Kapten Chase McFarland, mengatakan para relawan melayani sekitar 80 panggilan telepon setiap jamnya. Ada 1.500 relawan yang bertugas menjawab panggilan anak-anak itu bergantian sesuai giliran jam kerja.

Pertanyaan yang biasanya dilontarkan oleh anak-anak dari seluruh penjuru dunia, termasuk Jepang dan Inggris, adalah Sinterklas berada di mana dan kapan dia akan singgah ke rumah mereka. 

Banyak juga yang menanyakan apa makan favorit Sinterklas dan para relawan menjawab Santa akan makan apa saja yang disediakan anak-anak. “Dia tidak pernah pilih-pilih makanan,” kata McFarland.

Bila anak anda tertarik melacak Santa, bisa catat nomor bebas pulsa NORAD tracks Santa: 877-Hi NORAD atau 877-446-6723. Anak-anak juga bisa mampir ke situs www.noradsanta.org. [fw]

NEWS: Cincin Cerdas Asal Hong Kong Bantu Mereka dengan Keterbatasan Indra Penglihatan

anzhuo66.com – Mendengarkan suara di telinga anda hanya lewat sentuhan tangan?

Cincin Orii membuat orang bisa menjawab telepon, menangani sms, dan berinteraksi dengan asisten digital telepon pintar, semuanya dilakukan dengan mentransfer gelombang suara ke telinga pengguna lewat konduksi tulang.

Cincin ini, yang dirancang oleh perusahaan rintisan bernama Origami Labs yang berpusat di Hong Kong, terinspirasi oleh Peter Wong, ayah Kevin Wong, salah satu pendiri perusahaan, yang memiliki keterbatasan indra penglihatan.

“Sebagai seseorang dengan keterbatasan indra penglihatan, saya mengandalkan perangkat lunak pada telepon pintar untuk membaca ikon dan teks untuk saya,” ujar Peter Wong yang adalah penasihat teknis untuk produk cincin ini.

Fitur penting pada cincin ini memastikan hanya pengguna cincin yang dapat mendengarkan informasi yang disampaikan oleh cincin ini.

“Bisakah anda membayangkan cincin itu membacakan kode rahasia untuk anda? Cara tersebut selain tidak nyaman juga kurang tepat,” ujar Peter Wong.

Apa yang diawali sebagai proyek Kickstarter telah menjadi contoh terbaru tentang perangkat teknologi sebagai bagian aksesori di tubuh pengguna (wearable) yang bebas layar.

“Kami ingin menjaga agar tetap dapat menegakkan kepala, dan tetap dapat menjadi bagian dari momen yang ada,” ujar Kevin Wong, 29 tahun, yang mendirikan Origami Labs pada bulan November 2015 dengan tiga temannya dari universitas.

Pasar perangkat teknologi yang dapat dikenakan di tubuh tumbuh sebesar 51 persen di Asia tahun lalu, menurut sebuah perusahaan riset konsumen GfK.  Industri tersebut secara keseluruhan diharapkan akan bernilai $ 34 miliar secara global menjelang tahun 2020, ujar penyedia riset, CCS Insight.

Cincin Orii diharapkan akan mulai memasuki pasar komersil sekitar bulan Februari.  [ww/aa]

NEWS: Piranti Baru Untuk Bantu Polisi Tangani Krisis Opioid Picu Keprihatinan

anzhuo66.com – New Jersey adalah negara bagian terakhir dalam krisis opioid yang mempertimbangkan untuk mengijinkan polisi dan petugas penegak hukum mengakses arsip data yang mengawasi obat-obatan resep tanpa perintah pengadilan. Hal ini menghadapkan privasi pasien dengan kemampuan pemerintah menyelidiki apa yang disebut sebagai “doctor shopping”.

 

Senator faksi Republik dari New Jersey – Robert Singer – memperkenalkan RUU itu hari Selasa (18/7) setelah membahasnya dengan seorang jaksa wilayah, dengan alasan RUU itu akan membantu petugas menarget dokter yang mungkin secara tidak sah telah meresepkan obat-obatan tertentu. “Kita sedang menghadapi krisis (opioid) di negara ini dan ketika kita menghadapi krisis semacam ini, kita harus mengambil tindakan,” ujar Singer. “Langkah ini merupakan piranti lain bagi penegak hukum,” tambahnya.

 

Tetapi RUU itu menghadapi tentangan di New Jersey, terutama dari Gubernur Chris Christie yang mengatakan akan menentang gagasan itu.

 

Opioid adalah obat-obatan yang sangat membuat kecanduan, termasuk obat resep penghilang rasa sakit dan narkotika illegal – terutama heroin.

 

Menurut National Institutes of Health, jumlah kematian akibat obat-obatan opioid tahun 2015 mencapai lebih dari 30 ribu orang, hampir dua kali lipat dibanding sepuluh tahun lalu. Di seluruh Amerika, negara-negara bagian memiliki arsip database pengawasan obat yang memungkinkan apoteker, dokter dan petugas penegak hukum melacak siapa yang memberikan terlalu banyak obat-obatan opioid itu. (em)