NEWS: Kegemukan? Depresi? Bisa Jadi Mikroba Penyebabnya

anzhuo66.com – Mikroba bisa jadi membantu menimbulkan kecemasan dan depresi pada orang yang mengalami obesitas, bila hasil dari studi baru pada tikus juga berlaku pada manusia.

Para penulis studi ini mengaitkan berbagai efek tentang cara otak bereaksi terhadap insulin, hormon yang mengatur kadar gula dalam darah.

Penelitian menimbulkan pertanyaan apakah mengubah mikroba dalam usus, atau mengubah pola diet, dapat membantu menangani semua kondisi ini.

Suasana hati, mikroba, dan metabolisme

Obesitas menyebabkan perubahan dalam metabolisme – contohnya, membuat hati, otot, lemak dan jaringan lainya tidak begitu responsif terhadap insulin.  Apabila tidak diobati, semua perubahan ini dapat menyebabkan diabetes.

Orang-orang yang mengalami obesitas juga memiliki tingkat kecemasan dan depresi yang lebih tinggi.

“Orang mungkin dapat berkata, ‘Mungkin itu karena mereka menderita obesitas,’” ujar peneliti diabetes dari Harvard Medical School, Ronald Kahn,”namun yang lain bisa jadi berkata, ‘Mungkin ada kaitannya dengan metabolisme.’”

“Dan kita bertanya, ‘Mungkin kaitan dengan metabolisme paling tidak sebagian disebabkan oleh mikrobioma,’” kumpulan mikrkoba yang hidup di usus seseorang, tambahnya.

Mikroba-mikroba tersebut berubah sejalan dengan diet, dan Kahn berkata mikroba berbeda bisa beraksi berbeda tergantung dengan makanan yang kita konsumsi.

Untuk menguji teori tersebut, Kahn dan kolega-koleganya memberi makan dengan diet tinggi lemak dan mempelajari perilakunya saat hewan-hewan tersebut menjadi kegemukan.

Mereka menguji tes-tes yang biasa untuk mengukur perilaku kecemasan dan derpresi pada hewan-hewan pengerat – contohnya, berapa lama yang dihabiskan oleh hewan-hewan itu di bagian gelap sebuah kotak dibandingkan di area yang diterangi cahaya.  Semakin cemas seekor tikus, semakin jarang waktu yang dihabiskan hewan itu di daerah yang diterangi cahaya.

Tikus yang kegemukan menghabiskan waktu kurang dari 25 persen di bawah cahanya dibandingkan hewan dengan diet normal, dan mereka juga mencetak angka yang lebih tinggi pada uji kecemasan dan depresi.

Kembali ke perilaku normal

Namun semua perbedaan itu musnah saat tikus yang kegemukan diberi antibiotik, meskipun berat badannya tidak berubah begitu banyak.

“Hasil uji itu benar-benar menunjukkan kemungkinan ada pengaruh dari mikrobioma,” ujar Kahn.

Para peneliti kemudian menguji bagaimana mikrobioma hewan mempengaruhi tikus yang dibesarkan dalam lingkungan steril tanpa mikroba yang biasa terdapat dalam tubuh mereka.

Bakteria dari hewan-hewan pengerat yang kegemukan membuat tikus yang bebas bakteri mengalami kecemasan yang berlebih ketimbang tikus dengan mikroba nomal.

Namun saat tikus bebas bakteri diberikan mikroba dari hewan-hewan yang kegemukan ini yang telah diberi antibiotik, maka hewan-hewan ini berperilaku sebagaimana tikus normal.

Untuk mengetahui bagian mana dari otak yang bertanggungjawab untuk menimbulkan efek ini, fokus para peneliti dipusatkan pada dua bagian yang terlibat dalam metabolisme dan reaksi terhadap hadiah yang diberikan.  Mereka menemukan kedua bagian otak ini memiliki tingkat respon yang lebih lemah terhadap insulin pada tikus-tikus yang kegemukan dibandingkan dengan tikus-tikus denga berat badan normal.

Sekali lagi, antibiotik mengembalikan tingkat reaksi hewan-hewan itu ke tingkat normal. 

Penelitian ini diterbitkan di jurnal Molecular Psychiatry.

