NEWS: Kritik Iran Terhadap Proyek Dam Afghanistan Timbulkan Reaksi Keras Pejabat di Kabul

anzhuo66.com – Pejabat Afghanistan bereaksi keras terhadap ucapan Presiden Iran Hassan Rouhani baru-baru ini, sehubungan dengan pengelolaan air dan proyek irigasi di Afghanistan.

 

Berbicara di sebuah konferensi internasional tentang badai pasir dan isu lingkungan di Teheran hari Senin, Rouhani mengkritik proyek-proyek bendungan pemerintah Afghanistan, yang merupakan bagian dari beberapa inisiatif ekonomi dan pembangunan yang baru-baru ini dimulai di Afghanistan.

 

Anggota parlemen Afghanistan menuduh bahwa ucapan Rouhani jelas dan sengaja campur tangan dalam urusan Afghanistan dan merongrong kedaulatan negara tersebut.

 

“Dewan Perwakilan Rakyat tidak akan diam terhadap ucapan Rouhani,” kata anggota parlemen Abdul Qader Qalatwal, yang mewakili provinsi Zabul selatan.

 

“Kami mempunyai hak untuk memiliki bendungan irigasi dan listrik di Afghanistan,” kata Kiramuddin Rezazada, seorang anggota parlemen Afghanistan yang juga marah.

 

Pemerintah Afghanistan baru-baru ini meluncurkan beberapa proyek pengelolaan ekonomi dan air di seluruh negeri, yang memicu reaksi dari negara-negara tetangga, khususnya Iran.

 

Otoritas Iran menghendaki jatah air yang lebih besar dari Afghanistan. Itu telah menimbulkan kekhawatiran bahwa sebuah bendungan pembangkit listrik tenaga air dan irigasi yang didanai India yang disebut Salma di provinsi Herat barat, dapat mengurangi aliran air ke Iran. [ps/al]

 

 

NEWS: Amerika Mungkin Tambah Sanksi-Sanksi Baru Bagi Pejabat Venezuela

anzhuo66.com – Pemerintah Amerika memperingatkan kemungkinan pengenaan saksi-sanksi baru atas para pejabat Venezuela, karena presiden Nicolas Maduro terus mendorong perombakan UUD ditengah krisis politik yang meningkat dan demonstrasi tiap hari minta supaya ia mengundurkan diri.

Pejabat tinggi departemen LN Amerika menyatakan “keprihatinan mendalam” hari Selasa atas maksud Maduro mengadakan konvensi konstitusi sambil ia berusaha menguasai kemarahan rakyat karena buruknya perekonomian di negeri itu.

Tampaknya presiden Maduro sekali lagi berusaha mengubah aturan permainan, kata Michael Fitzpatrick, wakil menteri LN urusan belahan bumi bagian barat.

Tokoh-tokoh oposisi menyerukan diadakannya pawai besar hari Rabu di Caracas untuk memperkuat tekanan atas Maduro yang telah berlangsung satu bulan tanpa henti. Hari Selasa, para demonstran mengacaukan lalulintas dengan menaruh pecahan-pecahan beton dan potongan-potongan besi di jalan-jalan, dan membakar tumpukan sampah.

Presiden Maduro minggu ini menandatangani dekrit untuk menyusun kembali UUD Venezuela yang dibuat oleh pendahulunya mendiang presiden Hugo Chavez.[ii]