NEWS: Korban Tewas Kecelakaan Feri Lestari Maju Tambah Jadi 31 Orang

anzhuo66.com – Korban kecelakaan kapal feri Lestari Maju bertambah menjadi 31 orang, meski kapten kapal sempat mengemudikan kapal ke arah karang untuk memudahkan proses evakuasi, Reuters melaporkan, Rabu (4/7/2018).

Badan SAR Nasional mengatakan kapal feri bermuatan 164 penumpang dan awak kapal diterjang cuaca buruk saat mendekati Selat Selayar, Sulawesi. Tiga penumpang hilang, namun 130 lainnya bisa diselamatkan, kata Kementerian Perhubungan.

Feri tersebut juga sedang membawa 48 kendaraan ketika tenggelam karena cuaca buruk.

“Kapten kapal mengandaskan kapal ke karang agar tidak tenggelam dan memudahkan proses evakuasi,” kata Agus H. Purnomo, direktur jenderal perhubungan laut Kementerian Perhubungan, seperti dikutip oleh Reuters.

Seperti diberitakan sebelumnya, kapal kandas sekitar 250 meter dari tepi pantai.

“Kapten kapal dan pemilik kapal adalah dua orang terakhir yang keluar dari kapal penumpang,” kata Agus.

Kecelakaan kapal di Kepulauan Selayar pada Selasa (3/7/2018) adalah yang kedua terjadi dalam dua minggu, setelah feri yang kelebihan muatan tenggelam di Danau Toba, Sumatra Utara. Lebih dari 200 orang tewas dalam kecelakaan feri di Danau Toba, salah satu danau vulkanis terdalam di dunia. [ft]

 

 

NEWS: Amerika Mungkin Tambah Sanksi-Sanksi Baru Bagi Pejabat Venezuela

anzhuo66.com – Pemerintah Amerika memperingatkan kemungkinan pengenaan saksi-sanksi baru atas para pejabat Venezuela, karena presiden Nicolas Maduro terus mendorong perombakan UUD ditengah krisis politik yang meningkat dan demonstrasi tiap hari minta supaya ia mengundurkan diri.

Pejabat tinggi departemen LN Amerika menyatakan “keprihatinan mendalam” hari Selasa atas maksud Maduro mengadakan konvensi konstitusi sambil ia berusaha menguasai kemarahan rakyat karena buruknya perekonomian di negeri itu.

Tampaknya presiden Maduro sekali lagi berusaha mengubah aturan permainan, kata Michael Fitzpatrick, wakil menteri LN urusan belahan bumi bagian barat.

Tokoh-tokoh oposisi menyerukan diadakannya pawai besar hari Rabu di Caracas untuk memperkuat tekanan atas Maduro yang telah berlangsung satu bulan tanpa henti. Hari Selasa, para demonstran mengacaukan lalulintas dengan menaruh pecahan-pecahan beton dan potongan-potongan besi di jalan-jalan, dan membakar tumpukan sampah.

Presiden Maduro minggu ini menandatangani dekrit untuk menyusun kembali UUD Venezuela yang dibuat oleh pendahulunya mendiang presiden Hugo Chavez.[ii]