NEWS: Trump Bubarkan Komisi Penyelidikan Penipuan Surat Suara

anzhuo66.com – Presiden Donald Trump telah membubarkan sebuah komisi pemerintah yang ditugaskan untuk menyelidiki apa yang dia sebut sebagai “penipuan surat suara besar-besaran.”

Seorang juru bicara Trump mengatakan, Rabu (3/1), bahwa “walaupun ada cukup banyak bukti penipuan,” banyak negara bagian yang tidak mau memberikan daftar pemilih seperti yang diminta oleh komisi.

“Daripada terlibat perdebatan hukum yang berkepanjangan dan menghabiskan uang pajak, hari ini saya menandatangani perintah eksekutif untuk membubarkan komisi itu,” kata Trump lewat juru bicaranya.

Trump mengatakan, ia akan minta Departemen Keamanan Dalam Negeri untuk “meninjau kembali isu-isu itu dan menentukan langkah selanjutnya.”

Trump memenangkan pemilihan presiden 2016 lewat suara mayoritas Dewan Pemilih atau Electoral College, tapi lawannya, Hillary Clinton, mendapat tiga juta suara lebih banyak.

Trump menanggapi hal itu dengan membentuk Komisi Penasihat Kepresidenan untuk Menyelidik Integritas Pemilu. Ia berkeras bahwa Clinton memenangkan suara lebih banyak karena berjuta-juta orang yang tidak terdaftar ikut memilih atau mengikuti pemilihan presiden berkali-kali. Tapi Trump belum pernah membuktikan tuduhan adanya penipuan dalam pemilu itu. [ii]

 

NEWS: Komisi Senat AS Cari Informasi Penyelidikan Tentang Rusia dari Mantan Pembantu Trump

anzhuo66.com – Sebuah komisi Senat Amerika yang menyelidiki tuduhan bahwa Rusia mencampuri pemilu Amerika baru-baru ini telah memerintahkan beberapa mantan pembantu Presiden Donald Trump untuk menyerahkan informasi tentang kemungkinan hubungan mereka dengan Rusia.

Salah seorang yang diamati, Carter Page, mantan penasihat kebijakan luar negeri Trump, mengecam komite intelijen Senat dalam sebuah surat yang diumumkan hari Jumat, dengan menyebut penyelidikan tersebut sebagai “penyelidikan palsu”.

Page mengatakan dalam suratnya bahwa jika anggota komisi menginginkan rincian tentang komunikasinya dengan orang Rusia, mereka harus bertanya kepada mantan Presiden Barack Obama. 

Dia mengatakan bahwa bahan yang dimilikinya “sangat kecil” dibandingkan dengan informasi yang dikumpulkan oleh pemerintahan Obama sebagai bagian dari apa yang dia sebut sebagai “perintah rahasia” untuk mengawasi kegiatannya.

Panel Senat juga meminta catatan dari mantan ketua kampanye Trump, Paul Manafort, mantan penasihat Trump Roger Stone, dan mantan Penasihat Keamanan Nasional Michael Flynn, sebagai bagian dari penyelidikan itu.

Komisi intelijen Senat dan DPR bersama para pejabat FBI sedang menyelidiki usaha Rusia mempengaruhi pemilihan presiden tahun 2016. [sp]