“Sebenarnya ini lumayan mengejutkan,” ujar Kahn.  “Bahkan meskipun kita telah melihat beberapa efek pada metabolisme di bagian tubuh lainnya, saya sangat terkejut melihat begitu dramatis dan begitu jelas efeknya pada otak dan juga pada perilaku.”

Menjelajahi yang belum terungkap

Ini bukan berarti antibiotik dapat menyembuhkan depresi, demikian peringatan Kahn.  Obat-obatan membunuh mikroba baik dan buruk tanpa pandang bulu, dan mengkonsumsi obat tanpa aturan berkontribusi pada meningkatknya resistensi mikroba terhadap antibiotik.

Juga, apa yang terjadi pada tikus tidak selalu berlaku pada manusia, tambahnya, atau mungkin dampaknya terjadi pada sementara orang.  Sejauh ini, tidak ada cukup bukti bahwa probiotik membantu mengatasi kecemasan pada manusia.

“Kesulitannya adalah, kedua hal ini – depresi dan obesitas – adalah hal yang rumit yang memiliki faktor berganda yang mempengaruhi kedua hal di atas,” ujar seorang peneliti kesehatan mental Gregory Simon di Kaiser Permanente Washington Health Research Institute, yang tidak menjadi bagian dari studi ini.

Mikroba kemungkinan hanya salah satu faktor, bersama dengan lingkungan, genetika, pengaruh sosial, dan lebih banyak lagi, tambah Simon.

Namun Kahn mengatakan penelitian kelompoknya menimbulkan pertanyaan yang menarik tentang bagaimana makanan mempengaruhi perilaku kita.

“Saya rasa sekarang kita dapat mengetahui ada banyak hal yang mengalami proses metabolisme oleh bakteri di usus yang dapat mempengaruhi fungsi otak,” ujarnya.

Dan katanya mungkin ada cara-cara untuk mengubah fungsi otak dengan mengubah bakteri-bakteri itu, dengan mengkonsumsi mikroba-mikroba yang bermanfaat atau dengan mengkonsumsi berbagai makanan yang dapat menjaga jumlah mikroba yang bermanfaat.

Ia dan para koleganya tengan bekerja untuk mengetahui secara pasti yang mana dari ratusan spesies bakteri di usus yang bertanggung jawab.  Saat ini, semuanya masih menjadi misteri. [ww]

NEWS: Penangkap Kabut Ubah Embun Jadi Air

anzhuo66.com – Tumbuh besar di Gunung Boutmezguida, di baratdaya Maroko, di tepi gurun Sahara, Khadija Ghouate tidak pernah membayangkan kabut yang menyelimuti puncak-puncak gunung di sekitarnya dapat mengubah hidupnya.

Ghouate dan wanita lainnya dari desa sekitar menghabiskan waktu berjam-jam kadang sebelum matahari terbit untuk menempuh jarak 5 km untuk mengambil air dari sumur-sumur terbuka, dimana banyak anak perempuan yang berhenti sekolah untuk membantu dan risiko terjadinya kekerasan di jalur yang sunyi ini.

Namun dengan semakin menurunnya permukaan air tanah karena eksploitasi berlebih, musim kering, dan perubahan iklim, tantangan untuk mendapat air sehari-hari menjadi semakin sulit, dan hampir separuh warga di daerah itu memutuskan untuk meninggalkan desa yang telah mereka tinggali selama beberapa generasi untuk mencari penghidupan di kota.

Dengan terancamnya masa depan tradisi suku Berber di daerah Gunung Boutmezguida, sebagai seorang ahli matematika yang keluarganya berasal dari daerah itu akhirnya mendapatkan ide cemerlang yang terinspirasi dari kehidupannya di luar negeri – mengubah kabut menjadi air.

Sekarang desa tempat Ghouate tinggal terhubung kepada proyek pengumpul kabut terbesar di dunia, menghilangkan kebutuhan untuk mengumpulkan air yang sebagian besar menjadi tanggung jawab wanita, dan dengan peralatan canggih menjadi contoh bagi proyek-proyek lainnya di tingkat global.

“Anda hampir selalu harus pergi ke sumur, menghabiskan waktu di sana, pagi dan petang,” ujar Ghouate, ibu beranak tiga, sambil mempersiapkan makan siang bagi keluarganya dan menunjukkan keran di rumahnya.

