NEWS: Pendiri Apple Tutup Akun Facebok di Tengah Krisis Privasi

anzhuo66.com – Salah satu pendiri Apple, Steve Wozniak, menutup akun Facebooknya, di tengah krisis privasi terburuk dalam sejarah yang mendera raksasa jejaring media sosial tersebut.

Dalam email kepada USA Today, Wozniak mengatakan Facebook menangguk banyak uang iklan dari rincian informasi pribadi yang diberikan oleh para penggunanya. Dia mengatakan “semua keuntungan dihasilkan dari informasi para pengguna, tapi pengguna tidak mendapatkan sama sekali keuntungan.” 

Wozniak mengatakan dia lebih memilih membayar Facebook.

“Apple menghasilkan uang dengan dari produk-produk yang bagus, bukan dari Anda,” kata dia.

Dalam wawancara Senin (9/4) malam di Philadelphia dengan Associated Press, Wozniak mengatakan dia telah beberapa waktu berpikir untuk menghapus akun Facebooknya dan lalu melaksanakan rencananya setelah beberapa teman dekatnya menghapus akun Facebook mereka minggu lalu.

“Ini adalah kemunafikan besar dengan tidak menghormati privasi saya ketika (CEO Facebook Mark) Zuckerberg membeli semua rumah di sekitar dia dan tanah-tanah di sekitar kediamannya di Hawaii untuk menjaga privasinya,” kata Wozniak. “Dia tahu nilai privasi, tapi dia tidak menjaga privasi saya.”

Sebuah perusahaan penambangan data yang terafiliasi dengan kampanye pemilihan presiden Donald Trump dari Partai Republik, mengumpulkan informasi pribadi dari 87 juta pengguna Facebook untuk mempengaruhi hasil pemilu. Facebook, yang bermarkas di Menlo Park, California, telah mengumumkan berbagai perubahan teknis yang bertujuan untuk mengatasi masalah privasi. 

Zuckerberg telah meminta maaf dan eksekutif No. 2 di Facebook, Sheryl Sandberg, mengatakan dia minta maaf karena perusahaan sudah mengecewakan banyak orang. [ft]

NEWS: Piranti Baru Untuk Bantu Polisi Tangani Krisis Opioid Picu Keprihatinan

anzhuo66.com – New Jersey adalah negara bagian terakhir dalam krisis opioid yang mempertimbangkan untuk mengijinkan polisi dan petugas penegak hukum mengakses arsip data yang mengawasi obat-obatan resep tanpa perintah pengadilan. Hal ini menghadapkan privasi pasien dengan kemampuan pemerintah menyelidiki apa yang disebut sebagai “doctor shopping”.

 

Senator faksi Republik dari New Jersey – Robert Singer – memperkenalkan RUU itu hari Selasa (18/7) setelah membahasnya dengan seorang jaksa wilayah, dengan alasan RUU itu akan membantu petugas menarget dokter yang mungkin secara tidak sah telah meresepkan obat-obatan tertentu. “Kita sedang menghadapi krisis (opioid) di negara ini dan ketika kita menghadapi krisis semacam ini, kita harus mengambil tindakan,” ujar Singer. “Langkah ini merupakan piranti lain bagi penegak hukum,” tambahnya.

 

Tetapi RUU itu menghadapi tentangan di New Jersey, terutama dari Gubernur Chris Christie yang mengatakan akan menentang gagasan itu.

 

Opioid adalah obat-obatan yang sangat membuat kecanduan, termasuk obat resep penghilang rasa sakit dan narkotika illegal – terutama heroin.

 

Menurut National Institutes of Health, jumlah kematian akibat obat-obatan opioid tahun 2015 mencapai lebih dari 30 ribu orang, hampir dua kali lipat dibanding sepuluh tahun lalu. Di seluruh Amerika, negara-negara bagian memiliki arsip database pengawasan obat yang memungkinkan apoteker, dokter dan petugas penegak hukum melacak siapa yang memberikan terlalu banyak obat-obatan opioid itu. (em)