NEWS: Temuan Tulang Dari 1940 Kemungkinan Milik Amelia Earhart

anzhuo66.com – Tulang-tulang yang ditemukan di sebuah pulau terpencil di Pasifik pada 1940 kemungkinan besar adalah milik Amelia Earheart, penerbang legendaris yang hilang, kata seorang pakar antropologi dari Tennessee, Kamis (8/3).

Richard Jantz dalam tulisan di jurnal Forensic Anthropology, mengatakan bukti “cukup meyakinkan” bahwa tulang-tulang tersebut adalah Earhart.

Studi sebelumnya mengenai tulang-tulang yang ditemukan di pulau Nikumaroro menyimpulkan tulang tersebut adalah milik seorang pria.

Tulang-tulang tersebut sudah hilang. Tapi Jantz menggunakan teknik baru untuk mempelajari ukuran tulang yang terekam itu dan mengatakan teknik itu sangat mendukung kesimpulan bahwa tulang tersebut adalah milik seorang perempuan.

“Satu-satunya orang terdokumentasi sebagai kemungkinan pemilik tulang-tulang itu adalah Amelia Earheart.”

Baca: Pencarian Atas Nasib Penerbang Amelia Earhart Diakhiri

Earhart dan navigatornya Fred Noonan hilang di atas laut Pasifik dalam usaha mereka untuk terbang keliling dunia pada 1937.

Banyak teori mengenai apa yang menimpa mereka, termasuk saksi yang mengatakan ia dipenjara oleh Jepang.

Artikel itu berpendapat Earhart “diketahui berada di wilayah Pulau Nikumaroro, ia hilang, dan tulang belulang manusia yang ditemukan sangat cocok dengan Earhart dan tidak cocok dengan sebagian besar lainnya.”

Berdasarkan pengukuran dan analisis forensik lainnya, Jantz menyimpulkan “sampai bukti definitif diajukan bahwa tulang-tulang itu bukan milik Amelia Earhart, argumen yang paling meyakinkan adalah tulang itu adalah miliknya.” [my/ds]

NEWS: Snapchat Hapus Kanal Milik Al Jazeera di Arab Saudi

anzhuo66.com – Pemerintah Arab Saudi telah meminta Snap untuk menghapus kanal Discover Publisher milik Al Jazeera yang tayang di negara tersebut karena sudah melanggar hukum, kata perusahaan media sosial ini Minggu (17/8).

“Kami akan berusaha untuk mematuhi hukum di negara di mana kami beroperasi,” kata juru bicara Snapchat dalam pernyataanya kepada Reuters Minggu.

Keputusan menghapus kanal ini telah dilaporkan oleh Wall Street Journal.

Konflik ini adalah contoh terbaru bagaimana perusahaan teknologi terpojok dalam isu-isu geopolitik dan saat yang sama berusaha menavigasi sensor atas isi dari platformnya, menurut laporan Wall Street.