“Sekarang air sudah mengalir ke rumah kami.  Saya suka sekali dengan kabut.”

Proyek yang berjalan sejak tahun 2015 setelah pelaksanaan survei dan uji coba selama sembilan tahun, didirikan oleh LSM Maroko, Dar Si Hmad, yang berupaya untuk mendorong dan melindungi budaya lokal, sejarah, dan pusaka.

Proyek ini adalah gagasan dari ahli matematika dan pengusaha Aissa Derhem yang orang tuanya berasal dari Gunung Boutmezguida, dimana lereng gunungnya selalu diselimuti embun rata-rata 130 hari dalam setahun.

Derhem pertama kali mengetahui tentang jaring pengumpul kabut saat mengamati proyek pengumpul kabut pertama di dunia – di Gurun Pasir Atacama Chile – saat tinggal di Kanada di tahun 1980-an saat kuliah untuk mendapatkan gelar PhD nya.

Namun proyek ini tidak terwujud hingga saat ia mengunjungi desa orang tuanya kemudian ia menyadari lokasi bergunung-gunung, yang terletak di tepi gurun Sahara dan berjarak sekitar 35 km dari Samudra Atlantik, sebuah tempat sempurna untuk kabut.

Lokasi Ideal

Embun terkumpul di kawasan pesisir dimana arus laut yang dingin, sebuah antisiklon dan penghalang di daratan, seperti deretan pegunungan, bertemu.

“Saat air laut menguap, antisiklon … berhenti menjadi hujan, dan ketika arus itu menghantam pegunungan, di saat itulah kabut dapat dikumpulkan,” ujar Derhem kepada Thomson Reuters Foundation, seraya memandang dari puncak Gunung Boutmezguida di samping sebuah bangunan kecil yang digunakan untuk pengamatan kabut dan tempat penyimpan alat.

Apabila kita mengamati planet ini, kita melihat semua fenomena ini terjadi di seluruh kawasan tropis … di Chile dan Peru di Amerika Latin.  Gurun pasir Kalahari di Afrika.  Di Australia Barat.  Di sekitar gurun pasir Thar di India dan di California,” ujarnya sambil memberikan beberapa contoh.

Dikembangkan di Amerika Selatan pada tahun 1980-an, sejak itu proyek pengumpul kabut menyebar secara global ke negara-negara seperti Guatemala, Ghana, Eritrea, Nepal, dan Amerika Serikat.

Di Maroko, Dar Si Hmad telah membangun sistem jaring yang terbentang di daerah seluas 870 meter persegi, sekitar 4,5 kali luas lapangan tenis.

Semua jaring ini digantung di antara dua tiang dan saat angin mendorong kabut melalui jaringa ini butir-butir air terperangkap, mengembun, dan jatuh ke wadah di dasar unit dengan pipa yang menghubungkan air ke tempat-tempat penampungan.

Derhem berharap keberhasilan skema di Gunung Boutmezguida dapat membantu daerah-daerah lainnya di Afrika Barat dan di Afrika Utara – dimana badan FAO PBB mengatakan sumber cadangan air bersih termasuk yang terendah di dunia.

Hasil studi menunjukkan perubahan iklim berdampak pada pola air secara gloal dan Derhem mengatakan di Maroko tingkat ketersediaan air telah mengalami penurunan menjadi 500 meter kubik per orang per tahun dari sekitar 1.500 meter kubik per orang per tahun di tahun 1960-an berdasarkan perhitungan angka-angka yang diberikan pemerintah.

Tantangannya Juga

Prinsip-prinsip dibalik pengumpulan kabut sebeneranya sederhana, dan dengan mempelajari contoh-contoh di alam tentang cara mahluk hidup menangkap uap air dari udara bahkan dalam kondisi paling gersang sekalipun, berkisar dari kumbang di Gurun Pasir Namibia hingga kadal di daerah terpencil di Australia.

Namun menciptakan proyek pengumpulan air dalam skala besar juga memiliki tantangan tersediri, karena penelitian dan pengembangan, selain juga infrastruktur dan teknologi yang terlibat dalam memperluas dan mengembangkan proyek pengumpulan kabut, dapat memakan biaya yang tidak sedikit.

