NEWS: Korban Tewas Longsor California Bertambah Jadi 17 Orang

anzhuo66.com – Banjir bandang dan tanah longsor telah menewaskan setidaknya 17 orang dan menghancurkan sejumlah rumah di utara dari Los Angeles, di mana kebakaran telah menyebabkan bukit-bukit di sekitarnya gundul.

Paling sedikit 24 orang belum ditemukan, sedangkan pencarian diperluas Rabu (10/1). Tim SAR dari Los Angeles County tiba di sana, dibantu oleh Penjaga Pantai, Garda Nasional, serta badan-badan penegak hukum.

“Kami tidak tahu di mana lokasi para korban,” kata juru bicara Santa Barbara County, Amber Anderson. “Kami menduga di tengah-tengah aliran lumpur itu.”

Badai hujan yang memicu tanah longsor Selasa (8/1) dini hari, sudah berhenti dan membuka jalan bagi tim tanggap darurat yang menyelamatkan penduduk yang terperangkap dalam rumah mereka atau terjerat dalam lumpur setinggi lutut.

Sheriff Santa Barbara County, Bill Brown, mengatakan paling sedikit beberapa puluh rumah telah hancur atau rusak berat, selain banyak kemungkinan lainnya di daerah terpencil. Prioritas utama adalah menemukan setiap orang yang kemungkinan masih hidup di rumah-rumah yang rusak itu. [fw/au]

NEWS: Presiden Trump Berencana Calonkan Purnawirawan AD Jadi Wakil Menlu

anzhuo66.com – Presiden Amerika Donald Trump berencana untuk mencalonkan Andrea Thompson untuk menjadi Wakil Menteri Luar Negeri Amerika urusan pengawasan senjata dan keamanan internasional.

Thompson saat ini menjabat sebagai penasihat khusus di Kantor Perencanaan Kebijakan di Departemen Luar Negeri. Sebelumnya dia bertugas di Gedung Putih sebagai wakil asisten presiden dan penasihat keamanan nasional untuk wakil presiden.

Thompson juga telah berdinas di Angkatan Darat Amerika selama lebih dari 25 tahun, dengan penugasan termasuk di Afghanistan, Irak, dan Bosnia.

Dia juga menjabat sebagai pejabat eksekutif untuk wakil menteri Angkatan Darat, penasihat militer senior Komisi Urusan Luar Negeri DPR, dan tokoh senior dalam kelompok studi strategi Angkatan Darat.[sp]

 

NEWS: Korban Tewas Gempa di Iran-Irak Naik Jadi Lebih Dari 200 Orang

anzhuo66.com – Upaya penyelamatan dan pemberian bantuan terus berlangsung di Iran dan Irak, Senin (13/11) , menyusul gempa 7,3 Skala Richter yang menewaskan lebih dari 200 orang. 

Gempa mengguncang wilayah tersebut pada Minggu (12/11) dengan pusat gempa dekat Kota Halabja di wilayah Kurdistan, Irak.

Korban tewas paling banyak dilaporkan di Iran. Para pejabat Iran mengatakan kepada televisi pemerintah bahwa sebanyak 1,650 orang lainnya juga terluka akibat gempa.

Daerah yang paling parah diguncang gempa adalah Provinsi Kermanshah di Iran, yang memgumumkan tiga hari masa berkabung. 

Gempa awal yang diikuti dengan serangkaian gempa susulan membuat warga yang panik berhamburan keluar dari rumah mereka semalam.

Gempa telah memutus aliran listrik dan saluran telepon ke beberapa kota di Iran dan Irak, sehingga menyulitkan upaya penyelamatan. 

Badan Survei Geologi AS mengatakan gempa pada Minggu itu, terjadi di jalur patahan sepanjang 1.500 yang melintasi Iran dan Irak

Iran telah beberapa kali dilanda gempa mematikan. Gempa pada 2003 di selatan Kota Bam menewaskan setidaknya 26.000 orang, sedangkan gempa pada 2012 di Provinsi Azerbaijan Timur membunuh lebih dari 300 orang. [fw]

 

NEWS: Gempa Guncang Meksiko, Korban Tewas Naik Jadi 248 Orang

anzhuo66.com – Badan Pertahanan Sipil Nasional Rabu pagi (20/9) memastikan korban tewas  akibat gempa berkekuatan 7,1 skala Richter yang mengguncang Meksiko bertambah menjadi 248 orang , kantor berita Associated Press melaporkan. Lebih dari setengah korban tewas adalah penduduk ibu kota Meksiko, Mexico City.

