NEWS: AS dan Filipina Gelar Latihan Militer Bersama

anzhuo66.com – Militer Amerika dan Filipina sudah mulai latihan terbesar tahunan sejak Presiden Rodrigo Duterte memegang tampuk kekuasaan. Duterte pernah bersumpah akan mengurangi kehadiran militer Amerika di Filipina karena ingin menjalin hubungan yang lebih erat dengan China dan Rusia.

Latihan Balikatan atau bahu-membahu itu dimulai di Manila, Senin (7/5), melibat sekitar delapan ribu pasukan Amerika dan Filipina serta kontingen kecil pasukan Jepang dan Australia.

Di bagian lain Manila terjadi demonstrasi memprotes latihan itu dan menolak kegiatan militer Amerika di Filipina. Direktur latihan Letnan Jenderal Lawrence Nicholson dari Amerika mengatakan latihan itu melambangkan hubungan antara kedua bangsa.

Setelah terpilih menjadi presiden pada 2016 Duterte mengancam akan mengakhiri latihan tahunan itu. Ia amat mengkritisi kebijakan keamanan Amerika, mengambil langkah-langkah menggalakkan hubungan dengan China yang tegang selama di bawah pendahulunya mengenai sengketa wilayah di Laut Cina Selatan.

Para pemimpin Filipina menandaskan latihan tersebut tidak ditujukan terhadap China tetapi terhadap ancaman terorisme perkotaan, krisis buatan manusia dan bencana alam. [vm/al]

NEWS: AS, Korsel Mulai Latihan Angkatan Udara Besar-besaran

anzhuo66.com – Amerika dan Korea Selatan telah memulai latihan angkatan udara gabungan terbesar dengan mengerahkan ratusan pesawat tempur,  termasuk puluhan jet.

Kementerian Pertahanan Korea Selatan, Senin (4/12), mengatakan latihan lima hari yang disebut Vigilant Ace itu, akan meningkatkan kemampuan mereka pada waktu terjadi perang.

Angkatan Udara ke-7 Amerika mengerahkan aset-aset militer strategis utama, termasuk enam pesawat F-22 dan 18 jet F-35 untuk latihan rutin di semenanjung Korea itu. Sekitar 12.000 personel militer AS berpartisipasi dalam latihan gabungan itu.

Latihan itu diadakan seminggu setelah Korea Utara melakukan uji coba rudal balistik antar benua terkuatnya, yang jangkauannya bisa mencapai daratan Amerika.

Pada Minggu (3/12), Senator Amerika Lindsey Graham mengatakan sudah waktunya bagi para anggota keluarga militer Amerika di Korea Selatan untuk meninggalkan negara itu karena konflik dengan Korea Utara makin dekat. [vm]