NEWS: Rusia: Sistem Pertahanan Udara Suriah Efektif

anzhuo66.com – Militer Rusia mengatakan sistem pertahanan udara Suriah, yang menggunakan rudal buatan Rusia, terbukti “sangat efisien” dalam menangkis serangan rudal oleh Amerika dan para sekutunya pekan lalu.

Mayor Jenderal Igor Konashenkov, juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia dikutip oleh kantor berita Associated Press mengatakan, Senin (16/4), bahwa Suriah menggunakan sistem pertahanan udara Pantsir-S1 yang dipasok oleh Rusia dan sejumlah misil pertahanan udara Rusia yang lebih tua untuk menangkis serangan rudal Amerika, Inggris dan Perancis.

Konashenkov mengatakan Suriah meluncurkan 112 rudal pertahanan udara, dan berhasil menembak jatuh 71 dari 103 rudal Barat yang diluncurkan ke arahnya. Ia menambahkan bahwa sistem pertahanan rudal Pantsir-S1 itu sangat efektif, dan dari 25 yang ditembakkan, 23 mengenai sasarannya.

Pentagon atau Departemen Pertahanan Amerika sebelum ini menepiskan klaim Rusia, dan mengatakan, tidak satupun rudal yang diluncurkan oleh Amerika, Inggris dan Perancis berhasil dicegat oleh rudal pasukan Suriah. [ii]

NEWS: Maskapai Penerbangan Diperingatkan Potensi Serangan Militer ke Suriah

anzhuo66.com – Otoritas pengawas wilayah udara Eropa memperingatkan maskapai penerbangan untuk berhati-hati dalam beberapa hari mendatang saat terbang dekat wilayah karena kemungkinan aksi militer terhadap pasukan Presiden Bashar Assad, Associated Press melaporkan.

Eurocontrol, organisasi pengawasan wilayah udara, mengatakan Badan Keselamatan Penerbangan Eropa telah mengirimkan “Pemberitahuan Peringatan Cepat” agar operasi penerbangan perlu mempertimbangkan kemungkinan serangan udara atau misil ke wilayah Suriah.

Para pejabat Amerika Serikat telah berkonsultasi dengan para sekutunya mengenai kemungkinan melancarkan tindakan militer untuk merespon dugaan serangan gas beracun Suriah di kota yang dikuasai pemberontak.

Dalam pemberitahuan yang diunggah pada situs web Eurocontrol, EASA mengatakan “karena ada kemungkinan serangan udara terhadap Suriah dengan menggunakan misil udara-ke-darat dan/atau rudal penjelajah dalam waktu 72 jam ke depan dan kemungkinan diselingi gangguan pada peralatan navigasi radio, karena itu perlu diambil pertimbangan. [ft]

 

NEWS: Rusia, AS Hindari Konfrontasi Kedua di Suriah

anzhuo66.com – Pasukan Rusia di Suriah nyaris bentrok dengan AS dan pasukan yang didukung AS, di bagian barat negara itu. Namun bisa dicegah setelah percakapan telepon antara seorang jenderal Rusia dan perwira tinggi militer AS.

Insiden awal pekan ini, di sebelah timur Sungai Efrata di Provinsi Deir al-Zor Suriah, pada Selasa (27/3),terungkap ketika Menteri Pertahanan AS Jim Mattis menyampaikan keprihatinannya kepada para wartawan.

“Kedua pasukan bergerak ke posisi yang lebih depan, terlalu dekat satu sama lain,” kata Mattis, menyebut mereka “unsur-unsur Rusia.”

Pembicaraan antara Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Joseph Dunford, dan rekannya dari Rusia, Jenderal Valery Gerasimov, meredakan situasi.

“Pasukan Rusia mundur,” kata Mattis. “Kita juga mundur sedikit.”

