NEWS: Uber dan AD AS akan Uji Teknologi Baling-Baling Pesawat dengan Tingkat Kebisingan Rendah

anzhuo66.com – Uber Technologies menyatakan hari Selasa bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan AD AS dalam sebuah penelitian tingkat lanjut untuk menciptakan teknologi baling-baling pesawat yang baru dengan tingkat kebisingan rendah, yang dapat dimanfaatkan untuk mobil terbang atau pesawat militer di masa depan.

Aliansi ini akan menyoroti berbagai upaya yang lebih intensif oleh Uber dan perusahaan-perusahaan lainnya untuk mengubah mobil terbang dari sebuah konsep fiksi ilmiah menjadi perangkat keras nyata untuk penduduk kota-kota megapolitan dimana mengemudi mobil telah menjadi sesuatu yang menjemukan dan memakan waktu.

Uber dan komando Penelitian, Pengembangan, dan Teknik AD AS menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka memperkirakan akan membelanjakan dana senilai $ 1 juta untuk mengembangkan dan menguji purwarupa dari sistem baling-baling yang akan digunakan dalam proses tinggal landas dan pendaratan vertikal dari sebuah kendaraan.

Sistem ini akan memiliki dua buah baling-baling, dimana satu baling-baling bertumpu di atas baling-baling lainnya, bergerak ke arah yang sama di bawah perintah perangkat lunak yang canggih.  Pendekatan ini, yang dikatakan oleh Uber dan AD AS belum pernah diterapkan dalam proses produksi pesawat terbang, dapat menghasilkan suara yang lebih senyap dibandingkan dengan sistem baling-baling bertumpuk konvensional.

“Berusaha untuk menghasilkan tingkat kebisingan yang amat rendah menjadi salah satu hambatan penting” terkait produksi taksi terbang di daerah perkotaan secara luas, ujar Rob McDonald, kepala rekayasa teknik untuk Uber Elevate, anak perusahaan yang akan mengoperasikan mobil terbang, dalam sebuah wawancara.

AD AS berkeinginan untuk mengembangkan drone nirawak generasi baru yang tidak membutuhkan landas pacu dan memiliki tingkat kebisingan yang lebih rendah dibandingkan dengan drone-drone yang ada saat ini, ujar Dr. Jaret Riddick, direktur dari Laboratorium Direktorat Teknologi Kendaraan yang berada di bawah AD AS.

AD AS semakin berpaling kepada kemitraan dengan berbagai perusahaan swasta untuk melakukan penelitian teknologi maju, ujar Riddick dalam sebuah wawancara.

Uber merencanakan lebih banyak lagi aliansi dengan lembaga-lembaga pemerintah sejalan dengan tujuannya untuk meluncurkan purwarupa taksi udara menjelang tahun 2020, ujar Mark Moore, direktur rekayasa dan sistem pesawat udara Uber yang juga mantan peneliti di NASA, ujarnya dalam sebuah wawancara.

Uber telah membentuk sebuah kemitraan dengan NASA, badan antariksa milik pemerintah AS untuk mengembangkan perangkat lunak untuk mengelola jumlah pesawat dalam jumlah besar yang terbang di atas kota-kota, ujar Moore.

Uber adalah satu dari beberapa perusahan, termasuk produsen pesawat Boeing dan Airbus SE dan sebuah modal ventura yang didukung oleh salah satu pendiri Alphabet, Larry Page, yang berinvestasi dalam sebuah konsep pesat kecil, otomatis, dan dioperasikan dengan tenaga listrik yang dapat dimanfaatkan untuk mengangkut penumpang maupun barang di atas kota-kota yang padat.

Uber menyatakan pihaknya akan mengembangkan sistem baling-baling dengan tingkat kebisingan rendah dalam sebuah kolaborasi dengan Launchpoint Technologies Inc., sebuah perusahaan teknis di Goleta, California yang berfokus pada teknologi pesawat listrik dan hibrida.

Uber akan menyelenggarakan sebuah konferensi mengenai kendaraan-kendaran terbang pekan ini di Los Angeles. [ww]

NEWS: Kecelakaan Bus Tingkat di Hongkong, 19 Tewas

anzhuo66.com – Sebuah bus bertingkat kehilangan kendali dan terguling di pinggiran Hong Kong, Sabtu (10/2) malam, menewaskan 19 orang dan mencederai puluhan lainnya, kata polisi.

Berbagai laporan media lokal mengatakan bus itu terguling. Mereka mengutip para penumpang yang mengatakan bus itu penuh penumpang dan melaju dengan sangat cepat. Polisi mengatakan mereka sedang melakukan penyelidikan. Pengemudi bus telah ditangkap atas dakwaan mengemudi secara ugal-ugalan.

Harian South China Morning Post mengatakan itu adalah kecelakaan lalu lintas paling mematikan di Hong Kong sejak kecelakaan bus pada 2003 yang menewaskan 21 orang. [vm/ii]

NEWS: ILO: Tingkat Pengangguran Dunia Stabil

anzhuo66.com – Tingkat pengangguran dunia mulai stabil setelah beberapa tahun memburuk karena perekonomian melambat, Organisasi Perburuhan Dunia (ILO) dalam laporannya “World Employment and Social Outlook: Trends 2018.”

Tetapi, tingkat pengangguran, yang menurut ILO berjumlah stabil 192 juta orang di seluruh dunia, diperkirakan akan tetap tinggi di berbagai belahan dunia.

ILO melaporkan bahwa pengangguran di negara-negara yang lebih makmur, diperkirakan akan turun 5,5 persen tahun ini, tingkat pengangguran terendah sejak 2007.

Situasi perburuhan sudah membaik di negara-negara baru dan berkembang. Namun ILO dalam laporan memperingatkan bahwa perkembangan lapangan pekerjaan di negara-negara itu, tidak bisa menyamai kenaikan jumlah orang yang memasuki pasar tenaga kerja.

Direktur Jenderal ILO Guy Ryder mengungkapkan kekhawatiran bahwa lapangan kerja kualitas rendah akan meningkat. Dia mengatakan hampir 1,4 miliar orang melakukan pekerjaan yang rawan. Artinya, mereka bekerja dalam kondisi sulit dengan gaji rendah dan sedikit jaminan. Tiga dari empat pekerja di negara-negara berkembang melakukan jenis pekerjaan ini.

“Dibutuhkan banyak upaya untuk memperbaiki kualitas pekerjaan,” kata dia. “Meski pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja sedang membaik, yang kami sambut dengan baik, kondisi kerja gagal mengalami perbaikan untuk sebagian besar angkatan kerja di dunia. Selain itu, proyeksi perkiraan pertumbuhan lapangan kerja di sektor jasa, bisa diperkirakan hanya memberikan kontribusi terbatas untuk perbaikan kualitas pekerjaan,” kata Ryder. 

Laporan itu mencatat warga miskin bekerja, yang didefinisikan sebagai memiliki penghasilan di bawah garis kemiskinan, mulai menurun di negara-negara baru. Tetapi di negara-negara berkembang, kemajuan di area ini terlalu lambat untuk menyamai tenaga kerja yang bertambah. Menurut ILO, jumlah orang yang hidup dalam kemiskinan ekstrem, dengan biaya hidup kurang dari 3 dolar sehari, masih akan berjumlah 114 juta di tahun-tahun mendatang. 

Para penulis laporan mengatakan kesenjangan gender tetap lebar. Kaum perempuan lebih besar kemungkinannya mendapatkan pekerjaan-pekerjaan kualitas rendah dan gaji yang lebih rendah dari para laki-laki. [fw]