NEWS: Harga Minyak Tertinggi Sejak November 2014, Brent Dekati $80

anzhuo66.com – Harga minyak dunia menyentuh level tertinggi sejak November 2014, Kamis (17/5), Reuters melaporkan. Bahkan minyak mentah Brent terus mendekati level harga $ 80 per barel karena pasokan ketat dan permintaan masih kuat.

Minyak berjangka Brent diperdagangkan pada harga $ 79,40 per barel, naik 0,12 persen dari penutupan terakhir. Brent sempat menyentuh $ 79,49 per barel yang merupakan harga tertinggi selama lebih dari 3,5 tahun.

Harga minyak berjangka Amerika, West Texas Intermediate (WTI), naik 18 sen atau 0,3 persen menjadi $ 71,67 per barel dari penutupan terakhir. Harga WTI hari ini juga mendekati $ 71,92 per barel pada Selasa, level harga tertinggi sejak November 2014.

Bank Australia, ANZ, mengatakan, Kamis, Brent “sekarang berancang-ancang menembus $ 80 per barel…(karena) berbagai risiko geopolitik mendukung kenaikan harga dan penurunan simpanan minyak AS yang tidak diharapkan sebelumnya, menggembirakan para investor.” [ft/au]

NEWS: Permintaan Menguat, Harga Minyak Mendekati Level Tertinggi Sejak 2014

anzhuo66.com – Harga minyah mentah Brent mengonsolidasikan kenaikan di sekitar 70 dolar per barel pada Selasa (16/1), Reuters melaporkan. Ini adalah tingkat harga yang belum pernah terjadi sejak pasar minyak anjlok pada 2014.

Harga minyak telah terkerek naik oleh pembatasan produksi negara-negara anggota OPEC dan Rusia, serta penguatan permintaan karena pertumbuhan ekonomi global yang sehat.

Kontrak berjangka minyak Brent, harga acuan minyak internasional, turun 25 sen atau 0,36 persen dari penutupan sebelumnya, menjadi 70.01 dolar per barel, Selasa. Namun para pedagang mengatakan posisi Brent cukup kuat di level ini.

Brent menyentuh 70.37 dolar per barel pada Senin (15/1), harga tertinggi sejak Desember 2014, yang menandai dimulainya kelesuan harga minyak

Kontrak berjangka minyak Amerika, West Texas Intermediate, diperdagangkan naik 20 sen atau 0,3 persen dari penutupan sebelumnya. WTI sempat menyentuh harga tertinggi sejak Desember 2014, yaitu 64,89 dolar per barel, pada sesi perdagangan awal.

“Kami telah membarui neraca pasokan/permintaan untuk merefleksikan pengetatan pasokan di pasar minyak yang terjadi lebih cepat dari perkiraan karena perbaikan kondisi sikus, cuaca musim dingin dan tingkat kepatuhan OPEC yang lebih ketat, dari yang diperkirakan,” kata Bank of America Merrill Lynch.

“Kami sekarang melihat ada defisit 430 ribu barel minyak mentah per hari (bph) pada 2018, dibandingkan 100 ribu bph sebelumnya. Dengan demikian, harga minyak mentah Brent akan berkisar rata-rata 64 dolar per barel pada 2018, dibandingkan 56 dolar sebelumnya. Sedangkan untuk minyak WTI, kami memperkirakan harga akan naik dari 52 dolar per barel, menjadi 60 dolar per barel untuk alasan yg sama,” kata bank itu.

Morgan Stanley mengatakan “pasar minyak kekurangan pasokan sebanyak 0,5 juta bph,” dan menambahkan defisit pasokan pada 2018 masih berkisar 200 ribu.

Morgan Stanley memperkirakan harga minyak Brent bisa naik ke sekitar 75 dolar per barel pada kuartal ketiga tahun ini. [fw/au]

 

 

 

 

 

NEWS: Kelanjutan Pemotongan Produksi OPEC Tak Pasti, Harga Minyak Turun

anzhuo66.com – Harga minyak melemah pada perdagangan Rabu (29/11), Reuters melaporkan, karena keraguan OPEC dan Rusia akan setuju memperpanjang kebijakan pemotongan produksi dan laporan mengenai produksi Amerika yang meningkat di luar dugaan.

Kontrak berjangka minyak West Texas Intermediate (WTI) turun 30 sen atau 0,5 persen dari perdagangan sebelumnya, menjadi 57,69 per barel pada pukul 05:43 GMT.

Para pedagang mengatakan harga minyak Amerika terseret turun oleh laporan American Petroleum Institue pada Selasa (28/11) petang yang menunjukkan bahwa cadangan minyak Amerika naik sebanyak 1,8 juta barel di pekan yang berakhir 24 November.

Mulai beroperasi kembali secara bertahap pipa minyak Keystone, yang memasok minyak Kanada ke Amerika, juga turut menurunkan harga minyak Amerika.

Kontrak berjangka minyak Brent, acuan harga minyak internasional, turun 44 sen atau 0,7 persen menjadi 63,17 dolar per barel.

Harga minyak dunia, terutama minyak Brent yang telah naik 40 persen sejak pertengahan 2017, telah menguat dipicu oleh upaya OPEC dan produsen minyak lainnya untuk mengurangi produksi. Kesepakatan pengurangan produksi berakhir Maret 2018, namun OPEC akan mengadakan rapat pada Kamis (30/11) untuk menentukan apakah akan memperpanjang pemotongan produksi.

