NEWS: Trump Tawarkan untuk Mediasi Qatar

anzhuo66.com – Presiden Amerika Donald Trump hari Kamis (7/9) mengatakan ia bersedia membantu memediasi pertikaian antara Qatar dan negara-negara Arab tetangganya.

Trump membahas hal tersebut dengan Emir Kuwait Sabah al-Ahmed al-Jaber al-Sabah hari Kamis. Sesudahnya dalam jumpa pers bersama, Trump mengatakan, “Saya bersedia menjadi mediator.”

“Saya bersedia melakukannya, dan saya yakin kesepakatan akan tercapai dengan cepat,” kata Trump. “Saya yakin ini adalah sesuatu yang dapat diselesaikan dengan cukup mudah.”

Bahrain, Mesir, Arab Saudi, dan Persatuan Emirat Arab memutus hubungan dengan Qatar setelah menuduhnya memiliki kaitan dengan Iran dan kelompok-kelompok fundamentalis Islamis.

Para pemimpin Qatar membantah tuduhan itu.

Negara-negara Arab mengajukan tuntutan-tuntutan terhadap Qatar dan Kuwait telah berusaha memediasi pertikaian itu. Sheikh Sabah mengatakan ia telah menerima surat dari Qatar yang menyatakan kesediaan membahas 13 butir tuntutan itu. Ia menyatakan harapan bahwa sebagian besar dari tuntutan itu akan diselesaikan.

Qatar dan Arab Saudi adalah sekutu penting Amerika. Amerika memiliki pangkalan militer terbesar di kawasan di Qatar. [ds]

NEWS: Trump Incar Kekayaan Tambang Mineral Afghanistan yang Tak Terjangkau

anzhuo66.com – KABUL (Reuters) – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengincar kekayaan sumber daya mineral Afghanistan untuk membayar keterlibatannya dalam perang di negara tersebut yang sudah berlangsung 16 tahun dan membiayai pekerjaan rekonstruksi yang sudah membengkak hingga 117 miliar dolar. Namun, para investor yang sudah pernah meneliti salah satu negara paling berbahaya di dunia ini mengatakan, bahwa hal itu hanya mimpi belaka.

NEWS: Ribuan Demonstran Sambut Presiden Trump di New York

anzhuo66.com – Kedatangan Presiden Donald Trump di kediamannya di Trump Tower di sambut ribuan demonstran. Mereka meneriakkan kata-kata “bukan presiden saya” dan “memalukan!” ketika iring-iringan mobil Presiden Trump bergerak sepanjang Fifth Avenue di Manhattan menuju tempat kediamannya di Trump Tower.

Sekelompok kecil pendukung Trump juga tampak menyambut presiden Amerika itu, yang singgah sebentar di kediamannya di New York dari liburannya di New Jersey.

Di dekat gedung Trump Tower, tempat kediaman pribadi Presiden Trump para demonstran tampak membawa poster-poster yang bertuliskan “makzulkan” dan “Gedung Putih bukan tempat bagi kelompok supremasi kulit putih”, dan teriakan-teriakan ‘New York benci padamu” bergema diantara gedung-gedung pencakar langit di sekitarnya.

Komentar awal Presiden Trump tentang kerusuhan yang terjadi di Charlottesville, akhir minggu lalu, yang menyebut aksi kekerasan dan kemunafikan “dilakukan oleh banyak pihak” telah memicu tekanan kuat selama dua hari untuk mengutuk aksi kelompok supremasi kulit putih itu.

“Itu menunjukkan bahwa dalam saat-saat krisis, presiden tidak melakukan apa yang diharapkan rakyat,” kata Adam Vasquez seorang pembuat video yang berumur 26 tahun.

Di pihak lain kira-kira 20 orang pendukung Trump yang berada dekat Trump Plaza berseru “Tuhan memberkahi presiden Trump”. Mereka melambai-lambaikan bendera Amerika dan poster-poster yang bertuliskan “sekarang bukanlah waktunya untuk memecah belah.”

Kedua kelompok demonstran yang bertentangan itu, yang dipisahkan oleh polisi, saling berteriak “kalian pulang saja!.” [ii]

NEWS: Trump Tunjuk Dubes AS yang Baru untuk Afghanistan

anzhuo66.com – Presiden AS Donald Trump hari Kamis menunjuk diplomat veteran John Bass menjadi duta besar AS yang baru di Afghanistan, dan mengakhiri masa jabatannya di Ankara, Turki.