Bentrokan yang hampir terjadi antara pasukan Rusia dan AS di wilayah itu menyusul bentrokan bulan lalu, ketika pasukan pemerintah Suriah, bersama dengan tentara bayaran Rusia, menyerang pasukan AS dan pasukan yang didukung AS di wilayah yang sama.

AS menanggapi dengan melancarkan serangkaian serangan udara yang menewaskan sampai 300 tentara, termasuk beberapa orang yang bekerja untuk CHVK Wagner, sebuah perusahaan militer swasta yang terkait Rusia.

Amerika dan Rusia berusaha tidak membesar-besarkan insiden bulan Februari itu, meskipun Pentagon mengatakan belum tahu mengapa tentara bayaran Rusia itu memutuskan untuk menyerang. [my/ds]

NEWS: Israel Akui Serangan Udara 2007 Atas Fasilitas Nuklir Suriah

anzhuo66.com – Militer Israel, Rabu (21/3), membenarkan pihaknya melakukan serangan udara pada 2007 di Suriah yang menghancurkan fasilitas yang diyakini sebagai reaktor nuklir, Associated Press melaporkan. Pengakuan ini mengungkap tabir kerahasiaan salah satu operasi yang paling berani dan misterius baru-baru ini.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) merilis video kokpit dan foto yang konon menunjukkan serangan itu.

Kantor berita Associated Press tidak bisa memverifikasi secara independen video atau gambar yang dirilis oleh IDF itu.

Meskipun Israel diyakini berada di balik serangan udara 6 September 2007 tersebut, Israel belum pernah terang-terangan mengakuinya.

Dalam rilis yang panjang, militer Israel mengungkapkan bahwa delapan jet tempur F-15 melakukan serangan udara rahasia terhadap fasilitas di wilayah Deir el-Zour, 450 kilometer barat laut Damaskus, menghancurkan sebuah lokasi yang telah dibangun selama bertahun-tahun dan dijadwalkan mulai beroperasi pada akhir tahun itu.

Keterlibatan Israel menjadi salah satu hal yang paling dirahasiakan dan tidak jelas mengapa sekarang Israel memutuskan untuk mengungkapnya.

Uzi Rabi, Direktur Pusat Studi Timur Tengah dan Afrika, Moshe Dayan Centre dari Tel Aviv University mengatakan “mempublikasikan fakta bahwa Israel berada di balik serangan pada t2007 di Suriah dimaksudkan atau ditujukan kepada Iran atau agar sampai ke telinga Iran.”

“Pada dasarnya, apa yang dilakukan Iran di Suriah adalah memperluas infrastruktur militernya, dan Israel setelah menyadari bahwa hal itu dengan cepat mendekati garis bahaya, berusaha untuk mempublikasikan apa yang harus dipublikasikan sebagai semacam tanda peringatan kepada Iran,” kata Uzi Rabi menambahkan. [my/ds]

NEWS: AS Minta Turki Kurangi Ketegangan di Suriah Utara

anzhuo66.com – Amerika mendesak Turki untuk mengurangi ketegangan akibat operasi militernya di Suriah dan fokus pada upaya mengalahkan militan ISIS, di tengah ketidakpercayaan yang semakin besar di antara dua sekutu NATO itu.

Sementara itu, Turki menekan AS untuk menghentikan dukungannyauntuk milisi Kurdi atau menghadapirisiko berhadapan dengan pasukan Turki di Suriah.

Hubungan AS-Turki mengalami kemunduran karena perselisihan mengenai pembicaraan telepon antara presiden AS dan Turki yang semula bertujuan meredakan ketegangan akibat intervensi pasukan Turki di Suriah.

Turki membantah bahwa Presiden AS Donald Trump meminta Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk menahan operasi militer terhadap milisi Kurdi YPG di daerah kantong Afrin, Suriah.

Namun Washington mengatakan tetap membela pendirian Trump yang “tegas” dan “tangguh” selama pembicaraan teleponnya dengan Erdogan.

