NEWS: Jepang Deteksi Sinyal Radio yang Mungkin Persiapan Tes Misil Korut

anzhuo66.com – Jepang telah mendeteksi sinyal radio yang menunjukkan Korea Utara mungkin menyiapkan peluncuran misil balistik lagi, meski sinyal seperti itu bukan hal yang tidak lazim dan gambar satelit tidak menunjukkan kegiatan luar biasa, menurut sumber pemerintah Jepang, Selasa (28/11).

Setelah meluncurkan misil setiap dua atau tiga bulan sejak April, Korea Utara menghentikan kegiatan itu pada September. Penghentian itu dilakukan setelah Pyongyang meluncurkan sebuah roket melewati wilayah udara Hokkaido, Jepang.

”Ini tidak cukup untuk menentukan apakah peluncuran akan segera dilakukan,” kata sumber tadi kepada Reuters.

Kantor berita Kyodo melaporkan, Senin, bahwa pemerintah Jepang disiagakan setelah menangkap sinyal radio seperti itu, yang mengisyaratkan peluncuran akan dilakukan dalam beberapa hari. Laporan itu juga mengatakan, sinyal radio itu mungkin terkait dengan latihan militer musim dingin tentara Korea Utara.

 Kantor berita Yonhap mengutip sumber pemerintah Korea Selatan juga melaporkan bahwa pejabat intelijen di Amerika, Korea Selatan, dan Jepang belum lama ini mendeteksi tanda-tanda kemungkinan peluncuran misil.

 Ditanya mengenai laporan media itu, juru bicara Pentagon, Kolonel Robert Manning, mengatakan Amerika terus memantau Korea Utara dengan seksama. [ds]

NEWS: Trump Mungkin akan Desak Xi Jinping Berbuat Lebih Banyak ‘Jinakkan’ Korut

anzhuo66.com – Presiden Trump ditengarai akan mendesak Presiden China Xi Jinping untuk berbuat lebih banyak dalam menjinakkan Korea Utara apabila keduanya bertemu di Beijing bulan depan. Ini bertolak dari pandangan bahwa konsolidasi kekuasaan yang dilakukan Xi Jinping memberinya wewenang lebih besar untuk melakukan itu.

Presiden Trump akan bertolak tanggal 3 November melawat ke Jepang, Korea Selatan, China, Vietnam dan Filipina.

Ini lawatannya ke-empat ke Asia sejak memegang jabatan bulan Januari dengan prioritas utama: mencegah agar konfrontasi dengan Korea Utara menjadi tidak terkendali. [al]

NEWS: AS Mungkin Kembalikan Dua Kompleks Diplomatik Rusia

anzhuo66.com – Pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan untuk mengembalikan dua kompleks diplomatik Rusia yang terletak di pantai timur Amerika setelah disita tahun lalu oleh pemerintahan Obama.

Kedua kompleks, satu di pesisir New York dan lainnya di pesisir Maryland, oleh pemerintahan Obama diduga dipakai untuk kegiatan intelijen dan diperintahkan untuk dikosongkan pada 29 Desember. Presiden Barack Obama juga mengenakan sanksi terhadap Rusia sehubungan campur tangannya dalam pemilihan presiden.

Presiden Donald Trump sekarang sedang mempertimbangkan apakah akan mengembalikan kedua kompleks itu kepada Moskow dan sebagai imbalannya Rusia memberi beberapa konsesi, demikian menurut laporan Washington Post dan Reuters.

Menurut beberapa sumber yang tidak disebutkan, pejabat Amerika telah berbicara dengan Moskow tentang pengembalian kompleks-kompleks ini kalau Rusia membatalkan larangan kegiatan konstruksi konsulat Amerika di St Petersburg dan berhenti mengganggu diplomat-diplomat Amerika di Rusia.

Proses perundingan ini masih dalam tahap dini, dan RC Hammond seorang pembantu Menlu Amerika Rex Tillerson, mengatakan kepada Washington Post, Amerika dan Rusia belum mencapai kesepakatan. [jm]

NEWS: Amerika Mungkin Tambah Sanksi-Sanksi Baru Bagi Pejabat Venezuela

anzhuo66.com – Pemerintah Amerika memperingatkan kemungkinan pengenaan saksi-sanksi baru atas para pejabat Venezuela, karena presiden Nicolas Maduro terus mendorong perombakan UUD ditengah krisis politik yang meningkat dan demonstrasi tiap hari minta supaya ia mengundurkan diri.

Pejabat tinggi departemen LN Amerika menyatakan “keprihatinan mendalam” hari Selasa atas maksud Maduro mengadakan konvensi konstitusi sambil ia berusaha menguasai kemarahan rakyat karena buruknya perekonomian di negeri itu.

Tampaknya presiden Maduro sekali lagi berusaha mengubah aturan permainan, kata Michael Fitzpatrick, wakil menteri LN urusan belahan bumi bagian barat.

Tokoh-tokoh oposisi menyerukan diadakannya pawai besar hari Rabu di Caracas untuk memperkuat tekanan atas Maduro yang telah berlangsung satu bulan tanpa henti. Hari Selasa, para demonstran mengacaukan lalulintas dengan menaruh pecahan-pecahan beton dan potongan-potongan besi di jalan-jalan, dan membakar tumpukan sampah.

Presiden Maduro minggu ini menandatangani dekrit untuk menyusun kembali UUD Venezuela yang dibuat oleh pendahulunya mendiang presiden Hugo Chavez.[ii]