NEWS: Facebook Uji Coba Fitur Linimasa Baru

anzhuo66.com – Facebook sedang melakukan uji coba fitur baru untuk linimasa yang memberikan tautan berita ke topik-topik yang menarik untuk penggunanya, seperti dilaporkan Reuters hari Jumat (18/8). Perusahaan ini terus mencari berbagai cara agar pengguna menghabiskan lebih banyak waktu untuk memakai jejaring sosial terbesar di dunia.

kata/tags:

NEWS: Piranti Baru Untuk Bantu Polisi Tangani Krisis Opioid Picu Keprihatinan

anzhuo66.com – New Jersey adalah negara bagian terakhir dalam krisis opioid yang mempertimbangkan untuk mengijinkan polisi dan petugas penegak hukum mengakses arsip data yang mengawasi obat-obatan resep tanpa perintah pengadilan. Hal ini menghadapkan privasi pasien dengan kemampuan pemerintah menyelidiki apa yang disebut sebagai “doctor shopping”.

 

Senator faksi Republik dari New Jersey – Robert Singer – memperkenalkan RUU itu hari Selasa (18/7) setelah membahasnya dengan seorang jaksa wilayah, dengan alasan RUU itu akan membantu petugas menarget dokter yang mungkin secara tidak sah telah meresepkan obat-obatan tertentu. “Kita sedang menghadapi krisis (opioid) di negara ini dan ketika kita menghadapi krisis semacam ini, kita harus mengambil tindakan,” ujar Singer. “Langkah ini merupakan piranti lain bagi penegak hukum,” tambahnya.

 

Tetapi RUU itu menghadapi tentangan di New Jersey, terutama dari Gubernur Chris Christie yang mengatakan akan menentang gagasan itu.

 

Opioid adalah obat-obatan yang sangat membuat kecanduan, termasuk obat resep penghilang rasa sakit dan narkotika illegal – terutama heroin.

 

Menurut National Institutes of Health, jumlah kematian akibat obat-obatan opioid tahun 2015 mencapai lebih dari 30 ribu orang, hampir dua kali lipat dibanding sepuluh tahun lalu. Di seluruh Amerika, negara-negara bagian memiliki arsip database pengawasan obat yang memungkinkan apoteker, dokter dan petugas penegak hukum melacak siapa yang memberikan terlalu banyak obat-obatan opioid itu. (em)

NEWS: Trump Tunjuk Dubes AS yang Baru untuk Afghanistan

anzhuo66.com – Presiden AS Donald Trump hari Kamis menunjuk diplomat veteran John Bass menjadi duta besar AS yang baru di Afghanistan, dan mengakhiri masa jabatannya di Ankara, Turki.

Dalam sebuah pernyataan tertulis, Gedung Putih menyebutkan pengalaman Bass dalam menangani terorisme. “Bass telah menghabiskan puluhan tahun terakhir guna mendukung upaya pemerintah federal untuk memobilisasi sekutu dan sumber daya dalam memerangi terorisme dan instabilitas di Iraq, Suriah dan Asia Barat Daya.”

Bass ditugaskan di Turki sejak tahun 2014, dan telah mengendalikan hubungan AS-Turki melalui kudeta gagal dan ketegangan mengenai Suriah dan kehadiran seorang seteru Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Amerika.

Bass dicalonkan  sewaktu pemerintahan Trump selesai meninjau strategi di Afghanistan yang kemungkinan akan menambah jumlah pasukan Amerika di sana. [ps/al]

NEWS: Amerika Mungkin Tambah Sanksi-Sanksi Baru Bagi Pejabat Venezuela

anzhuo66.com – Pemerintah Amerika memperingatkan kemungkinan pengenaan saksi-sanksi baru atas para pejabat Venezuela, karena presiden Nicolas Maduro terus mendorong perombakan UUD ditengah krisis politik yang meningkat dan demonstrasi tiap hari minta supaya ia mengundurkan diri.

Pejabat tinggi departemen LN Amerika menyatakan “keprihatinan mendalam” hari Selasa atas maksud Maduro mengadakan konvensi konstitusi sambil ia berusaha menguasai kemarahan rakyat karena buruknya perekonomian di negeri itu.

Tampaknya presiden Maduro sekali lagi berusaha mengubah aturan permainan, kata Michael Fitzpatrick, wakil menteri LN urusan belahan bumi bagian barat.

Tokoh-tokoh oposisi menyerukan diadakannya pawai besar hari Rabu di Caracas untuk memperkuat tekanan atas Maduro yang telah berlangsung satu bulan tanpa henti. Hari Selasa, para demonstran mengacaukan lalulintas dengan menaruh pecahan-pecahan beton dan potongan-potongan besi di jalan-jalan, dan membakar tumpukan sampah.

Presiden Maduro minggu ini menandatangani dekrit untuk menyusun kembali UUD Venezuela yang dibuat oleh pendahulunya mendiang presiden Hugo Chavez.[ii]