Namun proyek di Gunung Boutmezguida, telah menjadi pionir bagi proyek-proyek lainnya karena peralatan yang digunakannya, menurut para pendirinya.

Jaring asli yang digunakan tidak cukup kuat untuk menahan angin kencang dan tercabik-cabik namun dengan kemitraan bersama lembaga nirlaba asal Jerman, Water Foundation, memungkinkan Dar Si Hmad mengembangkan jaring yang lebih kuat.

CloudFisher digambarkan oleh WaterFoundation sebagai pengumpul kabut bebas perawatan pertama yang dapat menahan angin dengan kecepatan hingga 120 km/jam dengan bak fleksibel yang mengikuti pergerakan jaring sesuai dengan hembusan angin.

Sekarang air yang terkumpul disaring dan digabung dengan air tanah sebelum didistribusikan ke desa-desa yang terhubung dalam jaringan distribusi dimana para pengguna membayar penggunaan air lewat sistem prabayar.

Proyek perintis awalnya melayani lima desa.  Saat ini, dengan jaring seluas 870 meter persegi yang telah terpasang, proyek ini dapat menjangkau 140 KK – 14 desa – sementara jaring kedua saat ini tengah dibangun.

“Kabut awalnya seperti pesawat terbang.  Awalnya mereka hanya mainan kecil namun, dengan berbagai upaya, banyak hal yang telah berubah … namun butuh investasi,” ujar Derhem.

“Di sepanjang pantai, ada tiga kali lebih banyak kabut dibandingkan dengan yang ada di Gunung Boutmezguida.  Pemerintah menghabiskan dana jutaan untuk proses desalinasi air.  Teknologi pengumpul kabut ini sesuatu yang layak dijajaki.”

Karena dengan sumur-sumur yang kering timbul kecemasan dan risiko selain juga mengikis mata pencaharian dan komunitas tradisional.

Mohamed Zabour, ketua dewan kota setempat, mengatakan lebih dari 60 persen warga kawasan itu hidup tanpa aliran air bersih di rumah-rumah mereka.

Antara tahun 2004 dan 2014, 2.000 dari 5.000 warga lokal pindah ke perkotaan.

“Daerah kami sebenarnya kaya namun butuh infrastruktur.  Dan air adalah satu dari prioritas tersebut,” ujar Zabour.

“Apabila kita tidak menemukan jalan keluarnya dalam 10 tahun ke depan, maka ini akan menjadi bencana … akan menjadi seperti gurun pasir.  Kosong.”

Bagi Ghouate, skema pengumpulan kabut telah meningkatkan kehidupan di desa.

“Saat kita masih kanak-kanak, kita bahkan tidak tahu apa artinya kebutuhan akan air … Sekarang ada lebih sedikit curah hujan dan apabila saya tetap harus pergi ke sumur-sumur, saya tidak akan menemukan cukup air sekarang,” ujarnya.  “Segalanya terkait dengan air, segalanya. Saya tidak perlu khawatir lagi.” [ww]

NEWS: Korban Tewas Kebakaran Sumur Minyak di Aceh Naik Jadi 21

anzhuo66.com – Jumlah korban tewas ledakan sumur minyak di Aceh Timur bertambah menjadi 21 orang dan puluhan lainnya masih dirawat di rumah sakit, AFP melaporkan, Kamis (26/4).

Tumpahan minyak memicu kebakaran besar dengan kobaran api menjulang hingga 79 meter (230 kaki) ke udara pada Rabu (25/4), lebih tinggi dari rumah-rumah dan pohon kelapa sawit di di Desa Peureulak, Aceh Timur.

“Api sudah dipadamkan…Kami masih memonitor korban luka dan situasi kecelakaan ini,” kata Henny Nurmayani, Staf Pusat Data dan Informasi, Badan Penanggulangan Bencana Aceh.

Lebih dari 30 korban luka masih dirawat di rumah sakit, kata Henny.

Para korban sedang mengumpulkan minyak dekat pintu masuk sumur minyak ilegal ketika kebakaran terjadi, kata polisi.

