NEWS: Ketidakpastian Membayangi Pemilu Italia Bulan Depan

anzhuo66.com – Italia akan melangsungkan pemilu bulan depan, di tengah meningkatnya pengaruh kekuatan populis di Eropa, dan mantan Perdana Menteri Silvio Berlusconi masih membayangi kancah politik negara itu.

Diperkirakan tidak akan ada partai yang memenangkan suara mayoritas, sehingga ada kemungkinan terbentuk koalisi dengan Berlusconi sebagai “kingmaker.”

Setelah pemungutan suara Brexit 2016 dan bangkitnya golongan ultra kanan di Perancis, Jerman, dan Austria tahun lalu, sekarang perhatian tertuju ke Italia, negara dengan perekonomian terbesar nomor tiga di kawasan Euro.

Menurut jajak pendapat, koalisi antara partai Forza Italia yang berhaluan kanan tengah dan dipimpin Berlusconi dan Liga Utara dan Fratelli d’Italia memimpin dengan 35 persen suara menjelang pemilu 4 Maret.

Partai tunggal terbesar, M5S, menyusul pada urutan dua dengan 28 persen, diikuti partai kiri tengah yang berkuasa, Partai Demokrat, dengan 25 persen, menunjukkan bahwa jutaan pemilih masih belum menentukan pilihan. [ds/sp]

 

 

NEWS: Warga Kurdi Suriah Utara Lakukan Pemilu Lokal

anzhuo66.com – Warga Kurdi di Suriah Utara telah memberikan suara dalam pemilu, memilih pemimpin lokal yang mereka harapkan membantu meningkatkan kekuatan politik mereka dalam upaya memperoleh otonomi regional.

Sekitar 5.700 kandidat memperebutkan kursi dewan kota, dalam tahap kedua dari proses tiga tahap untuk membentuk sistem pemerintah federal di Suriah utara.

Tahap pertama, yang dilangsungkan bulan September, memilih anggota badan perwakilan tingkat komunitas. Yang ketiga, dijadwalkan bulan Januari, akan memilih anggota dewan yang akan bertindak sebagai parlemen pemerintah sistem federal di Suriah utara.

Belum ada pengumuman mengenai jumlah pemilih yang memberikan suara, sehingga tidak diketahui jumlah pemilih yang memutuskan tinggal di rumah. Juga tidak jelas apakah pemilu berlangsung sukses dalam upaya mengikutsertakan kaum minoritas Arab di kawasan.

Pemantau Amerika dan Rusia memonitor pemilihan ini, dalam upaya memastikan bahwa pemilu berlangsung bebas, adil, dan transparan. [ds]

NEWS: Perusahaan Teknologi Siap Beri Keterangan atas Intervensi Asing dalam Pemilu AS

anzhuo66.com – Sejak pemilihan presiden Amerika tahun 2016 yang berlangsung hampir setahun yang lalu, pengawasan makin ketat mengenai bagaimana kegiatan-kegiatan yang didukung Rusia menggunakan akun di Facebook, Google dan Twitter berusaha untuk mempengaruhi hasilnya.

Eksekutif dari perusahaan-perusahaan tersebut mulai Selasa hadir sekurangnya dalam tiga sidang dengar Kongres untuk menghadapi pertanyaan dari anggota Kongres mengenai apa yang terjadi dan bagaimana rencana tanggapan mereka.

Apa yang terjadi pada layanan perusahaan internet selama pemilihan 2016 “merongrong proses politik kita,” kata Ann Ravel, seorang profesor di Berkeley Law School dan mantan komisaris Komisi Pemilu Federal, badan federal yang menegakkan undang-undang pembiayaan kampanye.

Para pengamat mengatakan sorotan Kongres mengenai internet menandai pergeseran anggapan anggota Kongres dan masyarakat mengenai jaringan komunikasi global. [my/al]