Gedung Putih melaporkan bahwa Trump mengatakan operasi Turki tersebut “berisiko memperlemah sasaran kita bersama di Suriah,” dan “mendesak Turki untuk menahan militer, membatasi operasi militernya, dan menghindari jatuhnya korban sipil yang bisa meningkatkan jumlah pengungsi dan orang yang kehilangan tempat tinggal.”

Perselisihan mengenai isi pembicaraan di telepon ini semakin memperburuk hubungan antara kedua sekutu NATO itu. Amerika telah mendukung milisi YPG dalam perang melawan ISIS. Turki menganggap YPG sebagai organisasi teroris yang terkait dengan pemberontakan Kurdi di Turki. [ps/jm]

NEWS: Israel Tembakkan Misil ke Fasilitas Militer Suriah

anzhuo66.com – Media resmi Suriah, Senin (4/11), mengatakan Israel telah menembakkan misil ke arah fasilitas militer di dekat Damaskus. Sistem pertahanan udara Suriah telah mencegat tiga dari misil-misil itu.

“Sistem pertahanan kami mencegat serangan misil Israel terhadap fasilitas kami di pinggiran Kota Damaskus dan tiga misil telah ditembak jatuh,” kata kantor berita resmi SANA, yang menambahkan bahwa serangan terjadi pukul 11:30 pagi waktu setempat.

Seorang saksi mata mengatakan kepada Reuters, Senin petang terdengar tiga ledakan keras dari arah Jamraya, di barat Damaskus. Saksi mata lain mengatakan asap tebal terlihat mengepul di kawasan itu.

Di Jamraya terdapat fasilitas riset militer yang menjadi sasaran serangan, yang diduga dilakukan Israel pada 2013.

Juru bicara militer Israel mengatakan, mereka tidak menanggapi laporan berita dari negara lain. 

Israel pernah menarget posisi-posisi milisi Lebanon Hizbullah di dalam wilayah Suriah, di mana kelompok yang didukung Iran itu bertempur bersama tentara Suriah.

Pada Sabtu (2/12), media resmi Suriah mengatakan misil-misil Israel menarget sebuah posisi militer di selatan Damaskus, dan bulan September Israel menyerang lokasi militer Suriah yang diyakini terkait dengan produksi senjata kimia. [ds]

 

NEWS: Warga Kurdi Suriah Utara Lakukan Pemilu Lokal

anzhuo66.com – Warga Kurdi di Suriah Utara telah memberikan suara dalam pemilu, memilih pemimpin lokal yang mereka harapkan membantu meningkatkan kekuatan politik mereka dalam upaya memperoleh otonomi regional.

Sekitar 5.700 kandidat memperebutkan kursi dewan kota, dalam tahap kedua dari proses tiga tahap untuk membentuk sistem pemerintah federal di Suriah utara.

Tahap pertama, yang dilangsungkan bulan September, memilih anggota badan perwakilan tingkat komunitas. Yang ketiga, dijadwalkan bulan Januari, akan memilih anggota dewan yang akan bertindak sebagai parlemen pemerintah sistem federal di Suriah utara.

Belum ada pengumuman mengenai jumlah pemilih yang memberikan suara, sehingga tidak diketahui jumlah pemilih yang memutuskan tinggal di rumah. Juga tidak jelas apakah pemilu berlangsung sukses dalam upaya mengikutsertakan kaum minoritas Arab di kawasan.

Pemantau Amerika dan Rusia memonitor pemilihan ini, dalam upaya memastikan bahwa pemilu berlangsung bebas, adil, dan transparan. [ds]

NEWS: Rusia Kembali Veto Resolusi DK PBB soal Senjata Kimia Suriah 

anzhuo66.com – Rusia sekali lagi memveto resolusi Dewan Keamanan PBB untuk memperpanjang mandat penyelidikan internasional mengenai penggunaan senjata kimia di Suriah, sehari setelah memveto resolusi serupa.

Jepang mengajukan rancangan resolusi untuk memperpanjang 30 hari mandat penyelidikan untuk mengidentifikasi siapa yang menggunakan senjata kimia di Suriah untuk memberi waktu guna mencapai kompromi lebih luas.