Dalam pernyataan resmi melalui Twitter, kepala Badan Pertahanan Sipil Nasional Luis Felipe Puente mengatakan 117 korban tewas tercatat di Mexico City dan 72 di negara bagian Morelos yang berlokasi selatan dari ibu kota. Korban tewas dari negara bagian Puebla, lokasi pusat gempa, tercatat 43. Dua belas korban tewas berada di negara bagian Meksiko yang mengelilingi Mexico City dari tiga bagian, tiga korban tewas di Guerrero dan satu di  Oaxaca.

Gempa terjadi saat peringatan 32 tahun gempa besar yang membunuh ribuan orang di Mexico City pada tahun 1985 yang semakin menambah kepedihan. Hanya beberapa jam sebelumnya, banyak warga yang turut berpartisipasi dalam latihan penyelamatan gempa yang diadakan Selasa dan sudah menjadi kebiasaan setiap tanggal 19 September.

Masyarakat di Mexico tengah bahu membahu membantu tetangga mereka, sementara ratusan bangunan hancur menjadi gundukan puing-puing. Walikota Mexico City Miguel Angel Mancera mengatakan 44 rusak berat atau hancur. Gempa juga mengakibatkan kebocoran gas dan kebakaran besar. Korban-korban dilaporkan dari sebuah daerah luas, Mexico City dan negara-negara bagian didekatnya, Morelos, Puebla, dan Meksiko. Pusat dari gempa ada di Puebla, 123 kilometer tenggara dari Mexico City.

Mexico City, daerah perkotaan paling padat di dunia dan daerah sekitarnya, dihuni sekitar 20 juta penduduk.

Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto dalam sebuah video yang dirilis Selasa malam, meminta masyarakat untuk tenang dan mengatakan pemerintah sedang bekerja untuk memberikan bantuan, sementara sekitar 40 persen penduduk Mexico City dan 60 persen di negara bagian Morelos tidak mendapatkan aliran listrik.  Namun, ia mengatakan, “prioritas saat ini adalah terus menyelamatkan warga yang masih terjebak dan memberikan perawatan medis bagi yang terluka.”

Tim SAR dan warga sipil berupaya menemukan korban yang selamat. Siaran televisi memperlihatkan orang-orang memanfaatkan apa saja mulai dari peralatan berat sampai mempergunakan tangan mereka untuk memindahkan tumpukan puing-puing.

Presiden Amerika Donald Trump mengirim pesan dukungan untuk Meksiko dari New York, dimana dia sedang menghadiri Sidang Umum PBB. Trump mengirim cuitan: “Tuhan memberkati rakyat Mexico City. Kami bersama Anda dan akan hadir disana untuk membantu Anda.

Pejabat berwenang Meksiko telah menghentikan operasi penerbangan di bandara internasional dan menutup sekolah-sekolah. [jm/fw]

 

NEWS: MILF Tolak Jadi Mediator untuk Militan Terkait ISIS

anzhuo66.com – Pemimpin kelompok terbesar Muslim di Filipina, Al Haji Murad Ebrahim dari Front Pembebasan Islam Moro (MILF) mengatakan kepada kantor berita Associated Press, militan terkait negara Islam ISIS ingin MILF bertindak sebagai penengah bagi kemungkinan penarikan mundur militan itu dari kota Marawi ketika pasukan Filipina melancarkan serangan besar terhadap mereka. Namun MILF tidak bersedia turun tangan.

Menurut Haji Ebrahim Selasa petang, turun tangan akan sulit sebab Presiden Duterte sudah menyatakan pemerintahnya tidak mau berunding dengan teroris.

Ebrahim mengatakan, pemberontakan yang hampir dua bulan di Marawi merupakan yang terburuk yang pernah disaksikannya selama lebih dari 40 tahun sebagai pemberontak di Filipina Selatan.

Militan di Marawi sekarang berantakan akibat pertengkaran di dalam tubuh kelompok militan itu sendiri dan sudah menyatakan lewat utusan-utusan keagamaan bahwa mereka siap bertempur sampai mati. [ps/al]