NEWS: Greenpeace: Sinarmas Tebang Hutan Selama Perjanjian Konservasi

anzhuo66.com – Kelompok lingkungan hidup Greenpeace telah mengakhiri moratorium lima tahun dengan salah satu perusahaan kertas terbesar di dunia dan menuduh perusahaan tersebut menebangi hutan-hutan tropis di Indonesia selama keduanya melakukan kerja sama konservasi, Associated Press melaporkan.

Pengumuman pada Rabu (16/5) itu, yang dipicu investigasi Associated Press, mengakhiri secara mendadak perjanjian penting yang disepakati pada 2013. Berdasarkan perjanjian itu, Greenpeace setuju untuk menghentikan kampanye global menentang Sinarmas dan anak perusahaannya Asia Pulp & Paper, apabila mereka berkomitmen mengakhiri pembalakan, penyerobotan lahan dan konflik dengan masyarakat setempat.

Sinarmas tidak segera memberikan tanggapan atas pernyataan Greenpeace.

Setelah liputan AP dirilis pada Desember tahun lalu, Greenpeace melakukan penyelidikan sendiri. Kelompok itu mengatakan analisis gambar satelit memperlihatkan bahwa dua perusahaan terkait Sinarmas menebang hutan dan lahan gambut seluas hampir 8.000 hektar di Borneo selama lima tahun Greenpeace menasihati perusahaan milik keluarga itu mengenai konservasi hutan. [vm/al]

NEWS: AS Keluar dari Perjanjian Nuklir, Saudi Isyaratkan Naikkan Produksi Minyak

anzhuo66.com – Arab Saudi mengisyaratkan, Rabu (9/5), pihaknya mungkin akan menaikkan produksi minyak untuk menutup potensi kekurangan pasokan akibat sanksi baru yang diterapkan terhadap Tehran setelah AS keluar dari perjanjian nuklir dengan Iran, Reuters melaporkan.

Kenaikan harga minyak didukung oleh perkiraan bahwa Trump akan mundur dari kesepakatan nuklir. Langkah ini akan memukul ekspor minyak Iran dan memicu ketegangan di Timur Tengah, yang memasok sepertiga dari pasokan minyak harian dunia.

Arab Saudi “akan bekerja sama dengan produsen-produsen utama dan para konsumen di dalam dan luar OPEC untuk membatasi dampak kekurangan pasokan,” kata seorang pejabat Kementerian Energi Arab Saudi, Rabu, yang dikutip oleh kantor berita pemerintah, SPA.

“Menyusul keputusan AS untuk mundur dari kesepakatan nuklir dengan Iran, Arab Saudi berkomitmen untuk mendukung stabilitas pasar minyak untuk kepentingan para produsen dan konsumen serta keberlanjutan pertumbuhan ekonomi global,” kata pejabat tersebut.

Penurunan ekspor Iran akibat pemberlakuan kembali sanksi AS dan penurunan produksi yang tidak direncanakan di negara-negara anggota OPEC lainnya, artinya pengurangan pasokan minyak OPEC bisa lebih besar dari yang diinginkan. Hal itu meningkatkan kekhawatiran bahwa harga minyak akan naik cepat.

OPEC akan bertemu Juni. Banyak pihak memperkirakan OPEC akan terus melanjutkan pemotongan produksi sampai akhir 2018.

Iran memproduksi 3,8 juta barel per hari minyak atau menyumbang 4 persen pasokan minyak dunia. Negara itu tercatat sebagai negara produsen OPEC terbesar ketiga setelah Arab Saudi dan Irak. [ft]

 

NEWS: Tillerson: AS akan Berusaha Pertahankan Perjanjian Nuklir dengan Iran

anzhuo66.com – Para pejabat pemerintahan Trump sedang berunding dengan Kongres Amerika untuk mengusahakan penyelesaian hukum supaya Amerika tidak perlu membatalkan perjanjian nuklir dengan Iran.

Hal ini dikatakan oleh Menteri Luar Negeri Rex Tillerson dalam wawancara dengan kantor berita Associated Press hari Jumat (5/1).

Perubahan peraturan yang mengatur keikutsertaan Amerika dalam perjanjian nuklir tahun 2015 itu mungkin bisa dicapai minggu depan atau tidak lama setelah itu, kata Tillerson.

Presiden Donald Trump menghadapi batas waktu dalam beberapa hari mendatang tentang bagaimana menghadapi perjanjian nuklir dengan Iran itu, yang disebutnya sebagai “perjanjian paling buruk” yang pernah diadakan Amerika.

Perundingan yang melibatkan Gedung Putih, Departemen Luar Negeri dan Kongres Amerika itu kemungkinan tidak akan menambah pembatasan atau sanksi-sanksi atas kegiatan nuklir Iran seperti yang diinginkan Trump, tapi akan memperkuat cara Amerika memantau dan mengawal perjanjian itu, kata Tillerson.

“Presiden mengatakan ia ingin agar perjanjian itu diperbaiki atau dibatalkan sama sekali,” kata Tillerson kepada Associated Press.

“Jadi yang sedang kami usahakan adalah menghasilkan sebuah rumusan untuk memperbaiki perjanjian itu,” kata Tillerson. [ii]

NEWS: Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Korea Selatan

anzhuo66.com – Penasihat perdagangan Presiden Trump, Robert Lighthizer, menyatakan optimisme mengenai kesepakatan dagang yang direvisi dengan Korea Selatan, beberapa hari setelah Trump mengatakan akan mencabut kesepakatan itu.

 

Para legislator senior dan lobi bisnis Amerika menghimbau agar Trump tidak menarik diri dari Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Korea Selatan, KORUS, khususnya pada saat meningkatnya ketegangan terkait ujicoba misil dan nuklir Korea Utara.

 

Berbicara di Mexico City setelah babak kedua perundingan perdagangan bebas dengan Kanada dan Meksiko, NAFTA, Lighthizer mengatakan perundingan dengan Seoul terus dilakukan.

 

Ketika ditanya apakah KORUS akan dibatalkan, ia menjawab “Saya mengharapkan diskusi yang sukses dengan Korea Selatan karena perundingan terus berlangsung dan masalah-masalah terkait kesepakatan itu dari sisi pandang Amerika akan diselesaikan.”

 

Trump mengatakan hari Sabtu ia akan membahas nasib KORUS dengan para penasehatnya pekan ini, menimbulkan kecemasan di kalangan para legislator dan komunitas bisnis. [ds]