NEWS: Korut Rilis Video Kim Jong Un Menyaksikan Peluncuran Misil

anzhuo66.com – Korea Utara, Kamis (30/11), merilis video yang menunjukkan pemimpin negara itu, Kim Jong Un, mengawasi peluncuran misil balistik antar benua baru.

Misil Hwasong-15 diluncurkan Rabu (29/11) pagi dari sebuah fasilitas di barat Pyongyang. Misil baru ini mencapai ketinggian 4.500 kilometer, lebih dari 10 kali lipat ketinggian orbit Stasiun Antariksa Internasional, dan terbang sejauh seribu kilometer sebelum jatuh di perairan zona ekonomi eksklusif Jepang di timur Semenanjung Korea.

Kim Jong Un menyatakan peluncuran itu sukses, dan sesumbar bahwa rezimnya telah mewujudkan cita-cita besar mencapai status sebagai negara nuklir

Menurut para ilmuwan, misil Hwasong-15 memiliki cukup jangkauan untuk mencapai wilayah daratan Amerika Serikat, namun misil itu tidak akan mampu membawa kepala peluru nuklir karena terlalu berat.

Para analis tidak yakin bahwa Korea Utara telah menguasai sepenuhnya teknologi yang memastikan bahwa misil akan mampu masuk kembali ke atmosfir bumi tanpa terbakar. [ds]

 

 

NEWS: Terkait Uji Coba Peluncuran Misil Korea Utara, Menlu AS : Perlu Tindakan Global Untuk Hentikan Ancaman Global

anzhuo66.com – Menteri luar negeri Amerika, Rex Tillerson mengatakan diperlukan tindakan global untuk menghentikan ancaman global oleh ujicoba peluncuran yang dilakukan Korea Utara atas apa yang tampaknya sebagai misil balistik antar benua.

 

Tindakan terbaru Korea Utara itu, kata Tillerson hari Selasa “merupakan eskalasi baru dalam ancaman terhadap Amerika, sekutu dan mitra Amerika dan dunia’.

 

Tillerson mengatakan, negara mana saja yang menampung pekerja-tamu dari Korea Utara, memberi bantuan ekonomi atau militer atau gagal melaksanakan resolusi PBB mengenai Korea Utara ‘adalah sama dengan membantu dan bersekongkol dengan satu rezim berbahaya’.

 

Korea Utara mengatakan berhasil menguji-coba misil balistik antar benua (ICBM) dan mengklaim roket pengantarnya mampu membawa ‘kepala peluru nuklir yang lebih besar dan berat’. Berdasarkan analisis atas trayek bersudut tajam yang ditelusur roket itu, pakar-pakar Amerika mengatakan misil itu tampaknya mempunyai jarak tempuh yang bisa mencapai Alaska, meskipun dalam ujicoba hari Selasa roket tersebut jatuh ke Laut Jepang. [ps/al]