Pihak berwenang masih menyelidiki insiden tersebut, namun memperkirakan api rokok menjadi kemungkinan penyebab kebakaran. [ft/au]

 

NEWS: Korban Tewas Longsor California Bertambah Jadi 17 Orang

anzhuo66.com – Banjir bandang dan tanah longsor telah menewaskan setidaknya 17 orang dan menghancurkan sejumlah rumah di utara dari Los Angeles, di mana kebakaran telah menyebabkan bukit-bukit di sekitarnya gundul.

Paling sedikit 24 orang belum ditemukan, sedangkan pencarian diperluas Rabu (10/1). Tim SAR dari Los Angeles County tiba di sana, dibantu oleh Penjaga Pantai, Garda Nasional, serta badan-badan penegak hukum.

“Kami tidak tahu di mana lokasi para korban,” kata juru bicara Santa Barbara County, Amber Anderson. “Kami menduga di tengah-tengah aliran lumpur itu.”

Badai hujan yang memicu tanah longsor Selasa (8/1) dini hari, sudah berhenti dan membuka jalan bagi tim tanggap darurat yang menyelamatkan penduduk yang terperangkap dalam rumah mereka atau terjerat dalam lumpur setinggi lutut.

Sheriff Santa Barbara County, Bill Brown, mengatakan paling sedikit beberapa puluh rumah telah hancur atau rusak berat, selain banyak kemungkinan lainnya di daerah terpencil. Prioritas utama adalah menemukan setiap orang yang kemungkinan masih hidup di rumah-rumah yang rusak itu. [fw/au]

NEWS: Presiden Trump Berencana Calonkan Purnawirawan AD Jadi Wakil Menlu

anzhuo66.com – Presiden Amerika Donald Trump berencana untuk mencalonkan Andrea Thompson untuk menjadi Wakil Menteri Luar Negeri Amerika urusan pengawasan senjata dan keamanan internasional.

Thompson saat ini menjabat sebagai penasihat khusus di Kantor Perencanaan Kebijakan di Departemen Luar Negeri. Sebelumnya dia bertugas di Gedung Putih sebagai wakil asisten presiden dan penasihat keamanan nasional untuk wakil presiden.

Thompson juga telah berdinas di Angkatan Darat Amerika selama lebih dari 25 tahun, dengan penugasan termasuk di Afghanistan, Irak, dan Bosnia.

Dia juga menjabat sebagai pejabat eksekutif untuk wakil menteri Angkatan Darat, penasihat militer senior Komisi Urusan Luar Negeri DPR, dan tokoh senior dalam kelompok studi strategi Angkatan Darat.[sp]

 

NEWS: Korban Tewas Gempa di Iran-Irak Naik Jadi Lebih Dari 200 Orang

anzhuo66.com – Upaya penyelamatan dan pemberian bantuan terus berlangsung di Iran dan Irak, Senin (13/11) , menyusul gempa 7,3 Skala Richter yang menewaskan lebih dari 200 orang. 

Gempa mengguncang wilayah tersebut pada Minggu (12/11) dengan pusat gempa dekat Kota Halabja di wilayah Kurdistan, Irak.

Korban tewas paling banyak dilaporkan di Iran. Para pejabat Iran mengatakan kepada televisi pemerintah bahwa sebanyak 1,650 orang lainnya juga terluka akibat gempa.

Daerah yang paling parah diguncang gempa adalah Provinsi Kermanshah di Iran, yang memgumumkan tiga hari masa berkabung. 

Gempa awal yang diikuti dengan serangkaian gempa susulan membuat warga yang panik berhamburan keluar dari rumah mereka semalam.

Gempa telah memutus aliran listrik dan saluran telepon ke beberapa kota di Iran dan Irak, sehingga menyulitkan upaya penyelamatan. 

Badan Survei Geologi AS mengatakan gempa pada Minggu itu, terjadi di jalur patahan sepanjang 1.500 yang melintasi Iran dan Irak

Iran telah beberapa kali dilanda gempa mematikan. Gempa pada 2003 di selatan Kota Bam menewaskan setidaknya 26.000 orang, sedangkan gempa pada 2012 di Provinsi Azerbaijan Timur membunuh lebih dari 300 orang. [fw]

 

NEWS: Gempa Guncang Meksiko, Korban Tewas Naik Jadi 248 Orang

anzhuo66.com – Badan Pertahanan Sipil Nasional Rabu pagi (20/9) memastikan korban tewas  akibat gempa berkekuatan 7,1 skala Richter yang mengguncang Meksiko bertambah menjadi 248 orang , kantor berita Associated Press melaporkan. Lebih dari setengah korban tewas adalah penduduk ibu kota Meksiko, Mexico City.

