NEWS: Pengadilan Seoul Tangguhkan Hukuman Penjara Ahli Waris Samsung 

anzhuo66.com – Ahli waris Grup Samsung, Jay Y. Lee, bebas setelah pengadilan banding Korea Selatan, Senin (5/2), menangguhkan hukuman penjara atas tindak pidana korupsi yang melibatkan mantan presiden, Reuters melaporkan. Lee sempat ditahan selama satu tahun.

Pengadilan Tinggi Seoul memenjarakan Lee selama 2,5 tahun, mengurangi lama masa hukuman menjadi setengah, dan menunda hukuman untuk dakwaan, termasuk penyuapan dan penggelapan. Artinya, Lee tidak harus menjalani hukuman.

Lee, 49 tahun, ahli waris satu dari beberapa kerajaan korporat terbesar di dunia, telah ditahan sejak Februari. 

Presiden Park Geun-Hye diberhentikan pada Maret tahun lalu, setelah dimakzulkan akibat kasus yang menyoroti hubungan antara keluarga konglomerat besar, atau dikenal dengan istilah chaebol di Korea Selatan, dengan para pemimpin politik.

Park, yang telah menyangkal melakukan kejahatan, sedang menghadapi persidangan dengan tuduhan penyuapan, penyalahgunaan kekuasaan dan pemaksaan.

Hakim Ketua Cheong Hyung-sik pada Senin (5/2) mengatakan keterlibatan Lee dalam memberikan dukungan keuangan bagi Choi adalah “kepatuhan terhadap kekuasaan politik secara pasif.”

Para jaksa penuntut dan Samsung tidak segera menanggapi putusan tersebut. Lee, yang wajahnya tampak kelelahan, tidak memperlihatkan emosi apapun, ketika amar putusan dibacakan.

Para jaksa penuntut telah menuntut hukum penjara 12 tahun bagi Lee. Putusan itu akan diajukan untuk banding di Mahkamah Agung, menurut para ahli hukum. [fw/au]

NEWS: Marinir AS Tangguhkan Operasi SAR Untuk Cari Personil yang Hilang

anzhuo66.com – Pejabat-pejabat militer Amerika hari Minggu (6/8) menangguhkan operasi pencarian dan penyelamatan tiga marinir yang hilang setelah pesawat jenis Osprey mereka jatuh ke laut di lepas pantai timur Australia ketika berupaya mendarat.

Korps Marinir dan Angkatan Laut Amerika menangguhkan operasi itu dan sebagai gantinya melancarkan operasi pemulihan, demikian pernyataan tertulis pangkalan marinir di Jepang – Kamp Butler,  yang pada dasarnya mengukuhkan bahwa pihak militer tidak berharap bisa menemukan ketiga marinir yang hilang itu dalam keadaan hidup.

Keluarga marinir tersebut telah diberitahu, dan pasukan pertahanan Australia telah membantu pasukan Amerika dalam upaya-upaya tersebut, tambah pernyataan itu.

Pesawat jenis MV-22 Osprey yang terbang dari USS Bonhomme Richard sedang melakukan operasi militer yang dijadwalkan pada hari Sabtu (5/8) ketika jatuh.  Beberapa pesawat dan kapal segera melakukan operasi pencarian, yang kemudian berhasil menyelamatkan 23 dari 26 personil.

Pesawat itu berada di Australia untuk mengikuti latihan militer gabungan yang dilakukan Amerika dan Australia bulan lalu di Teluk Shoalwater, di negara bagian Queensland.  Latihan Talisman Sabre itu adalah latiah dua tahunan antara kedua negara, yang melibatkan lebih dari 30 ribu tentara dan 200 pesawat terbang.  

Menteri Pertahanan Australia Marise Payne mengatakan insiden hari Sabtu itu terjadi di lepas pantai Teluk Shoalwater.  (em)