NEWS: PM Kanada Serukan Lawan Fobia Islam dan Diskriminasi

anzhuo66.com – Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau menyerukan kepada warga Kanada, Senin (29/1), untuk melawan fobia Islam dan diskriminasi dalam acara doa bersama untuk menghormati enam orang Muslim yang terbunuh setahun yang lalu di sebuah masjid, di Quebec.

Trudeau menyesali bahwa tindakan kebencian dan diskriminasi telah menjadi “biasa” atau “bahkan dapat ditoleransi,” dan dia mengatakan di parlemen bahwa “seharusnya hal itu tidak boleh terjadi sampai pada tahap seperti ini.”

“Kita tidak dapat mengembalikan orang-orang yang telah tewas, tetapi kita berkewajiban untuk melawan kebencian yang menyebabkan mereka tewas. Kita wajib membela, tegar, dan secara eksplisit melawan fobia Islam dan diskriminasi dalam segala bentuknya,” kata Trudeau, seperti dilaporkan kantor berita AFP.

Pada 29 Januari 2017, tak lama setelah salat Minggu malam, seorang pria bersenjata masuk ke masjid di sebuah lingkungan perumahan di Kota Quebec dan melepaskan tembakan ke arah jemaat.

Selain enam korban tewas, empat korban mengalami cacat permanen, dalam serangan terburuk terhadap tempat ibadah Islam di Barat.

Setelah serangan itu, ribuan orang, termasuk Trudeau, berkumpul di Quebec City untuk mengungkapkan dukungan mereka untuk komunitas Muslim.

Tersangka pelaku, Alexandre Bissonnette, secara resmi didakwa pada Oktober karena pembunuhan enam orang dan percobaan pembunuhan terhadap 35 jemaah lainnya di masjid itu. Pengadilannya dijadwalkan akan dimulai pada akhir Maret. [ps/jm]

 

NEWS: Pemimpin-Pemimpin DPR AS Serukan Sikap Kemanusiaan Menyusul Insiden Penembakan

anzhuo66.com – Sementara itu, pemimpin-pemimpin Republik dan Demokrat di DPR Amerika bersatu Rabu dalam menyerukan sikap kemanusiaan menyusul serangan orang bersenjata terhadap anggota Kongres dan empat lainnya di lapangan baseball. Biasanya kedua kubu ini lebih sering bertikai seputar kebijakan pemerintah.

“Kita bersatu, ditengah-tengah goncangan ini, kita bersatu dalam kepedihan. Sebuah serangan terhadap salah satu dari kita adalah serangan terhadap kita semuanya,” kata pemimpin DPR Paul Ryan, kepada hadirin di ruang sidang yang penuh beberapa jam setelah insiden penembakan berlangsung di dekat Alexandria Virginia.

Ryan minta kepada anggota-anggota DPR yang sering bertikai ini agar “menghela nafas sejenak dan merenungkan bagaimana kita semua sedang diuji saat ini.”

Pemimpin kelompok minoritas, Demokrat, Nancy Pelosi, mengatakan, “kepada rekan-rekan saya, saya akan mengatakan sesuatu yang tidak pernah saya ungkapkan sebelumnya. Saya merasa saya setuju dengan komentar ketua kita. Ini adalah komentar yang indah, Bapak Ketua, terima kasih.”[jm]