NEWS: Saluran Televisi Pakistan Keluhkan Pemblokiran Siarannya

anzhuo66.com – Para pejabat jaringan  televisi swasta Pakistan terbesar, Geo, mengatakan hari Jumat bahwa operator-operator kabel telah memblokir siarannya di hampir 80 persen negara itu.

Menurut  Rana Jawad yang mengepalai bagian pemberitaan Geo, saluran tadi telah mengalami hambatan-hambatan semena-mena dalam beberapa tahun terakhir di daerah-daerah tertentu dan tempat-tempat sekitarnya di seluruh negara itu.

Dia mengatakan kepada VOA, “Tetapi pemblokiran dan gangguan yang melumpuhkan itu   telah memburuk dalam pekan-pekan belakangan ini dan jaringan itu terpaksa tidak mengudara di hampir 80 persen negara itu.”

Di kota-kota besar seperti Karachi dan Lahore, saluran itu tidak dapat diakses di 90 persen daerah-daerah itu, tambah Jawad.

Jawad menegaskan, terserah kepada pemerintah dan regulator medianya untuk secepatnya menyelidiki dan menentukan siapa yang menghambat siaran itu.

Perdebatan-perdebatan di media sosial mengenai masalah itu memperkuat persepsi secara luas bahwa angkatan darat yang sangat kuat telah menekan para operator kabel agar mengganggu siaran Geo. Beberapa postingan  mengutip kritikan jaringan siaran itu terhadap kebijakan keamanan dan pengaruh militer yang semakin kuat mengenai masalah-masalah sipil sebagai kemungkinan  penyebab  gangguan siaran tersebut. [sp/ii]

NEWS: Penata Rambut Pakistan Larang Jenggot ‘Goatee’ Karena Tak Islami

anzhuo66.com – Penata rambut di provinsi Khyber Pakhtunkhwa (KP) Pakistan, Senin (6/3), mengumumkan larangan gaya jenggot ‘goatee’ atau jenggot Perancis karena dianggap tidak Islami.

“Kami membuat keputusan setelah berkonsultasi dengan para ulama,” kata ketua Penata Rambut KP Muhammad Sharif Kahlun dalam sebuah konferensi pers.

Kahlun mengatakan para ulama sepakat bahwa gaya jenggot seperti itu harus dilarang, dan bahwa memelihara jenggot dalam Islam sesuai dengan Sunnah Nabi Muhammad.

Ada kecenderungan yang berkembang di kalangan pemuda Pakistan untuk memelihara janggut dengan gaya. Banyak model busana, aktor dan bahkan olahragawan memelihara janggut bergaya itu.

Pemerintah provinsi belum berkomentar mengenai larangan tersebut.

Kahlun mengatakan, keputusan itu bukan hasil dari ancaman atau tekanan dari kelompok manapun. Ia menambahkan keputusan itu diambil setelah tercapai konsensus dalam asosiasi tersebut, “tapi terserah pada setiap tukang cukur apakah mereka berpegang pada apa yang telah kami putuskan atau tidak.”

Ia tidak menyebutkan kemungkinan dampak atau denda jika larangan tersebut dilanggar.

Meskipun Kahlun mengklaim ada konsensus di antara para tukang cukur, beberapa pemilik toko mengatakan kepada VOA mereka tidak senang dengan keputusan itu, karena akan berdampak negatif pada bisnis mereka.

Sebagian orang, terutama kaum muda juga menyampaikan ketidaksenangan atas keputusan itu. Anjuran serupa yang melarang jenggot yang modis dikeluarkan di Kabupaten Kharan, Provinsi Balochistan pada Juni 2017, namun kemudian dibatalkan.

Memaksa pria yang suka berwajah bersih untuk memelihara jenggot gaya Islam adalah salah satu ciri kekuasaan Taliban. [my/ds]