NEWS: Coba Menjambret Atlet Bela Diri, Pencopet Bonyok Dihajar Korbannya

anzhuo66.com – Sungguh apes nasib seorang pencopet yang mencoba mencuri ponsel seorang perempuan muda di Rio de Janeiro, Brazil. Tak dinyana, calon korban adalah juara bela diri mixed martial arts (MMA), yang memiliki julukan “the Iron Lady (Perempuan Besi).” 

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Polyana Viana, juara Ultimate Fighting Championship (UFC) kelas strawweight, dengan mudah membekuk pencopet itu dengan dua tinjuan dan sebuah tendangan. Viana kemudian mengamankan si pencopet dengan mencekiknya dari arah belakang sebelum memaksanya duduk dan menunggu hingga polisi datang, kata atlet tersebut kepada situs olahraga MMA Junkie.

Insiden itu terjadi Sabtu (5/1) malam saat Viana, yang berusia 27 tahun, sedang menunggu pesanan mobil Uber di luar apartemennya.

Menurut Viana, pelaku membawa senjata api, tapi dia menduga mungkin hanya tipuan. Dan, bila pelaku memang membawa senjata “dia tak akan punya waktu untuk menembakkannya” sebelum Viana beraksi. 

Setelah mengamankan pelaku, Viana menemukan senjata yang dibawanya adalah tiruan pistol dari karton.

Viana mengunggah foto calon pencopet, tampak lesu dan lebam-lebam, dengan percikan darah tampak pada kemeja dan tangannya, sementara dia menelikung kedua tangan pelaku dengan “posisi kimura” sampai polisi datang.

“Karena dia cepat sekali tersungkur, saya pikir dia takut,” kata Viana kepada situs web tersebut.

Kata Viana, setelah polisi memproses dan merawat luka-luka tersangka, dia pulang dan memasak makan malam. Tangannya terasa sakit keesokan harinya, tapi tidak serius dan dia tidak mengalami cedera. [ft]

 

 

NEWS: Gedung Putih Bela Undangan untuk Presiden Filipina yang Kontroversial

anzhuo66.com – Gedung Putih, Minggu (30/4) membela undangan Presiden Donald Trump kepada Presiden Filipina untuk berkunjung ke Washington dengan mengatakan perlunya memperkuat aliansi Asia melawan meningkatnya ancaman Korea Utara mengalahkan keprihatinan atas penumpasan berdarah Presiden Rodrigo Duterte di dalam negeri terhadap penyelundupan narkoba,

“Tidak ada ancaman yang lebih besar yang dihadapi negara ini dan kawasan Amerika dari pada apa yang terjadi di Korea Utara,” kata kepala staf Gedung Putih, Reince Preibus dalam wawancara dengan ABC News. “Tidak memandang apakah mereka warga baik atau jahat, yang kita harap akan melakukan lebih baik bagi negara mereka. Kita harus bersatu mengenai Korea Utara,” imbuhnya.

Komentar Priebus disampaikan sehari setelah Gedung Putih mengumumkan undangan itu dan hanya beberapa jam setelah juru bicara kepresidenan Filipina mengatakan Trump mengatakan kepada Duterte melalui telepon bahwa ia ingin menjalin “hubungan hangat dan baik”.

Pernyataan Gedung Putih menyebut percakapan antara kedua pemimpin melalui telepon “sangat bersahabat”. Pernyataan itu juga menggambarkan hubungan “sekarang menuju arah yang positif”.

Meski demikian pernyataan itu tidak menyinggung mengenai kontroversi seputar perang terhadap penyelundupan narkoba yang dikecam luas, program yang disertai kekerasan yang membuat prihatin PBB dan sebagian besar kepala negara Barat. [my/al]