NEWS: Prancis Kecam AS Karena Sanksi Perusahaan yang Bermitra dengan Iran

anzhuo66.com – Menteri luar negeri Prancis, Jean-Yves Le Derian hari Kamis mengutuk Amerika karena kembali mengenakan sanksi terhadap perusahaan asing yang berdagang dengan Iran. Ia menyebut tindakan itu “tidak dapat diterima.” Ucapannya ini mengungkap perpecahan yang semakin dalam antara Washington dan sekutunya di Eropa tentang isu Iran.

Presiden AS Donald Trump hari Selasa mengumumkan Amerika keluar dari Perjanjian Nuklir Iran dan kembali mengenakan sanksi terhadap Iran serta siapa saja yang berdagang dengan Iran. Washington memberi waktu enam bulan kepada perusahaan Eropa yang berbisnis di Iran untuk menghentikan investasi mereka di sana dan tidak boleh menandatangani kontrak baru atau akan terkena sanksi Amerika.

Le Derian mengatakan, Eropa akan melakukan berbagai upaya untuk melindungi kepentingan perusahaan-perusahaan mereka dan berencana berunding dengan Washington lewat Uni Eropa. [vm/al]

NEWS: Rekrut Imigran Ilegal, Pemangkas Pohon AS Kena Sanksi Jutaan Dolar

anzhuo66.com – Pengadilan Amerika menjatuhkan denda senilai 95 juta dolar terhadap sebuah perusahaan penyedia jasa pemangkasan pohon karena secara sengaja merekrut imigran ilegal.

Jaksa Penuntut mengatakan, denda yang dijatuhkan terhadap Asplundh Tree yang berpusat di Philadelphia, merupakan denda pidana terbesar yang pernah dijatuhkan atas kasus imigrasi.

Manajer Asplundh menutup mata ketika para penyelia perusahaan tersebut merekrut ribuan pekerja ilegal antara 2010 dan 2014, kata jaksa penuntut. Jaksa Penuntut mengatakan, hal ini memungkinkan Asplundh siap dengan tenaga kerja yang cukup besar untuk menangani pekerjaan terkait dengan darurat cuaca di Amerika dan menyebabkan pesaing mereka mengalami kerugian.

Penyelidikan Federal terhadap kasus Asplundh dimulai pada 2015, dan perusahaan itu mengatakan, telah mengambil beberapa langkah guna mengakhiri praktik masa lalunya itu.

“Kami menerima tanggung jawab atas tuduhan ini dan kami minta maaf kepada pelanggan, rekanan, serta pemegang saham lainnya,” kata Pemimpin Perusahaan Scott Asplundh. [jm]