NEWS: AS Perketat Pengawasan Impor Komponen Nuklir China

anzhuo66.com – Departemen Energi Amerika mengatakan, Kamis (12/10), Amerika memperketat pengawasan atas impor teknologi nuklir sipil oleh China agar tidak digunakan bagi untuk tujuan militer atau tujuan lain yang tidak diperbolehkan, Reuters melaporkan.

Kebijakan itu dikeluarkan di tengah perang dagang yang semakin memanas antara kedua negara. Bulan lalu Presiden Trump mengenakan tarif impor senilai hampir $ 200 miliar atas barang buatan China yang masuk ke Amerika.

China kemudian membalas mengenakan tarif atas barang Amerika yang masuk ke China senilai sekitar $ 60 miliar.

Menteri Energi Amerika Rick Perry mengatakan Amerika tidak dapat mengabaikan implikasi keamanan nasional dari upaya China mendapatkan teknologi nuklir di luar kerja sama teknologi nuklir sipil yang ada antara kedua negara. [al]

NEWS: Korea Utara Tuduh Amerika Mendorong Perang Nuklir

anzhuo66.com – Korea Utara hari Selasa menuduh Amerika berusaha mendorong jazirah Korea ke dalam perang nuklir, setelah dua buah pembom jarak jauh Amerika terbang diatas kawasan itu dalam latihan bersama angkatan udara Korea Selatan.

Kedua pembom supersonik B-1B itu dikirim dari pangkalannya di pulau Guam ditengah ketegangan yang terus memuncak karena Korea utara terus melanjutkan program senjata nuklirnya.

Penerbangan kedua pesawat pembom itu terjadi pada saat presiden Amerika Donald Trump mengatakan ia bersedia bertemu dengan pemimpin Korea utara Kim Jong-un kalau situasinya memungkinkan.

Jurubicara departemen pertahanan Korea selatan Moon Sang –gyun mengatakan di Seoul kemarin bahwa latihan bersama dengan Amerika itu diadakan untuk menghentikan provokasi yang dilancarkan Korea Utara, dan sekaligus untuk memeriksa kesiagaan kalau Korea Utara kembali melancarkan uji coba bom nuklir.

Korea utara mengatakan kedua pembom Amerika itu melakukan ujicoba penjatuhan bom nuklir atas sasaran-sasaran penting di Korea Utara, sambil Trump “dan para pejabat Amerika lain yang suka perang terus mendesak dilancarkannya serangan nuklir. Ini semakin mendorong pecahnya perang nuklir di semenanjung Korea,” kata pernyataan Korea utara itu. [ii]