Dalam sebuah pernyataan tertulis, Gedung Putih menyebutkan pengalaman Bass dalam menangani terorisme. “Bass telah menghabiskan puluhan tahun terakhir guna mendukung upaya pemerintah federal untuk memobilisasi sekutu dan sumber daya dalam memerangi terorisme dan instabilitas di Iraq, Suriah dan Asia Barat Daya.”

Bass ditugaskan di Turki sejak tahun 2014, dan telah mengendalikan hubungan AS-Turki melalui kudeta gagal dan ketegangan mengenai Suriah dan kehadiran seorang seteru Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Amerika.

Bass dicalonkan  sewaktu pemerintahan Trump selesai meninjau strategi di Afghanistan yang kemungkinan akan menambah jumlah pasukan Amerika di sana. [ps/al]

NEWS: Pelobi Rusia Bertemu Beberapa Pembantu Senior Trump Tahun Lalu

anzhuo66.com – Seorang pelobi dan tadinya agen kontra intelijen Soviet ikut dalam pertemuan tahun lalu dengan beberapa pembantu senior Presiden Trump termasuk putranya dan seorang pengacara Rusia. Demikian dikabarkan NBC News hari Jumat sehingga memperkuat tuduhan adanya koneksi antara Moskow dan pemilihan presiden di Amerika November lalu.

NBC News yang tidak menyebut nama pelobi itu tetapi mengatakan beberapa pejabat Amerika curiga ia masih mempunyai kaitan dengan intelijen Rusia meskipun dibantahnya.

Kantor berita Associated Press mengatakan pelobi itu, yang dikatakan bernama Rinat Akhmetshin, membenarkan bahwa ia ikut dalam pertemuan bulan Juni 2016 di Trump Tower New York.

Sumber yang mengetahui tentang peserta pertemuan itu mengukuhkan kepada kantor berita Reuters bahwa Akhmetshin berada dalam ruang pertemuan. Dan pertemuan itu tampak sebagai bukti yang paling nyata adanya hubungan antara kubu kampanye Trump dan Rusia – persoalan yang menyebabkan Kongres melakukan penyelidikan dan penunjukan seorang penyelidik khusus Federal.

Menantu Trump, Jared Kushner dan bekas penasehat kampanyenya Paul Manafort juga hadir dalam pertemuan begitu pula putra sulungnya Donald Trump Jr yang berharap akan memperoleh informasi merusak mengenai calon presiden dari Partai Demokrat Hillary Clinton.

Trump Jr tidak menyebut tentang kehadiran Akhmetshin ketika merilis serangkaian email mengenai pertamuan itu awal pekan ini. [ps/al]

NEWS: Komisi Senat AS Cari Informasi Penyelidikan Tentang Rusia dari Mantan Pembantu Trump

anzhuo66.com – Sebuah komisi Senat Amerika yang menyelidiki tuduhan bahwa Rusia mencampuri pemilu Amerika baru-baru ini telah memerintahkan beberapa mantan pembantu Presiden Donald Trump untuk menyerahkan informasi tentang kemungkinan hubungan mereka dengan Rusia.

Salah seorang yang diamati, Carter Page, mantan penasihat kebijakan luar negeri Trump, mengecam komite intelijen Senat dalam sebuah surat yang diumumkan hari Jumat, dengan menyebut penyelidikan tersebut sebagai “penyelidikan palsu”.

Page mengatakan dalam suratnya bahwa jika anggota komisi menginginkan rincian tentang komunikasinya dengan orang Rusia, mereka harus bertanya kepada mantan Presiden Barack Obama. 

Dia mengatakan bahwa bahan yang dimilikinya “sangat kecil” dibandingkan dengan informasi yang dikumpulkan oleh pemerintahan Obama sebagai bagian dari apa yang dia sebut sebagai “perintah rahasia” untuk mengawasi kegiatannya.

Panel Senat juga meminta catatan dari mantan ketua kampanye Trump, Paul Manafort, mantan penasihat Trump Roger Stone, dan mantan Penasihat Keamanan Nasional Michael Flynn, sebagai bagian dari penyelidikan itu.

Komisi intelijen Senat dan DPR bersama para pejabat FBI sedang menyelidiki usaha Rusia mempengaruhi pemilihan presiden tahun 2016. [sp]