NEWS: Prancis Kecam AS Karena Sanksi Perusahaan yang Bermitra dengan Iran

anzhuo66.com – Menteri luar negeri Prancis, Jean-Yves Le Derian hari Kamis mengutuk Amerika karena kembali mengenakan sanksi terhadap perusahaan asing yang berdagang dengan Iran. Ia menyebut tindakan itu “tidak dapat diterima.” Ucapannya ini mengungkap perpecahan yang semakin dalam antara Washington dan sekutunya di Eropa tentang isu Iran.

Presiden AS Donald Trump hari Selasa mengumumkan Amerika keluar dari Perjanjian Nuklir Iran dan kembali mengenakan sanksi terhadap Iran serta siapa saja yang berdagang dengan Iran. Washington memberi waktu enam bulan kepada perusahaan Eropa yang berbisnis di Iran untuk menghentikan investasi mereka di sana dan tidak boleh menandatangani kontrak baru atau akan terkena sanksi Amerika.

Le Derian mengatakan, Eropa akan melakukan berbagai upaya untuk melindungi kepentingan perusahaan-perusahaan mereka dan berencana berunding dengan Washington lewat Uni Eropa. [vm/al]

NEWS: Penata Rambut Pakistan Larang Jenggot ‘Goatee’ Karena Tak Islami

anzhuo66.com – Penata rambut di provinsi Khyber Pakhtunkhwa (KP) Pakistan, Senin (6/3), mengumumkan larangan gaya jenggot ‘goatee’ atau jenggot Perancis karena dianggap tidak Islami.

“Kami membuat keputusan setelah berkonsultasi dengan para ulama,” kata ketua Penata Rambut KP Muhammad Sharif Kahlun dalam sebuah konferensi pers.

Kahlun mengatakan para ulama sepakat bahwa gaya jenggot seperti itu harus dilarang, dan bahwa memelihara jenggot dalam Islam sesuai dengan Sunnah Nabi Muhammad.

Ada kecenderungan yang berkembang di kalangan pemuda Pakistan untuk memelihara janggut dengan gaya. Banyak model busana, aktor dan bahkan olahragawan memelihara janggut bergaya itu.

Pemerintah provinsi belum berkomentar mengenai larangan tersebut.

Kahlun mengatakan, keputusan itu bukan hasil dari ancaman atau tekanan dari kelompok manapun. Ia menambahkan keputusan itu diambil setelah tercapai konsensus dalam asosiasi tersebut, “tapi terserah pada setiap tukang cukur apakah mereka berpegang pada apa yang telah kami putuskan atau tidak.”

Ia tidak menyebutkan kemungkinan dampak atau denda jika larangan tersebut dilanggar.

Meskipun Kahlun mengklaim ada konsensus di antara para tukang cukur, beberapa pemilik toko mengatakan kepada VOA mereka tidak senang dengan keputusan itu, karena akan berdampak negatif pada bisnis mereka.

Sebagian orang, terutama kaum muda juga menyampaikan ketidaksenangan atas keputusan itu. Anjuran serupa yang melarang jenggot yang modis dikeluarkan di Kabupaten Kharan, Provinsi Balochistan pada Juni 2017, namun kemudian dibatalkan.

Memaksa pria yang suka berwajah bersih untuk memelihara jenggot gaya Islam adalah salah satu ciri kekuasaan Taliban. [my/ds]