NEWS: Israel Tembakkan Misil ke Fasilitas Militer Suriah

anzhuo66.com – Media resmi Suriah, Senin (4/11), mengatakan Israel telah menembakkan misil ke arah fasilitas militer di dekat Damaskus. Sistem pertahanan udara Suriah telah mencegat tiga dari misil-misil itu.

“Sistem pertahanan kami mencegat serangan misil Israel terhadap fasilitas kami di pinggiran Kota Damaskus dan tiga misil telah ditembak jatuh,” kata kantor berita resmi SANA, yang menambahkan bahwa serangan terjadi pukul 11:30 pagi waktu setempat.

Seorang saksi mata mengatakan kepada Reuters, Senin petang terdengar tiga ledakan keras dari arah Jamraya, di barat Damaskus. Saksi mata lain mengatakan asap tebal terlihat mengepul di kawasan itu.

Di Jamraya terdapat fasilitas riset militer yang menjadi sasaran serangan, yang diduga dilakukan Israel pada 2013.

Juru bicara militer Israel mengatakan, mereka tidak menanggapi laporan berita dari negara lain. 

Israel pernah menarget posisi-posisi milisi Lebanon Hizbullah di dalam wilayah Suriah, di mana kelompok yang didukung Iran itu bertempur bersama tentara Suriah.

Pada Sabtu (2/12), media resmi Suriah mengatakan misil-misil Israel menarget sebuah posisi militer di selatan Damaskus, dan bulan September Israel menyerang lokasi militer Suriah yang diyakini terkait dengan produksi senjata kimia. [ds]

 

NEWS: Kim Jong Un Ingin Korea Utara Tandingi Kekuatan Militer AS

anzhuo66.com – Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un hari Sabtu (16/9) mengatakan negaranya ingin menandingi kekuatan militer Amerika dan berjanji akan menyelesaikan program nuklirnya.

“Tujuan akhir kita adalah menciptakan ekuilibrium kekuatan nyata dengan Amerika Serikat dan membuat para penguasa Amerika tidak berani berbicara mengenai opsi militer,” Kim Jong Un dikutip mengatakan oleh kantor berita resmi Korea Utara, KCNA.

Kim mengatakan tujuan Korea Utara menyelesaikan kekuatan nuklirnya telah hampir mencapai titik akhir dan ia berjanji menyelesaikan program nuklir meskipun menghadapi sanksi yang semakin berat.

Ia menyerukan upaya keras seluruh negara untuk mencapai sasaran itu dan memiliki kapasitas untuk serangan balasan nuklir yang tidak dapat ditanggulangi Amerika.

Pernyataan itu dikeluarkan sehari setelah Korea Utara meluncurkan misil jarak sedang melewati Jepang untuk kali kedua dalam kurang dari sebulan. Misil itu terbang sejauh 3.700 kilometer sebelum jatuh di Samudera Pasifik, jarak paling jauh yang pernah dicapai Korea Utara.

Kim Jong UN menyatakan kepuasan atas uji coba itu, yang menurutnya menunjukkan keberhasilan negaranya meningkatkan kekuatan nuklirnya.

“Seperti diakui dunia, kita telah memperoleh pencapaian ini meskipun ada sanksi PBB puluhan tahun,” kata Kim Jong Un sebagaimana dikutip KCNA. [ds]

NEWS: Analis: Ancaman Militer Rusia ‘Gertak Sambal’, Tetapi Risiko Konflik Meningkat

anzhuo66.com – Serangkaian manuver berbahaya bulan ini di atas Laut Baltik, dan penembakan pesawat sekutu Rusia oleh Amerika di Suriah telah memicu keprihatinan di kalangan analis pertahanan bahwa bentrokan langsung antara Rusia dan Amerika, meskipun tidak disengaja, bisa secara cepat menjadi tidak terkendali.

Laporan mengatakan, sebuah pesawat tempur Rusia dan pesawat pengintai Amerika Senin terbang sangat dekat, pada jarak 2 meter, dan situasi seperti ini dianggap tidak aman oleh militer Amerika.

Pesawat SU 27 Rusia itu terbang mendekat pada kecepatan tinggi dan pilotnya sembrono, kata juru bicara Pentagon.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, pesawat pengintai RC 135 milik Amerika itu membuat gerak provokatif terhadap pesawat tempur Rusia.

Berbahaya kalau pesawat terbang sebegitu dekatnya satu sama lain, demikian kata analis pertahanan Pavel Felgenhauer.

“Tetapi yang terjadi di Laut Baltik, adalah menciptakan ketegangan yang tidak perlu, oleh kedua belah pihak,” katanya. “Jadi itu sebuah insiden yang berbahaya, tetapi dalam kenyataannya, masing-masing fihak tidak bermaksud bentrok.”

Penerobosan ke dalam wilayah udara negara anggota NATO meningkat sejak Moskow melakukan aneksasi semenanjung Krimea pada 2014 dan memberi dukungan militer berkesinambungan kepada separatis pro-Rusia di Ukraina timur.

“Tidak diragukan, paling tidak untuk saya, Rusia dan fihak Barat berada dalam situasi perang dingin yang baru,” kata analis pertahanan dan deputi redaktur dari Yezhenedelny Zhurnal, Alexander Golts.

“Perang Dingin adalah situasi dimana ada masalah yang tidak bisa dipecahkan, tidak secara diplomatis maupun militer. Masalah itu adalah Ukraina,” tambahnya.

Kata Golts, isunya, dari sudut pandang Rusia, Rusia tidak bisa menarik diri dari “perang rahasia” di Ukraina, dan kalau hal itu tidak dilakukan, NATO tidak akan memulihkan kerjasama. Sementara itu perang kata-kata dan manuver-manuver berisiko oleh kedua belah fihak menimbulkan eskalasi konflik militer. [jm]