“Mereka berencana memperpanjang kebijakan untuk sepanjang 2018, namun dengan opsi meninjau ulang kesepakatan pada Juni. Artinya, mereka setuju untuk tidak setuju,” kata Ralph Lesczynski, kepala riset dari agen pengapalan Bancosta di Singapura.

Selain pemotongan produksi, ekonomi dunia yang sehat juga akan membantu pasar mencapai keseimbangan setelah banjir pasokan selama bertahun-tahun. [fw/au]

 

NEWS: Pasokan Minyak Kanada ke AS Terhenti, Harga Minyak Menguat

anzhuo66.com – Penurunan cadangan minyak mentah Amerika karena pasokan minyak mentah yang dikirim melalui pipa dari Kanada ke Amerika masih terhenti, mengerek harga minyak dunia, Rabu (22/11).

Harga minyak Amerika, West Texas Intermediate, naik 85 sen atau 1,5 persen dari penutupan perdagangan sebelumnya menjadi 57.68 dolar per barel pada pukul 0454 GMT. 

Harga minyak Brent, yang merupakan harga acuan minyak internasional, menguat 40 sen atau 0.6 persen, menjadi 62,97 dolar per barel.

Para pedagang mengatakan harga naik karena penurunan pasokan minyak mentah dari Kanada ke Amerika. 

TransCanada Corp mengatakan akan mengurangi pengiriman yang mencapai 590.000 barel per hari melalui pipa Keystone, hingga setidaknya 85 persen, sampai akhir November. Pipa pengiriman minyak mentah yang menghubungkan pengeboran minyak Alberta ke kilang-kilang minyak Amerika, ditutup minggu lalu setelah menumpahkan 5,000 barel minyak di South Dakota.

Selain itu, laporan mingguan dari Institut Perminyakan Amerika yang menyatakan cadangan minyak mentah Amerika turun sebanyak 6,4 juta barel di minggu 17 November, juga turut mendorong harga, kata para pedagang. Data resmi produksi dan cadangan minyak Amerika akan dirilis hari ini, Rabu. 

Upaya Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk membatasi produksi dan mengurangi kelebihan pasokan dunia, juga turut mendorong pasar.

Kesepakatan untuk membatasi produksi minyak akan berakhir di Maret 2018, namun OPEC akan mengadakan pertemuan pada 30 November di Wina untuk membahas kelanjutan kebijakan itu. [fw/au] 

NEWS: Topan Harvey Kerek Harga Minyak Mentah

anzhuo66.com – Harga minyak mentah naik hari Jumat (25/4) seiring dengan persiapan industri minyak Amerika menghadapi kemungkinan gangguan produksi dari Topan Harvey yang sedang menuju Teluk Meksiko, pusat industri minyak negara tersebut.

Kekuatan badai Harvey semakin meningkat sejak Kamis dan kemungkinan menjadi badai terbesar yang menghantam daratan Amerika serikat dalam 12 tahun terakhir. Badai tersebut diperkirakan akan bergerak ke Houston dan Corpus Christi di pesisir Texas.

Harga acuan minyak mentah Amerika West Texas Intermediate naik 33 sen atau 0,7 persen menjadi 47,76 dolar per barel pada pukul 0534 GMT dari harga penutupan sebelumnya.

Harga acuan minyak internasional Brent juga naik 38 sen atau 0,7 persen menjadi 52,42 dolar per barel dari penutupan sebelumnya. 

Harga naik dipicu dengan penutupan fasilitas produksi di wilayah-wilayah yang akan dilewati badai dan perkiraan bahwa penutupan fasilitas produksi bisa lama apabila badai Harvey menimbulkan kerusakan yang meluas.

“Kerusakan dan banjir yang melanda kilang-kilang dan lapangan-lapangan shale, terganggunya produksi minyak di Teluk Meksiko serta kerusakan infrastruktur, tidak mungkin melemahkan WTI,” kata Jeffrey Halley, analis market senior di perusahaan broker OANDA. 

Harga acuan untuk bensin di Amerika telah melonjak sebanyak hampir 10 persen sejak Rabu menjadi 1,72 dolar per galon, level tertinggi sejak April karena banyak kilang menutup fasilitas produksinya untuk bersiap menghadapi badai Harvey.

Pelabuhan Corpus Christi di Texas ditutup untuk lalu lintas kapal, menurut juru bicara Otoritas Pelabuhan di Texas, Kamis. Kilang minyak yang dioperasikan oleh Citgo Petroleum, Valero Energy dan Flint Hills Resources juga sudah menutup fasilitasnya menjelang badai.

Di luar potensi dampak dari badai Harvey terhadap industri minyak, pasokan global tetap berlimpah walaupun sudah ada upaya dari negara-negara anggota OPEC untuk menahan produksi dengan harapan akan menaikan harga.

Salah satu penyebab berlimpahnya pasokan minyak mentah adalah kenaikan produksi minyak Amerika. Produksi minyak Amerika Serikat telah naik sebanyak 13 persen sejak pertengahan 2016 menjadi 9,53 juta barel per hari (bph), hampir mendekati rekor 9,61 juta bpd di bulan Juni 2015. [fw/au]