NEWS: NASA akan Kirim Helikopter Mini ke Planet Mars

anzhuo66.com – NASA berencana akan kirim helikopter swakemudi mini ke planet Mars pada misi penjelajahan berikutnya di Planet Merah tersebut.

Badan antariksa tersebut mengumumkan hari Jumat bahwa helikopter itu akan diangkut oleh kendaraan penjelajah Mars 2020 sebagai demonstrasi teknologi untuk menguji kemampuannya sebagai wahana pemandu dan untuk menjangkau lokasi-lokasi yang tidak dapat dijangkau lewat darat.

Helikopter ini sedang dikembangkan oleh Laboratorium Propulsi Jet milik NASA di California Selatan.

Bobot pesawat ini kurang dari 1,8 kilogram dan memiliki penampang badan kurang lebih seukuran bola softball dan baling-baling kembar yang berputar berlawanan arah yang akan berputar pada kecepatan 3.000 rpm – sebuah kebutuhan di atmosfer Mars yang tipis.  Pengisian ulang daya baterai lithium-ionnya akan dilakukan oleh sel-sel surya.

Penerbangan pesawat ini akan diprogram karena jarak ke Mars menghalangi perintah yang dikirimkan dalam waktu nyata dari bumi. [ww]

NEWS: Kerja Sama Amerika dan Rusia untuk Kirim Manusia ke Mars

anzhuo66.com – Rusia dan Amerika minggu lalu sepakat bekerja sama dalam proyek pembangunan stasiun antarikan yang mengorbit bulan. Badan Antariksa Amerika NASA akan memimpin proyek ini.

Stasiun antariksa, yang masih dalam tahap konseptual, nantinya akan digunakan untuk mengirim manusia ke Planet Mars.

Badan antariksa Amerika itu permulaan tahun ini mengatakan sedang mempelajari apa yang disebut Deep Space Gateway, atau Gerbang ke Alam Raya, suatu proyek bertahap untuk menyiapkan manusia pergi ke tempat-tempat yang lebih jauh dari bumi.

Proyek itu membayangkan pembangunan sebuah pelabuhan antariksa berawak yang mengorbit bulan, yang akan digunakan sebagai batu loncatan untuk menjelajah benda-benda angkasa yang lebih jauh.

Stasiun antariksa internasional itu, yang bisa digunakan untuk eksplorasi di bulan oleh manusia dan robot, dan tempat persinggahan pesawat antariksa, adalah calon utama pengganti stasiun antariksa internasional yang ada sekarang. Stasiun itu telah menghabiskan biaya 100 miliar dolar dan merupakan proyek antariksa terbesar saat ini.

Badan antariksa Rusia Roscosmos dan NASA mengatakan telah menandatangani perjanjian kerjasama itu hari minggu lalu ketika berlangsung konferensi astronautika di Adelaide, Australia.Kata NASA, kerjasama itu mencerminkan pandangan ke depan oleh kedua badan antariksa tadi untuk memperluas eksplorasi manusia di alam raya.

“Kendati proyek ‘Gerbang Ke Alam Raya’ itu masih dalam tahap awal, NASA senang melihat adanya minat internasional untuk membangun stasiun antariksa yang mengorbit bulan,” kata Robert Lightfoot, pejabat NASA di Washington.

Pakar-pakar Rusia dan Amerika akan bekerja sama membangun stasiun yang akan mengorbit bulan itu dan juga kerjasama eksplorasi di permukaan bulan, kata pernyataan Roscosmos.

Kedua peserta program besar itu sepakat akan menggunakan standar konstruksi yang sama untuk mencegah timbulnya masalah di antariksa nanti, kata Igor Komarov, direktur umum Roscosmos, yang mengutip berbagai kesulitan yang dialami oleh seorang astronaut Amerika dalam film fiksi sains “Gravity”.

Kata Komarov lagi, Roscosmos dan NASA akan menggunakan standardisasi dalam pembuatan unit-unit docking atau penggabungan dengan stasiun antariksa itu, dan juga dalam pembuatan alat-alat penyelamatan.

Amerika dan Rusia juga telah membahas penggunaan roket-roket Proton-M dan Angara buatan Rusia untuk membangun stasiun antariksa itu mulai pertengahan tahun 2020 nanti.

Penjelajahan antariksa adalah satu dari sedikit kerjasama internasional yang telah berlangsung lama antara Amerika dan Rusia, yang tidak terpengaruh oleh ketegangan politik seperti aneksasi Krimea oleh Rusia dan perang di Suriah. [ii]