NEWS: Surga Bawah Laut di Samudra Dalam Lepas Pantai Australia

anzhuo66.com – Kalangan ilmuwan telah menemukan “surga bawah laut” berwarna-warni di kedalaman hingga 2 kilometer dalam perjalanan penelitian baru-baru ini menuju bagian Selatan di Australia.

Para peneliti menggunakan kamera khusus untuk menyelidiki 45 pegunungan bawah laut, menemukan lebih dari 100 spesies terumbu karang, lobster, dan moluska yang belum diberi nama.  Ekspedisi ini juga menemukan cumi-cumi yang dapat berpendar, hiu-hiu laut dalam, dan sejenis belut yang hidup di laut dalam.

Para pakar menghabiskan waktu sebulan di atas kapal peneliti Investigator, yang dioperasikan oleh Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization (CSIRO). Ini adalah lembaga pemerintah Australia independen yang bertanggung jawab untuk melakukan penelitian ilmiah.

Para ilmuwan telah mengeksplorasi gugus punggung Tasmania yang dikenal sebagai pegunungan lautan di taman laut Fracture dan Huon, Tasmania, Australia.

Terumbu karang yang ditemukan bersifat lunak, artinya terumbu karang ini berbeda dengan yang ditemukan di daerah tropis.

Ilmuwan kepala dalam ekspedisi ini adalah Alan Williams dari CSIRO.

“Yang cukup menakjubkan adalah di kedalaman samudra seperti ini ada terumbu karang yang dalam banyak hal tampak serupa dengan jenis-jenis terumbu karang di kawasan perairan dangkal di daerah tropis, dan jadi apa yang tampak di layar monitor kami dipancarkan langsung dari kamera kami benar-benar citra fantastis dari sistem terumbu karang yang ekstensif, ringkih, berwarna-warni dan sangat kaya,” ujarnya.

Tim peneliti juga menyaksikan gambar-gambar kerusakan jangka panjang yang terdapat di dasar samudra yang disebabkan oleh para penangkap ikan.  Kapal pukat harimau telah dilarang sejak tahun 1990-an namun terumbu karang di sebagian besar kawasan itu belum sepenuhnya pulih.

Para pakar mengatakan dunia ilmu pengetahuan memiliki informasi yang lebih banyak tentang permukaan bulan dibandingkan laut dalam.  Meskipun penelitian yang dilakukan adalah di sebelah selatan Tasmania, mereka masih belum memahami mengapa terumbu karang berwarna cerah dapat bertahan di laut dalam jauh di bawah permukaan samudra.  [ww/ft]

 

 

 

 

NEWS: Anak Guatemala Tewas dalam Tahanan, Imigrasi AS Jadi Sorotan

anzhuo66.com – Kematian seorang anak perempuan Guatemala, usia 7 tahun, ketika dalam tahanan Amerika di perbatasan Southwest pekan lalu, menimbulkan pertanyaan tentang kapan dan bagaimana petugas perbatasan menangani bukan hanya gejala dan pengobatannya, tetapi juga pengungkapan kematiannya yang ditunda kepada publik, media dan Kongres.

Hari Jumat (14/12), penyelidikan atas kematian Jakelin Caal Maquin meningkat, dengan Kantor Inspektur Jenderal Departemen Keamanan Dalam Negeri mengatakan akan mencari tahu apa yang dilakukan institusi yang mengawasi Badan Cukai dan Perlindungan Perbatasan Amerika (CBP), itu selama sekitar 27 jam sejak anak perempuan itu ditahan, sampai ia meninggal.

CBP hari Jumat juga mengukuhkan nama anak itu sebagai Jakelin Caal Maquin. Laporan sebelumnya oleh kantor berita Associated Press salah menulis nama anak itu.

Jakelin masuk ke Amerika bersama ayahnya, usia 29 tahun, Nery Caal, setelah melakukan perjalanan dari Raxruha di Alta Verapaz, Guatemala utara.

Petugas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Amerika menahan keduanya pada 6 Desember malam, sebagai bagian dari kelompok 163 pelintas batas yang ditahan di daerah terpencil di selatan New Mexico, dekat pintu masuk Antelope Wells, menurut CBP dan DHS. Hasil evaluasi cepat terhadap anak itu tidak menunjukkan gejala yang mengkhawatirkan akan kesehatannya.

Tetapi pagi harinya, Jakelin sakit. Ia meninggal selepas tengah malam pada 8 Desember. Indikasi awal dari Rumah Sakit Anak Providence di El Paso, Texas, tempat ia dibawa, adalah ia meninggal akibat syok septik. (ka)

NEWS: Petugas Pabean AS Temukan Kumbang Invasif dalam Kantong Bibit

anzhuo66.com – Seorang wanita pelancong yang datang dari Iraq menuju Bandara Detroit ditemukan membawa bibit tanaman yang mengandung kumbang invasif.

Pihak Pabean dan Perlindungan Perbatasan AS menyatakan dalam sebuah rilis baru-baru ini para spesialis di bidang pertanian menemukan kumbang Khapra tanggal 23 November di Bandara Detroit Metropolitan di Romulus.  Kumbang-kumbang itu ditemukan di dalam kantong bibit yang akan disemai oleh wanita itu di kebunnya.

Kumbang Khapra dianggap sebagai salah satu hama paling merusak di dunia untuk jenis butir-butiran, sereal, dan bibit tanaman.

The Associated Press baru-baru ini mengirimkan email kepada para pejabat pabean untuk mengetahui apakah wanita tersebut dijatuhi denda atau dikenaan dakwaan.

Kumbang Khapra ditemukan bulan Januari di Bandara Internasional Dulles Washington di antara beras yang dibawa dari Saudi Arabia dan bulan Februari di Bandara Internasional Washington-Thurgood Marshall di Baltimore di antara kacang tunggak (cowpeas) yang dibawa dari Nigeria. [ww]