NEWS: Nadal Mulai Era Baru Dengan Pelatih Baru

anzhuo66.com – Rafael Nadal berhasil membungkam berbagai komentar mengenai akhir karirnya dengan memenangi gelar AS dan Perancis Terbuka tahun lalu. Namun Nadal akan memulai pertempuran untuk kembali meraih gelar-gelar tersebut tanpa pelatih setia dan pamannya, Toni, sedangkan dia masih berjuang mengatasi cedera.

Tahun ini, Nadal kembali berlaga di Australia Terbuka di bawah asuhan pelatih baru, Carlos Moya, setelah mengatasi cedera lutut kronis. Nadal kalah dalam 5-set pertandingan final menegangkan dari lawan lamanya, Roger Federer di turnamen yang sama.

Moya, mantan petenis nomor satu dunia, akan memimpin tim Mallorca, setelah selama musim terakhir bekerja dengan Rafael dan Toni untuk mempersiapkan masa pensiun Toni. Moya membantu Nadal kembali beraksi setelah tiga tahun paceklik gelar grand slam.

Dia membantu Nadal memperbaiki servis kedua, hingga petenis Spanyol itu mampu memenangkan gelar kesepuluh Roland Garros tanpa kalah satu set dan melibas Kevin Anderson di final di New York.

“Ini adalah era baru dan akan seperti beradaptasi dengan rutinitas yang berbeda. Moya sudah punya ide-ide baru dan metode baru yang telah terbukti bekerja dengan baik dan kami sangat senang,” kata Moya dalam wawancara dengan koran Spanyol, AS, Desember 2017.

Nadal, 31 tahun, menjadi petenis tertua yang mengakhiri tahun lalu sebagai petenis nomor satu dunia, meskipun stres dan ketegangan fisik akhirnya memuncak dan memaksa dia mengundurkan diri dari final ATP World Tour pada November, setelah kalah di laga pembuka. [fw/au]

NEWS: Gagal Lolos ke Piala Dunia 2018, Italia Pecat Pelatih Ventura

anzhuo66.com – Bila Peru dan Australia sedang bersuka ria, Italia harus menelan pil pahit. Untuk pertama kali dalam 60 tahun, tim Azzurri ini gagal berlaga di putaran Piala Dunia 2018 di Rusia, setelah kalah babak playoff melawan Swedia.

Buntut dari kekalahan ini, Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) memecat pelatih tim nasional, Gian Piero Ventura pada Rabu (15/11).

FIGC dalam pernyataan awalnya menyebutkan Ventura “tidak lagi melatih” tim yang sudah empat kali menjadi juara Piala Dunia itu. Federasi tidak menyebutkan apakah Ventura dipecat atau mengundurkan diri.

Namun sumber di FIGC mengatakan kepada Reuters bahwa pelatih berusia 69 tahun itu telah dipecat.

Di luar kebiasaan, FIGC juga tidak mengucapkan terima kasih kepada Ventura atas jasanya, maupun mendoakan kesuksesan dia di masa depan.

Presiden FIGC, Carlo Tavecchio, kemudian mengatakan kepada wartawan bahwa dia sudah berbicara dengan Ventura dan memberitahunya bahwa “kami sudah tidak lagi membutuhkan jasa dia. Jadi, sejak hari ini, Italia tidak punya pelatih.”

Tavecchio malah menambahkan bahwa dia akan mengadakan pertemuan pada Senin (20/11) untuk mendiskusikan masa depan sepak bola Italia.

“Kami telah melihat beberapa pelatih penting yang bisa menjadi manajer yang baru,” kata dia.

Ventura menggantikan Antonio Conte menyusul Piala Eropa 2016 dan awalnya diberi kontrak dua tahun. Pada Agustus, kontrak Ventura diperpanjang hingga turnamen Piala Eropa 2020 karena FIGC senang dengan kemajuan tim nasional Italia.

Ventura tidak pernah memenangkan gelar kejuaraan penting atau melatih klub papan atas seperti AC Milan, Inter Milan atau Juventus. Dia lebih banyak melatih klub-klub divisi yang lebih rendah, namun dikenal sebagai pelatih bertangan dingin untuk pemain-pemain muda.

Ini adalah pertama kalinya sejak 1958, Italia gagal lolos ke Piala Dunia. [fw/au]