NEWS: Kanada Antisipasi Gelombang Migran Warga El Salvador yang Pindah dari AS

anzhuo66.com – Kanada mengatakan hari Senin, pihaknya akan siap menghadapi gelombang pencari suaka El Salvador yang melintasi perbatasannya, setelah Amerika mengumumkan akan menghentikan perlindungan khusus yang mempengaruhi sekitar 200.000 orang.

Pemerintah AS mengumumkan Senin, akhir status perlindungan khusus untuk orang-orang El Salvador, yang diberi waktu 18 bulan untuk mengupayakan membuat status hukum mereka sah, atau menghadapi deportasi.

Mereka diberi perlindungan setelah gempa bumi tahun 2001. Menteri Keselamatan Publik, Ralph Goodale mengatakan, Ottawa telah menyusun rencana tak terduga selama berbulan-bulan dan akan mengadakan pertemuan lagi hari Selasa.

Bagian dari tindakan keras yang lebih luas terhadap imigrasi ilegal oleh Presiden AS Donald Trump itu dilakukan, setelah 59.000 warga Haiti yang sudah tinggal lama dan 5.300 orang Nikaragua dicabut perlindungannya akhir tahun lalu.

Banyak dari mereka yang meninggalkan Amerika setelah kehilangan perlindungan, bersama dengan para migran dari negara lain, melintasi perbatasan ke Kanada di daerah terpencil seperti hutan Quebec dan dataran beku Manitoba.

Langkah seperti itu memberi mereka kesempatan untuk memperoleh status pengungsi di Kanada. Jika mereka mendarat di bandara AS atau Kanada, mereka diproses lebih cepat, dan peluang untuk tinggal lebih kecil. Sebagian dari warga Haiti dan negara-negara Afrika Barat telah meninggal karena terpaan suhu dingin selama penyeberangan itu. [ps/jm]

NEWS: Italia Akan Kirim Patroli ke Pantai Libya Untuk Hentikan Migran

anzhuo66.com – Italia berencana mengirim kapal perang untuk membantu para petugas penjaga pantai Libya melawan penyelundup yang telah mengangkut ribuan migran ke Italia.

Perdana Menteri Italia Paolo Gentiloni mengatakan hari Kamis bahwa langkah itu dapat menjadi “titik balik” dalam krisis migran yang telah mencengkeram Eropa selama berbulan-bulan.

Tahun ini saja, sekitar 100.000 migran dari Afrika, Asia Selatan dan Timur Tengah tiba di Italia, meningkat tujuh persen dari periode yang sama tahun lalu. Lebih dari 2.000 lainnnya meninggal dunia dalam usaha melakukan pelayaran berbahaya .

Karena gagalnya rencana Uni Eropa untuk menyebarkan ribuan migran yang dibawa ke Italia, ke negara-negara lain, Gentiloni mengatakan pemerintahnya akan memberitahu anggota parlemen minggu depan mengenai permintaan Libya agar kapal-kapal angkatan laut Italia untuk berpatroli di pantai Laut Tengah.

Perdana Menteri Libya Fayez Serraj, yang memimpin pemerintah persatuan yang didukung PBB dan berpusat di Tripoli, bertemu di Roma dengan pemimpin Italia tersebut hari Rabu, dan meminta bantuan . Gentiloni mengatakan pemerintahnya sedang menyusun rincian misi angkatan laut.

Kapal-kapal militer dari negara-negara Eropa, kapal-kapal yang diurus oleh organisasi –organisasi bantuan dan kapal kargo komersial sering menyelamatkan laki-laki, perempuan dan anak-anak yang melakukan pelayaran di Laut Tengah yang berbahaya.

Akhir-akhir ini, sebagian besar yang diselamatkan di laut itu adalah migran dari negara-negara negara-negara Afrika karena alasan ekonomi, yang tidak mungkin mendapat suaka.

Krisis migran telah memicu ketegangan antara Italia dan negara-negara Uni Eropa lainnya, yang enggan membagi beban migran yang mengalir ke Italia, meskipun sebagian besar migran itu ingin bermukim di negara-negara Eropa lainnya. (SP/II)