NEWS: DK PBB Kutuk Serangan Roket atas Kamp Pasukan Pemelihara Perdamaian di Mali

anzhuo66.com – Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengutuk ” sekeras-kerasnya ” serangan roket terhadap kamp penjaga perdamaian di Mali yang menewaskan satu orang dan melukai sembilan lainnya.

 

Dewan itu menuntut pemerintah Mali segera menyelidiki serangan tersebut dan menyeret orang-orang yang melakukannya ke pengadilan.

 

Berdasarkan hukum internasional, menarget penjaga perdamaian bisa dianggap kejahatan perang.

 

Ekstremis Islam yang menyebut diri mereka Kelompok pendukung Islam dan Muslim mengklaim bertanggung

jawab atas serangan roket hari Rabu di kamp di Timbuktu.

Militan yang terkait dengan Al-Qaida berada di belakang serangan roket lainnya di kamp tersebut tahun lalu.

 

Pasukan penjaga perdamaian PBB dan pasukan Perancis membantu Mali menangani sisa-sisa pemberontak Islam di utara.

Militan mengambil alih sebentar wilayah itu pada tahun 2012 setelah kudeta yang gagal di Bamako.

 

Militan juga menyebar ke Mali selatan, di perbatasan dengan Burkina Faso.

 

Dewan Keamanan menegaskan dukungan penuhnya bagi misi penjaga perdamaian di Mali dan mendesak semua pihak untuk sepenuhnya melaksanakan kesepakatan perdamaian negara itu.[sp]

NEWS: Pentagon: Serangan Koalisi Tewaskan 45 Warga Sipil

anzhuo66.com – Menurut pernyataan Pentagon yang dirilis hari Minggu (30/4), penyelidikan yang dilakukan selama bulan Maret mengungkap bahwa serangan koalisi Amerika yang menyasar kelompok negara Islam ISIS di Irak dan Suriah menewaskan 45 warga sipil sebagian besar di dan sekitar kota Mosul di Irak.

Pentagon mengatakan dalam setiap insiden “semua tindakan berhati-hati yang memungkinkan telah diambil ” tapi serangan-serangan itu masih menyebabkan “tewasnya warga sipil tanpa disengaja”.

Laporan itu tidak termasuk temuan-temuan dari penyelidikan yang masih berlangsung terhadap serangan 17 Maret yang menyasar pejuang ISIS di Mosul. Menurut laporan penduduk serangan itu meyebabkan lebih dari 100 warga sipil tewas.

Bulan lalu, Amerika mengakui pesawat-pesawat koalisi melakukan serangan “di lokasi yang cocok dengan dugaan korban sipil” tapi tidak mengukuhkan laporan mengenai banyaknya korban sipil. Pejabat koalisi menolak memberi jangka waktu kapan penyelidikan mengenai insiden itu akan selesai.

Pentagon mengakui sekurangnya 352 warga sipil tewas karena serangan-serangan koalisi di Irak dan Suriah sejak awal serangan udara terhadap ISIS tahun 2014. Para aktivis dan kelompok pemantau menyebut jumlah yang lebih banyak.

Kelompok pemantau yang berkantor di London Airwars melaporkan serangan-serangan koalisi itu telah menewaskan lebih dari 3.000 warga sipil di Irak dan Suriah sejak 2014. [my/al]