NEWS: Ribuan Orang Berkumpul Dukung Mantan Presiden Brazil Sementara Dia Menolak Penahanan Penjara

anzhuo66.com – Ribuan pengikut dari mantan presiden Brazil, Luiz Inacio Lula da Silva, berkumpul Sabtu di luar sebuah markas serikat pekerja pabrik baja, dimana da Silva berlindung sementara terjadi konfrontasi dengan polisi, yang diperintahkan untuk menangkap dirinya.

Da Silva dijadwalkan mulai menjalani hukuman penjara 12 tahun Jumat atas tuduhan penyuapan, tetapi dia pergi ke gedung serikat pekerja di pinggiran Sao Paulo, dimana bertahun-tahun sebelumnya di mulai karirnya sebagai pemimpin buruh.

Ketika mantan presiden beraliran kiri itu memasuki bangunan, dia dikelilingi oleh ribuan pendukung dan anggota dari Partai Pekerja, yang mengenakan kemeja merah dan mengibarkan bendera merah. Masa itu mencegah polisi menangkap dirinya setelah tenggat waktu pengadilan berlalu. Polisi mengatakan, mereka tidak akan mengupayakan penahanannya sementara perundingan untuk mengakhiri konfrontasi ini diteruskan.

Dua sumber yang dekat dengan da Silva memberitahu Associated Press, dia tidak akan menyerahkan diri di Curitiba, ibukota negara bagian Brazil, Parana, di selatan, sebagaimana diperintahkan oleh hakim. Sumber itu mengatakan, dia mempertimbangkan menunggu polisi di markas serikat pekerja itu atau menyerahkan diri di Sao Paulo pada Sabtu.

Pengacara da Silva menyerahkan sebuah permohonan Jumat sore kepada Mahkamah Agung agar menunda hukuman itu, setelah kalah di peradilan banding.

Hukuman itu kemungkinan akan mengakhiri karir politik presiden yang mewakili kelas pekerja di Brazil. Hukum Brazil melarang seorang kandidat untuk mencalonkan diri selama 8 tahun setelah menjalani hukuman penjara. [jm]

NEWS: Pengadilan Seoul Tangguhkan Hukuman Penjara Ahli Waris Samsung 

anzhuo66.com – Ahli waris Grup Samsung, Jay Y. Lee, bebas setelah pengadilan banding Korea Selatan, Senin (5/2), menangguhkan hukuman penjara atas tindak pidana korupsi yang melibatkan mantan presiden, Reuters melaporkan. Lee sempat ditahan selama satu tahun.

Pengadilan Tinggi Seoul memenjarakan Lee selama 2,5 tahun, mengurangi lama masa hukuman menjadi setengah, dan menunda hukuman untuk dakwaan, termasuk penyuapan dan penggelapan. Artinya, Lee tidak harus menjalani hukuman.

Lee, 49 tahun, ahli waris satu dari beberapa kerajaan korporat terbesar di dunia, telah ditahan sejak Februari. 

Presiden Park Geun-Hye diberhentikan pada Maret tahun lalu, setelah dimakzulkan akibat kasus yang menyoroti hubungan antara keluarga konglomerat besar, atau dikenal dengan istilah chaebol di Korea Selatan, dengan para pemimpin politik.

Park, yang telah menyangkal melakukan kejahatan, sedang menghadapi persidangan dengan tuduhan penyuapan, penyalahgunaan kekuasaan dan pemaksaan.

Hakim Ketua Cheong Hyung-sik pada Senin (5/2) mengatakan keterlibatan Lee dalam memberikan dukungan keuangan bagi Choi adalah “kepatuhan terhadap kekuasaan politik secara pasif.”

Para jaksa penuntut dan Samsung tidak segera menanggapi putusan tersebut. Lee, yang wajahnya tampak kelelahan, tidak memperlihatkan emosi apapun, ketika amar putusan dibacakan.

Para jaksa penuntut telah menuntut hukum penjara 12 tahun bagi Lee. Putusan itu akan diajukan untuk banding di Mahkamah Agung, menurut para ahli hukum. [fw/au]

NEWS: Iran Hukum Cendekiawan AS Penjara 10 Tahun Atas Tuduhan ‘Spionase’

anzhuo66.com –  

Pengadilan Iran menghukum cendekiawan China-Amerika penjara 10 tahun atas tuduhan “penyusupan”, demikian dikatakan jurubicara pengadilan Iran hari Minggu. Pengumuman itu memicu protes langsung dari Departemen Luar Negeri Amerika.

 

Xijue Wang, usia 37 tahun, berkewarganegaraan ganda China dan Amerika, ditangkap hampir setahun lalu, menurut Mizan Online, kantor berita yang dikelola pengadilan Iran.

 

Setidaknya empat warga Iran-Amerika saat ini ditahan di Iran, dan orang kelima bebas, menunggu banding hukuman 18 tahun penjara atas tuduhan kejahatan keamanan nasional.

 

Pejabat Princeton University mengidentifikasi Xiyue Wang sebagai peneliti dan mahasiswa pascasarjana tahun keempat yang berusaha meraih gelar doktor dalam sejarah Eurasia akhir abad 19 dan awal abad ke-20.

 

Laporan yang disetujui rezim itu dan terbit di Iran menyebutkan, Xiyue Wang ditangkap 8 Agustus 2016, dan dituduh mengirim informasi rahasia tentang Iran ke Departemen Luar Negeri Amerika, ke Pusat Kajian Iran dan Teluk Persia Sharmin and Bijan Mossavar-Rahmani Princeton University, ke Harvard Kennedy School dan British Institute of Persian Studies.

 

Wang “secara digital mengarsip” 4.500 halaman dokumen Iran untuk institusi peneliti asing, menurut Mizan Online.

 

Hubungan Iran-Amerika yang tegang selama bertahun-tahun, secara drastis memburuk sejak Presiden Donald Trump mengatakan akan meninjau kembali partisipasi Amerika dalam kesepakatan nuklir yang dicapai dengan Iran tahun 2015. Kesepakatan bersejarah antara dan kelompok negara kuat dunia, termasuk Amerika, dipuji sebagai terobosan dalam upaya membendung ambisi nuklir Iran.[ka]