NEWS: AS Perketat Tekanan terhadap Pelaku dan Fasilitator ISIS

anzhuo66.com – Amerika memperketat tekanan terhadap pelaku dan fasilitator lokal maupun regional kelompok ISIS sebagai bagian dari upaya menutup saluran dana bagi kelompok teroris itu secara global.

Departemen Keuangan Amerika hari Jumat (9/2) mengumumkan sanksi terhadap sejumlah individu dan perusahaan Somalia, Turki dan Filipina. Sanksi itu digambarkan sebagai bagian dari kampanye lebih besar menarget jaringan yang membantu ISIS mendapat uang, senjata bahkan drone (pesawat tak berawak).

“Tiap individu dan perusahaan yang disasar telah membantu menyebarkan teror ISIS di kawasan mereka” kata wakil Menteri Keuangan AS urusan Terorisme dan Intelijen Keuangan, Sigal Mandelker dalam sebuah pernyataan.

Paling tidak satu di antara individu itu sudah ditangkap. Namanya Abdulpatta Escalon Abubakar, ditangkap pihak berwenang di bandara Manila setibanya dari Arab Saudi September lalu.

Pejabat Amerika mengatakan Abubakar sudah bekerja dengan ISIS setidak-tidaknya sejak awal tahun 2016 dan membantu mentransfer puluhan ribu dolar kepada afiliasi ISIS di Filipina.

Pejabat Departemen Keuangan Amerika menduga ia juga bekerjasama dengan pemimpin afiliasi yang sudah tewas, Isnilon Hapilon, untuk mendapatkan senjata dan peledak. [as/al]

NEWS: Setelah Menang Lawan ISIS, Ribuan Orang Irak Masih Hilang

anzhuo66.com – Pada tahun 2014, Abdulrahman Saad diculik dari rumahnya di Mosul oleh pejuang ISIS, membuat keluarganya bingung.

Mereka bertanya kepada petugas keamanan dan hakim: Di mana suami dan ayah kami? Tidak ada Jawaban. Ketika operasi merebut kembali Mosul dimulai, mereka mendengar ia ditahan di bagian barat kota itu, bersama ratusan tahanan lain. Tetapi ketika daerah itu dibebaskan, mereka tidak menemukan jejak Saad, usia 59 tahun, pemilik toko grosir makanan.

Sejak Mosul dibebaskan Juli lalu, penduduk mengirim lebih dari 3.000 laporan orang hilang ke Dewan Provinsi Niniwe, menurut anggota dewan Ali Khoudier. Kebanyakan dari mereka adalah laki-laki atau remaja laki-laki. Sebagian ditangkap ISIS semasa pemerintahan ekstremis kelompok itu; sebagian lainnya ditahan pasukan Irak karena dicurigai terkait ekstremis.

Birokrasi, ketidakefisienan dan kelalaian pemerintah Irak telah menyebabkan ribuan mempertanyakan nasib anggota keluarga, sementara pimpinan Irak merayakan kemenangan atas ISIS.[ka]

 

 

 

 

 

 

 

 

NEWS: Irak Minta Bantuan Internasional untuk Mengumpulkan Bukti Kejahatan ISIS

anzhuo66.com – Irak meminta bantuan internasional untuk mengumpulkan dan mengamankan bukti-bukti kejahatan yang dilakukan negara Islam. Negara tersebut juga sedang bekerja sama dengan Inggris untuk membuat konsep resolusi Dewan Keamanan PBB untuk menjalankan penyelidikan.

Menteri Luar Negeri Ibrahim al-Jaafari telah mengirim surat kepada Sekretaris Jendral Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres meminta “keahlian internasional” dalam membantu membawa tuntutan pidana terhadap ISIS.

Al-Jaafari mengatakan bahwa Inggris bekerja dengan Irak dalam sebuah resolusi Dewan Keamanan untuk mulai menyelidiki para ekstremis.

Pengacara hak asasi manusia Amal Clooney, istri aktor George Clooney dan Nadia Murad, seorang perempuan dari komunitas Yazidi di Irak, yang menjadi korban perbudakan dan pemerkosaan oleh ISIS, telah mendorong pemerintah Irak untuk membuka penyelidikan. 

“orang-orang Yazidi dan para korban ISIS lainnya menginginkan keadilan di pengadilan dan mereka layak mendapatkannya,” kata Clooney hari Rabu. “Saya berharap surat pemerintah Irak akan menandai dimulainya hukuman atas genosida dan kejahatan lainnya yang dilakukan ISIS di Irak dan di seluruh dunia.” [sp/ii]

 

NEWS: MILF Tolak Jadi Mediator untuk Militan Terkait ISIS

anzhuo66.com – Pemimpin kelompok terbesar Muslim di Filipina, Al Haji Murad Ebrahim dari Front Pembebasan Islam Moro (MILF) mengatakan kepada kantor berita Associated Press, militan terkait negara Islam ISIS ingin MILF bertindak sebagai penengah bagi kemungkinan penarikan mundur militan itu dari kota Marawi ketika pasukan Filipina melancarkan serangan besar terhadap mereka. Namun MILF tidak bersedia turun tangan.

Menurut Haji Ebrahim Selasa petang, turun tangan akan sulit sebab Presiden Duterte sudah menyatakan pemerintahnya tidak mau berunding dengan teroris.

Ebrahim mengatakan, pemberontakan yang hampir dua bulan di Marawi merupakan yang terburuk yang pernah disaksikannya selama lebih dari 40 tahun sebagai pemberontak di Filipina Selatan.

Militan di Marawi sekarang berantakan akibat pertengkaran di dalam tubuh kelompok militan itu sendiri dan sudah menyatakan lewat utusan-utusan keagamaan bahwa mereka siap bertempur sampai mati. [ps/al]