Hari Kamis (16/11), Amerika mengajukan rancangan resolusi serupa dengan perpanjangan satu tahun, yang juga diveto Rusia.

Rancangan resolusi terpisah yang diajukan Rusia hari Kamis yang menyerukan perubahan mandat penyelidikan internasional itu hanya didukung empat negara

Jika tidak diperpanjang, mandat penyelidikan ini habis masa berlakunya Kamis malam.

Veto Rusia hari Jumat itu adalah veto kesebelas yang dijatuhkan Rusia terhadap resolusi terkait Suriah.

Setelah pemungutan suara hari Jumat itu, duta besar Amerika untuk PBB Nikki Haley mengatakan kepada Dewan Keamanan: “Rusia tidak berminat menemukan kebersamaan dengan negara-negara anggota Dewan Keamanan yang lain untuk menyelamatkan mekanisme penyelidikan internasional.”

Duta besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia mengatakan mandat tidak dapat diperpanjang jika “cacat fundamental dalam kerjanya” tidak diperbaiki. [ds]

NEWS: PBB: Pemerintah Suriah Bertanggung Jawab atas Serangan Gas Sarin

anzhuo66.com – Sebuah panel penyelidikan internasional telah menetapkan bahwa pemerintah Presiden Suriah, Bashar al-Assad, bertanggung jawab atas serangan gas sarin yang mematikan tanggal 4 April.

Serangan terhadap Kota Khan Sheikhoun yang dikuasai pemberontak membunuh dan mencederai sejumlah warga sipil dan mengakibatkan serangan udara Amerika tiga hari setelahnya terhadap pangkalan militer Suriah yang dikatakan Amerika digunakan rezim itu untuk meluncurkan serangan gas beracun itu.

Dalam laporan akhir setebal 33 halaman yang diberikan kepada anggota Dewan Keamanan PBB, Kamis (26/10) yang salinannya diperoleh VOA, penyidik dari PBB dan badan pengawas Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) mengatakan mereka memeriksa delapan kemungkinan skenario bagaimana gas itu dilepaskan.

Mereka menyimpulkan bahwa hanya ada dua skenario yang besar kemungkinannya bahwa gas sarin dilepaskan melalui bom udara atau dengan bom rakitan.

Setelah meninjau foto, video, gambar satelit dan dan mendengarkan laporan saksi mata dan analisa forensik, penyelidik menetapkan bahwa kemungkinan “bom udara dengan peledak kecil” menyebabkan insiden mematikan tersebut. [my/al]

NEWS: Pasukan yang Didukung Amerika di Suriah Katakan, Pihak Rusia Serang Posisi Mereka

anzhuo66.com – Pasukan yang didukung Amerika di provinsi Deir el Zour Timur mengatakan, pasukan Rusia menyerang posisi mereka di sebuah daerah yang baru-baru ini mereka rebut dari ISIS.

Pasukan Demokratik Suriah mengatakan serangan Rusia menewaskan salah satu anggota mereka dan mencederai dua lainnya pada Senin di ladang gas alam Conoco, yang berhasil mereka rebut dari ISIS pada akhir minggu lalu.  Rusia membantah laporan itu.

Jurubicara koalisi Kolonel Angkatan Darat Amerika Ryan Dillon memberi tahu VOA bahwa lapora awal belum bisa memberi konfirmasi apakah ada korban yang jatuh.  Rudal darat ke darat katanya, diduga berasal dari pasukan Suriah atau Rusia.

Koalisi segera menghubungi militer Rusia setelah serangan itu lewat sebuah jaringan komunikasi khusus untuk situasi seperti itu di Suriah, kata Dillon.

Kemungkinan konflik seperti itu telah meningkat sejak kedua belah pihak berusaha mengalahkan ISIS di provinsi yang kaya minyak dan gas alam itu. [jm]