NEWS: Militer Nigeria Selamatkan 76 Pelajar Setelah Serangan Boko Haram

anzhuo66.com – Militer Nigeria menyelamatkan 76 pelajar putri dan mengevakuasi dua jenazah pelajar lainnya, Rabu (21/2), Reuters melaporkan. Menurut tiga keluarga, seorang penduduk dan seorang pejabat pemerintah setempat kepada Reuters, mereka hilang ketika Boko Haram menyerang sebuah desa.

Lebih dari 90 pelajar putri dikhawatirkan hilang menyusul serangan terhadap Desa Dapchi, negara bagian Yobe, di Nigeria timur laut, kata beberapa sumber kepada Reuters Rabu pagi. Di samping yang diselamatkan dan dievakuasi tadi, nasib pelajar yang selebihnya tidak diketahui. [as/al]

 

 

 

NEWS: Setelah Menang Lawan ISIS, Ribuan Orang Irak Masih Hilang

anzhuo66.com – Pada tahun 2014, Abdulrahman Saad diculik dari rumahnya di Mosul oleh pejuang ISIS, membuat keluarganya bingung.

Mereka bertanya kepada petugas keamanan dan hakim: Di mana suami dan ayah kami? Tidak ada Jawaban. Ketika operasi merebut kembali Mosul dimulai, mereka mendengar ia ditahan di bagian barat kota itu, bersama ratusan tahanan lain. Tetapi ketika daerah itu dibebaskan, mereka tidak menemukan jejak Saad, usia 59 tahun, pemilik toko grosir makanan.

Sejak Mosul dibebaskan Juli lalu, penduduk mengirim lebih dari 3.000 laporan orang hilang ke Dewan Provinsi Niniwe, menurut anggota dewan Ali Khoudier. Kebanyakan dari mereka adalah laki-laki atau remaja laki-laki. Sebagian ditangkap ISIS semasa pemerintahan ekstremis kelompok itu; sebagian lainnya ditahan pasukan Irak karena dicurigai terkait ekstremis.

Birokrasi, ketidakefisienan dan kelalaian pemerintah Irak telah menyebabkan ribuan mempertanyakan nasib anggota keluarga, sementara pimpinan Irak merayakan kemenangan atas ISIS.[ka]

 

 

 

 

 

 

 

 

NEWS: Nadal Melaju ke Ranking Teratas Setelah Kemenangan Paris

anzhuo66.com – Petenis Spanyol, Rafa Nadal, memastikan akan menduduki posisi puncak ranking ATP di akhir musim turnamen tahun ini, ketika dia mengalahkan petenis asal Korea Selatan, Chung Hyeon dengan 7-5 6-3 pada putaran kedua Paris Masters pada Rabu (1/11).

Nadal akan bertemu dengan petenis Pablo Cuevas dari Uruguay di putaran ketiga.

“Hal itu bukanlah tujuannya,” kata Nadal mengenai menuntaskan turnamen tahun ini sebagai petenis nomor satu. “Buat saya, tidak mungkin memikirkan hal itu (posisi puncak) ketika anda kembali bertanding setelah masa-masa sulit tanpa bermain tenis dan dengan sedemikian banyak cidera dalam beberapa tahun terakhir.” 

“Namun hal itu terjadi dan saya sangat bahagia, tentu saja..setelah lebih dari 10 tahun sejak pertama kali saya menyelesaikan tahun turnamen dengan angka ini. Jadi, saya pikir ini adalah pencapaian yang sangat penting,” kata Nadal. [fw/au]

NEWS: Pahlawan Penumpas WannaCry Ditangkap di AS Setelah Menghadiri Konferensi Peretasan

anzhuo66.com – Petugas-petugas keamanan AS telah menangkap seorang peretas asal Inggris yang sebelumnya dikenal sebagai orang yang berhasil menemukan “kode pembunuh” yang menonaktifkan penyebaran serangan ransomware awal tahun ini.

Marcus Hutchins, seorang peneliti malware berusia 23 tahun yang menggunakan nama Malware Tech, ditahan oleh FBI hari Rabu di bandara Las Vegas, saat bersiap-siap untuk kembali ke Inggris setelah menghadiri dua konferensi peretasan di kota itu.

Dokumen pengadilan yang diungkapkan hari Kamis mengindikasikan Hutchins ditangkap atas tuduhan peretasan yang tidak terkait dengan serangan ransomware yang disebut WannaCry.

Kantor berita Reuters melaporkan Hutchins dituduh mengiklankan, mendistribusikan, dan mengambil untung dari kode malware yang dikenal dengan nama Kronos yang mencuri kredensial perbankan online dan data kartu kredit antara bulan Juli 2014 dan bulan Juli 2015.

Hutchins belum mengeluarkan pernyataan publik, namun ibunya menyampaikan kepada surat kabar London’s Telegraph ia akan “sedikit sibuk malam ini,” mencoba mencari tahu lokasi penahanan putranya.

Hutchins langsung menjadi pahlawan pada bulan Mei lalu setelah berhasil menonaktifkan virus WannaCry, yang menginfiltrasi perangkat lunak di ratusan ribu komputer di rumah sakit, sekolah, pabrik, dan toko-toko di lebih dari 150 negara.  Sebagian National Health Service di Inggris termasuk yang terinfeksi virus ini, di samping juga perusahaan ekspedisi FedEx, perusahaan kereta api Jerman Deutsche Bahn, dan perusahaan telekomunikasi milik Spanyol, Telefonica.

Serangan itu pertama kali diketahui pada tanggal 12 Mei 2017, dan terus belangsung sepanjang akhir pekan.  Menjelang 15 Mei, Hutchins menemukan apa yang disebut “kode pembunuh” yang menonaktifkan virus itu.

Operator-operator malware itu menuntut pemilik komputer untuk membayar tebusan yang berkisar antara $ 300 hingga $ 600 untuk mendapatkan kembali akses kendali ke komputer-komputer mereka.  [ww/fw]