NEWS: Pasukan Perlindungan Regional Tambahan Tiba di Juba

anzhuo66.com – Tambahan tentara asing tiba di Ibu Kota Sudan Selatan sebagai bagian dari Pasukan Perlindungan Regional yang diamanatkan oleh Dewan Keamanan PBB. Namun seorang analis Sudan Selatan mengatakan pasukan penjaga perdamaian tambahan itu tidak akan berdampak pada konflik mematikan di negara tersebut, jika pasukan tersebut tidak ditempatkan di luar Juba.

Sebanyak 270 tentara Rwanda yang tiba pada Sabtu (10/2), bergabung dengan sekitar 600 personel lain dari Bangladesh, Ethiopia, Pakistan dan Rwanda. Francesca Mold, juru bicara Misi PBB di Sudan Selatan (UNMISS), mengatakan tambahan pasukan Rwanda akan datang melalui jalan darat, dan jumlah tentara nantinya akan menjadi 4.000 orang.

Dewan Keamanan memberi mandat pada 2016 agar pasukan itu melindungi fasilitas dan rute utama di Juba, dan memperkuat keamanan lokasi Perlindungan Penduduk Sipil PBB, di mana ribuan pengungsi Sudan Selatan tinggal karena pertempuran di kota dan desa mereka.

Augustino Ting Mayai, analis kebijakan di Sudd Institute yang berbasis di Juba, mengatakan situasi ibu kota tersebut stabil, sehingga tidak ada alasan bagi pasukan yang baru tiba untuk tinggal di Juba.

Pada Agustus, kepala UNMISS David Shearer mengatakan bahwa kedatangan dan penempatan pasukan secara bertahap akan memungkinkanpenjaga perdamaian UNMISS yang ada untuk memperluas kehadiran mereka ke daerah-daerah yang terkena dampak konflik di luar Juba.

Dewan Keamanan PBB membentuk Pasukan Perlindungan Regional untuk Sudan Selatan setelah kekerasan maut terjadi di Juba antara pasukan pemerintah dan pengawal mantan Wakil Presiden Pertama Riek Machar. [as/al]

NEWS: Pasukan Tunisia Bunuh Anggota Senior al-Qaida

anzhuo66.com – Pasukan khusus Tunisia telah membunuh seorang anggota senior al-Qaida Maghreb Islami (AQIP) di wilayah terpencil di bagian barat negara itu, dekat perbatasan dengan Aljazair.

Para pejabat Tunisia mengidentifikasi militan itu sebagai Bilel Kobi, pembantu senior Abu Musab Abdul Wadud, pemimpin AQIM.

Seorang militan lainnya tewas dalam operasi itu, ketika satuan khusus Garda Nasional dan tentara Tunisia mengepung sebuah kelompok militan bersenjata di Kasserine, Sabtu (201/) malam, menurut Kementerian Dalam Negeri.

ISIS mengaku bertanggung jawab atas sebagian besar serangan di Tunisia termasuk serangan terhadap hotel dan museum yang menewaskan puluhan wisatawan pada 2015 dan serangan militan yang menyeberang dari Libya ke Tunisia pada 2016.

Lebih dari 3.000 warga Tunisia telah pergi selama beberapa tahun terakhir ini untuk bertempur bersama ISIS kelompok militan lain di Irak, Suriah, dan Libya. Pihak berwenang bersiap-siap menghadapi ancaman yang timbul, jika mereka pulang ke Tunisia. [ds/sp]

 

 

NEWS: Pasukan yang Didukung Amerika di Suriah Katakan, Pihak Rusia Serang Posisi Mereka

anzhuo66.com – Pasukan yang didukung Amerika di provinsi Deir el Zour Timur mengatakan, pasukan Rusia menyerang posisi mereka di sebuah daerah yang baru-baru ini mereka rebut dari ISIS.

Pasukan Demokratik Suriah mengatakan serangan Rusia menewaskan salah satu anggota mereka dan mencederai dua lainnya pada Senin di ladang gas alam Conoco, yang berhasil mereka rebut dari ISIS pada akhir minggu lalu.  Rusia membantah laporan itu.

Jurubicara koalisi Kolonel Angkatan Darat Amerika Ryan Dillon memberi tahu VOA bahwa lapora awal belum bisa memberi konfirmasi apakah ada korban yang jatuh.  Rudal darat ke darat katanya, diduga berasal dari pasukan Suriah atau Rusia.

Koalisi segera menghubungi militer Rusia setelah serangan itu lewat sebuah jaringan komunikasi khusus untuk situasi seperti itu di Suriah, kata Dillon.

Kemungkinan konflik seperti itu telah meningkat sejak kedua belah pihak berusaha mengalahkan ISIS di provinsi yang kaya minyak dan gas alam itu. [jm]

NEWS: DK PBB Kutuk Serangan Roket atas Kamp Pasukan Pemelihara Perdamaian di Mali

anzhuo66.com – Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengutuk ” sekeras-kerasnya ” serangan roket terhadap kamp penjaga perdamaian di Mali yang menewaskan satu orang dan melukai sembilan lainnya.

 

Dewan itu menuntut pemerintah Mali segera menyelidiki serangan tersebut dan menyeret orang-orang yang melakukannya ke pengadilan.

 

Berdasarkan hukum internasional, menarget penjaga perdamaian bisa dianggap kejahatan perang.

 

Ekstremis Islam yang menyebut diri mereka Kelompok pendukung Islam dan Muslim mengklaim bertanggung

jawab atas serangan roket hari Rabu di kamp di Timbuktu.

Militan yang terkait dengan Al-Qaida berada di belakang serangan roket lainnya di kamp tersebut tahun lalu.

 

Pasukan penjaga perdamaian PBB dan pasukan Perancis membantu Mali menangani sisa-sisa pemberontak Islam di utara.

Militan mengambil alih sebentar wilayah itu pada tahun 2012 setelah kudeta yang gagal di Bamako.

 

Militan juga menyebar ke Mali selatan, di perbatasan dengan Burkina Faso.

 

Dewan Keamanan menegaskan dukungan penuhnya bagi misi penjaga perdamaian di Mali dan mendesak semua pihak untuk sepenuhnya melaksanakan kesepakatan perdamaian negara itu.[sp]