NEWS: Kim Jong Un Ingin Korea Utara Tandingi Kekuatan Militer AS

anzhuo66.com – Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un hari Sabtu (16/9) mengatakan negaranya ingin menandingi kekuatan militer Amerika dan berjanji akan menyelesaikan program nuklirnya.

“Tujuan akhir kita adalah menciptakan ekuilibrium kekuatan nyata dengan Amerika Serikat dan membuat para penguasa Amerika tidak berani berbicara mengenai opsi militer,” Kim Jong Un dikutip mengatakan oleh kantor berita resmi Korea Utara, KCNA.

Kim mengatakan tujuan Korea Utara menyelesaikan kekuatan nuklirnya telah hampir mencapai titik akhir dan ia berjanji menyelesaikan program nuklir meskipun menghadapi sanksi yang semakin berat.

Ia menyerukan upaya keras seluruh negara untuk mencapai sasaran itu dan memiliki kapasitas untuk serangan balasan nuklir yang tidak dapat ditanggulangi Amerika.

Pernyataan itu dikeluarkan sehari setelah Korea Utara meluncurkan misil jarak sedang melewati Jepang untuk kali kedua dalam kurang dari sebulan. Misil itu terbang sejauh 3.700 kilometer sebelum jatuh di Samudera Pasifik, jarak paling jauh yang pernah dicapai Korea Utara.

Kim Jong UN menyatakan kepuasan atas uji coba itu, yang menurutnya menunjukkan keberhasilan negaranya meningkatkan kekuatan nuklirnya.

“Seperti diakui dunia, kita telah memperoleh pencapaian ini meskipun ada sanksi PBB puluhan tahun,” kata Kim Jong Un sebagaimana dikutip KCNA. [ds]

NEWS: Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Korea Selatan

anzhuo66.com – Penasihat perdagangan Presiden Trump, Robert Lighthizer, menyatakan optimisme mengenai kesepakatan dagang yang direvisi dengan Korea Selatan, beberapa hari setelah Trump mengatakan akan mencabut kesepakatan itu.

 

Para legislator senior dan lobi bisnis Amerika menghimbau agar Trump tidak menarik diri dari Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Korea Selatan, KORUS, khususnya pada saat meningkatnya ketegangan terkait ujicoba misil dan nuklir Korea Utara.

 

Berbicara di Mexico City setelah babak kedua perundingan perdagangan bebas dengan Kanada dan Meksiko, NAFTA, Lighthizer mengatakan perundingan dengan Seoul terus dilakukan.

 

Ketika ditanya apakah KORUS akan dibatalkan, ia menjawab “Saya mengharapkan diskusi yang sukses dengan Korea Selatan karena perundingan terus berlangsung dan masalah-masalah terkait kesepakatan itu dari sisi pandang Amerika akan diselesaikan.”

 

Trump mengatakan hari Sabtu ia akan membahas nasib KORUS dengan para penasehatnya pekan ini, menimbulkan kecemasan di kalangan para legislator dan komunitas bisnis. [ds]

 

NEWS: Terkait Uji Coba Peluncuran Misil Korea Utara, Menlu AS : Perlu Tindakan Global Untuk Hentikan Ancaman Global

anzhuo66.com – Menteri luar negeri Amerika, Rex Tillerson mengatakan diperlukan tindakan global untuk menghentikan ancaman global oleh ujicoba peluncuran yang dilakukan Korea Utara atas apa yang tampaknya sebagai misil balistik antar benua.

 

Tindakan terbaru Korea Utara itu, kata Tillerson hari Selasa “merupakan eskalasi baru dalam ancaman terhadap Amerika, sekutu dan mitra Amerika dan dunia’.

 

Tillerson mengatakan, negara mana saja yang menampung pekerja-tamu dari Korea Utara, memberi bantuan ekonomi atau militer atau gagal melaksanakan resolusi PBB mengenai Korea Utara ‘adalah sama dengan membantu dan bersekongkol dengan satu rezim berbahaya’.

 

Korea Utara mengatakan berhasil menguji-coba misil balistik antar benua (ICBM) dan mengklaim roket pengantarnya mampu membawa ‘kepala peluru nuklir yang lebih besar dan berat’. Berdasarkan analisis atas trayek bersudut tajam yang ditelusur roket itu, pakar-pakar Amerika mengatakan misil itu tampaknya mempunyai jarak tempuh yang bisa mencapai Alaska, meskipun dalam ujicoba hari Selasa roket tersebut jatuh ke Laut Jepang. [ps/al]

NEWS: Korea Utara Tuduh Amerika Mendorong Perang Nuklir

anzhuo66.com – Korea Utara hari Selasa menuduh Amerika berusaha mendorong jazirah Korea ke dalam perang nuklir, setelah dua buah pembom jarak jauh Amerika terbang diatas kawasan itu dalam latihan bersama angkatan udara Korea Selatan.

Kedua pembom supersonik B-1B itu dikirim dari pangkalannya di pulau Guam ditengah ketegangan yang terus memuncak karena Korea utara terus melanjutkan program senjata nuklirnya.

Penerbangan kedua pesawat pembom itu terjadi pada saat presiden Amerika Donald Trump mengatakan ia bersedia bertemu dengan pemimpin Korea utara Kim Jong-un kalau situasinya memungkinkan.

Jurubicara departemen pertahanan Korea selatan Moon Sang –gyun mengatakan di Seoul kemarin bahwa latihan bersama dengan Amerika itu diadakan untuk menghentikan provokasi yang dilancarkan Korea Utara, dan sekaligus untuk memeriksa kesiagaan kalau Korea Utara kembali melancarkan uji coba bom nuklir.

Korea utara mengatakan kedua pembom Amerika itu melakukan ujicoba penjatuhan bom nuklir atas sasaran-sasaran penting di Korea Utara, sambil Trump “dan para pejabat Amerika lain yang suka perang terus mendesak dilancarkannya serangan nuklir. Ini semakin mendorong pecahnya perang nuklir di semenanjung Korea,” kata pernyataan Korea utara itu. [ii]