NEWS: Presiden Trump Berencana Calonkan Purnawirawan AD Jadi Wakil Menlu

anzhuo66.com – Presiden Amerika Donald Trump berencana untuk mencalonkan Andrea Thompson untuk menjadi Wakil Menteri Luar Negeri Amerika urusan pengawasan senjata dan keamanan internasional.

Thompson saat ini menjabat sebagai penasihat khusus di Kantor Perencanaan Kebijakan di Departemen Luar Negeri. Sebelumnya dia bertugas di Gedung Putih sebagai wakil asisten presiden dan penasihat keamanan nasional untuk wakil presiden.

Thompson juga telah berdinas di Angkatan Darat Amerika selama lebih dari 25 tahun, dengan penugasan termasuk di Afghanistan, Irak, dan Bosnia.

Dia juga menjabat sebagai pejabat eksekutif untuk wakil menteri Angkatan Darat, penasihat militer senior Komisi Urusan Luar Negeri DPR, dan tokoh senior dalam kelompok studi strategi Angkatan Darat.[sp]

 

NEWS: Jajak Pendapat: Popularitas Presiden Trump Tetap Sekitar 30%

anzhuo66.com – Serangkaian jajak pendapat menunjukan popularitas Presiden Donald Trump masih berkisar 30 persen. Namun Trump, Selasa (14/11), membantah hasil jajak pendapat tersebut dan menunjuk satu angket lain dengan hasil yang lebih tinggi, sebagai hasil yang benar.

Jajak pendapat terbaru Universitas Quinnipiac menunjukkan responden tidak mendukung kebijakan Trump selama 10 bulan pertama jabatannya dengan perbandingan 58-35. Sebanyak 40 persen responden mengatakan Trump layak menjadi presiden dan sisa 57 persen lainnya menyatakan sebaliknya.

Jajak pendapat lain akhir-akhir ini menunjukkan hasil serupa. Jajak pendapat Gallup pada Selasa (14/11) menunjukkan pendapat negatif 57-38. Pekan lalu, Reuters/Ipsos menunjukkan angka negatif Trump 60-35, yang disebut sebagai terendah dalam tujuh dasawarsa untuk sepuluh bulan pertama masa jabatan seorang presiden.

Namun melalui Twitter Trump mengutip hasil jajak pendapat Rasmussen Reports yang condong ke Partai Republik, yang menunjukkan nilai negatif 53-46. Dia mengecam media berita nasional yang mengatakan bahwa tingkat popularitasnya sekitar 30 persen.

Angka Rasmussen menurun untuk Trump pada Selasa, menjadi nilai negatif 55-44.

Quinnipiac mengatakan dengan perbandingan 58-37, responden berpendapat bahwa Trump tidak jujur, 59-38 responden berpendapat Trump tidak memiliki keterampilan kepemimpinan yang baik, dan 59-39 responden mengatakan bahwa Trump tidak peduli pada warga Amerika. Untuk segi positifnya, Quinnipiac mengatakan bahwa dengan perbandingan 58-39 responden berpendapat Trump adalah tokoh yang kuat dan 55-41 responden berpendapat bahwa dia cerdas. [ds]

NEWS: Ribuan Demonstran Sambut Presiden Trump di New York

anzhuo66.com – Kedatangan Presiden Donald Trump di kediamannya di Trump Tower di sambut ribuan demonstran. Mereka meneriakkan kata-kata “bukan presiden saya” dan “memalukan!” ketika iring-iringan mobil Presiden Trump bergerak sepanjang Fifth Avenue di Manhattan menuju tempat kediamannya di Trump Tower.

Sekelompok kecil pendukung Trump juga tampak menyambut presiden Amerika itu, yang singgah sebentar di kediamannya di New York dari liburannya di New Jersey.

Di dekat gedung Trump Tower, tempat kediaman pribadi Presiden Trump para demonstran tampak membawa poster-poster yang bertuliskan “makzulkan” dan “Gedung Putih bukan tempat bagi kelompok supremasi kulit putih”, dan teriakan-teriakan ‘New York benci padamu” bergema diantara gedung-gedung pencakar langit di sekitarnya.

Komentar awal Presiden Trump tentang kerusuhan yang terjadi di Charlottesville, akhir minggu lalu, yang menyebut aksi kekerasan dan kemunafikan “dilakukan oleh banyak pihak” telah memicu tekanan kuat selama dua hari untuk mengutuk aksi kelompok supremasi kulit putih itu.

“Itu menunjukkan bahwa dalam saat-saat krisis, presiden tidak melakukan apa yang diharapkan rakyat,” kata Adam Vasquez seorang pembuat video yang berumur 26 tahun.

Di pihak lain kira-kira 20 orang pendukung Trump yang berada dekat Trump Plaza berseru “Tuhan memberkahi presiden Trump”. Mereka melambai-lambaikan bendera Amerika dan poster-poster yang bertuliskan “sekarang bukanlah waktunya untuk memecah belah.”

Kedua kelompok demonstran yang bertentangan itu, yang dipisahkan oleh polisi, saling berteriak “kalian pulang saja!.” [ii]

NEWS: Gedung Putih Bela Undangan untuk Presiden Filipina yang Kontroversial

anzhuo66.com – Gedung Putih, Minggu (30/4) membela undangan Presiden Donald Trump kepada Presiden Filipina untuk berkunjung ke Washington dengan mengatakan perlunya memperkuat aliansi Asia melawan meningkatnya ancaman Korea Utara mengalahkan keprihatinan atas penumpasan berdarah Presiden Rodrigo Duterte di dalam negeri terhadap penyelundupan narkoba,

“Tidak ada ancaman yang lebih besar yang dihadapi negara ini dan kawasan Amerika dari pada apa yang terjadi di Korea Utara,” kata kepala staf Gedung Putih, Reince Preibus dalam wawancara dengan ABC News. “Tidak memandang apakah mereka warga baik atau jahat, yang kita harap akan melakukan lebih baik bagi negara mereka. Kita harus bersatu mengenai Korea Utara,” imbuhnya.

Komentar Priebus disampaikan sehari setelah Gedung Putih mengumumkan undangan itu dan hanya beberapa jam setelah juru bicara kepresidenan Filipina mengatakan Trump mengatakan kepada Duterte melalui telepon bahwa ia ingin menjalin “hubungan hangat dan baik”.

Pernyataan Gedung Putih menyebut percakapan antara kedua pemimpin melalui telepon “sangat bersahabat”. Pernyataan itu juga menggambarkan hubungan “sekarang menuju arah yang positif”.

Meski demikian pernyataan itu tidak menyinggung mengenai kontroversi seputar perang terhadap penyelundupan narkoba yang dikecam luas, program yang disertai kekerasan yang membuat prihatin PBB dan sebagian besar kepala negara Barat. [my/al]