Dalam pernyataan resmi melalui Twitter, kepala Badan Pertahanan Sipil Nasional Luis Felipe Puente mengatakan 117 korban tewas tercatat di Mexico City dan 72 di negara bagian Morelos yang berlokasi selatan dari ibu kota. Korban tewas dari negara bagian Puebla, lokasi pusat gempa, tercatat 43. Dua belas korban tewas berada di negara bagian Meksiko yang mengelilingi Mexico City dari tiga bagian, tiga korban tewas di Guerrero dan satu di  Oaxaca.

Gempa terjadi saat peringatan 32 tahun gempa besar yang membunuh ribuan orang di Mexico City pada tahun 1985 yang semakin menambah kepedihan. Hanya beberapa jam sebelumnya, banyak warga yang turut berpartisipasi dalam latihan penyelamatan gempa yang diadakan Selasa dan sudah menjadi kebiasaan setiap tanggal 19 September.

Masyarakat di Mexico tengah bahu membahu membantu tetangga mereka, sementara ratusan bangunan hancur menjadi gundukan puing-puing. Walikota Mexico City Miguel Angel Mancera mengatakan 44 rusak berat atau hancur. Gempa juga mengakibatkan kebocoran gas dan kebakaran besar. Korban-korban dilaporkan dari sebuah daerah luas, Mexico City dan negara-negara bagian didekatnya, Morelos, Puebla, dan Meksiko. Pusat dari gempa ada di Puebla, 123 kilometer tenggara dari Mexico City.

Mexico City, daerah perkotaan paling padat di dunia dan daerah sekitarnya, dihuni sekitar 20 juta penduduk.

Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto dalam sebuah video yang dirilis Selasa malam, meminta masyarakat untuk tenang dan mengatakan pemerintah sedang bekerja untuk memberikan bantuan, sementara sekitar 40 persen penduduk Mexico City dan 60 persen di negara bagian Morelos tidak mendapatkan aliran listrik.  Namun, ia mengatakan, “prioritas saat ini adalah terus menyelamatkan warga yang masih terjebak dan memberikan perawatan medis bagi yang terluka.”

Tim SAR dan warga sipil berupaya menemukan korban yang selamat. Siaran televisi memperlihatkan orang-orang memanfaatkan apa saja mulai dari peralatan berat sampai mempergunakan tangan mereka untuk memindahkan tumpukan puing-puing.

Presiden Amerika Donald Trump mengirim pesan dukungan untuk Meksiko dari New York, dimana dia sedang menghadiri Sidang Umum PBB. Trump mengirim cuitan: “Tuhan memberkati rakyat Mexico City. Kami bersama Anda dan akan hadir disana untuk membantu Anda.

Pejabat berwenang Meksiko telah menghentikan operasi penerbangan di bandara internasional dan menutup sekolah-sekolah. [jm/fw]

 

NEWS: MILF Tolak Jadi Mediator untuk Militan Terkait ISIS

anzhuo66.com – Pemimpin kelompok terbesar Muslim di Filipina, Al Haji Murad Ebrahim dari Front Pembebasan Islam Moro (MILF) mengatakan kepada kantor berita Associated Press, militan terkait negara Islam ISIS ingin MILF bertindak sebagai penengah bagi kemungkinan penarikan mundur militan itu dari kota Marawi ketika pasukan Filipina melancarkan serangan besar terhadap mereka. Namun MILF tidak bersedia turun tangan.

Menurut Haji Ebrahim Selasa petang, turun tangan akan sulit sebab Presiden Duterte sudah menyatakan pemerintahnya tidak mau berunding dengan teroris.

Ebrahim mengatakan, pemberontakan yang hampir dua bulan di Marawi merupakan yang terburuk yang pernah disaksikannya selama lebih dari 40 tahun sebagai pemberontak di Filipina Selatan.

Militan di Marawi sekarang berantakan akibat pertengkaran di dalam tubuh kelompok militan itu sendiri dan sudah menyatakan lewat utusan-utusan keagamaan bahwa mereka siap bertempur sampai mati. [ps/al]