NEWS: Jajak Pendapat: Popularitas Presiden Trump Tetap Sekitar 30%

anzhuo66.com – Serangkaian jajak pendapat menunjukan popularitas Presiden Donald Trump masih berkisar 30 persen. Namun Trump, Selasa (14/11), membantah hasil jajak pendapat tersebut dan menunjuk satu angket lain dengan hasil yang lebih tinggi, sebagai hasil yang benar.

Jajak pendapat terbaru Universitas Quinnipiac menunjukkan responden tidak mendukung kebijakan Trump selama 10 bulan pertama jabatannya dengan perbandingan 58-35. Sebanyak 40 persen responden mengatakan Trump layak menjadi presiden dan sisa 57 persen lainnya menyatakan sebaliknya.

Jajak pendapat lain akhir-akhir ini menunjukkan hasil serupa. Jajak pendapat Gallup pada Selasa (14/11) menunjukkan pendapat negatif 57-38. Pekan lalu, Reuters/Ipsos menunjukkan angka negatif Trump 60-35, yang disebut sebagai terendah dalam tujuh dasawarsa untuk sepuluh bulan pertama masa jabatan seorang presiden.

Namun melalui Twitter Trump mengutip hasil jajak pendapat Rasmussen Reports yang condong ke Partai Republik, yang menunjukkan nilai negatif 53-46. Dia mengecam media berita nasional yang mengatakan bahwa tingkat popularitasnya sekitar 30 persen.

Angka Rasmussen menurun untuk Trump pada Selasa, menjadi nilai negatif 55-44.

Quinnipiac mengatakan dengan perbandingan 58-37, responden berpendapat bahwa Trump tidak jujur, 59-38 responden berpendapat Trump tidak memiliki keterampilan kepemimpinan yang baik, dan 59-39 responden mengatakan bahwa Trump tidak peduli pada warga Amerika. Untuk segi positifnya, Quinnipiac mengatakan bahwa dengan perbandingan 58-39 responden berpendapat Trump adalah tokoh yang kuat dan 55-41 responden berpendapat bahwa dia cerdas. [ds]

NEWS: Trump dan Putin Bersalaman di KTT APEC, Tapi Tak Adakan Pembicaraan

anzhuo66.com – Presiden Trump berada pada hari kedua menghadiri KTT APEC di Danang, Vietnam. Dalam pertemuan dengan para pemuka ekonomi Asia, ia menegaskan tentang agendanya ‘mendahulukan Amerika’.

Hari Jumat (10/11) malam ia menghadiri acara penyambutan sambil santap malam dan tampak bersalaman dan bertegur sapa dengan presiden Rusia Vladimir Putin. Gedung Putih mengatakan tidak ada rencana kedua presiden mengadakan pembicaraan yang substantif.

Presiden Trump mengemukakan dalam KTT itu bahwa ia bersedia menjalin perjanjian dagang bilateral dengan tiap negara di kawasan Indo-Pasifik tetapi menolak tegas perjanjian multi nasional seperti Trans Pacific Partnership (TPP) yang beranggota 12 negara. Pada awal masa jabatannya ia cepat-cepat menarik keluar Amerika dari perjanjian TPP itu.

Selesai KTT Trump hari Sabtu petang bertolak ke Hanoi untuk menghadiri jamuan makan kenegaraan. [al]

NEWS: Trump Mungkin akan Desak Xi Jinping Berbuat Lebih Banyak ‘Jinakkan’ Korut

anzhuo66.com – Presiden Trump ditengarai akan mendesak Presiden China Xi Jinping untuk berbuat lebih banyak dalam menjinakkan Korea Utara apabila keduanya bertemu di Beijing bulan depan. Ini bertolak dari pandangan bahwa konsolidasi kekuasaan yang dilakukan Xi Jinping memberinya wewenang lebih besar untuk melakukan itu.

Presiden Trump akan bertolak tanggal 3 November melawat ke Jepang, Korea Selatan, China, Vietnam dan Filipina.

Ini lawatannya ke-empat ke Asia sejak memegang jabatan bulan Januari dengan prioritas utama: mencegah agar konfrontasi dengan Korea Utara menjadi tidak terkendali. [al]

NEWS: Industri, Aktivis Lingkungan Hidup Lawan Rencana Batu Bara Trump

anzhuo66.com – Pemerintah Trump mengatakan batu bara akan kembali digunakan dan energi nuklir itu keren. Hal itu boleh saja terjadi, asal tidak mengorbankan penggunaan gas alam, tenaga angin dan tenaga matahari, kata kelompok-kelompok bisnis dan lingkungan hidup menegaskan. 

Dow Chemical, Koch Industries dan U.S. Steel Corp. berdiri bersama aktivis lingkungan hidup untuk menentang rencana Departemen Energi yang akan memberikan penghargaan kepada pembangkit listrik tenaga nuklir dan tenaga batu bara karena memperkuat jaringan listrik Amerika. Kelompok ini juga menekan pemerintah Trump untuk mengganti arah kebijakan. 

Menteri Energi Rick Perry mengatakan rencana itu diperlukan untuk mencegah pemadaman listrik yang meluas, seperti misalnya yang disebabkan oleh Badai Harvey, Irma, dan Maria dan “pusaran kutub” pada tahun 2014 di bagian timur dan pusat Amerika. Rencana tersebut bertujuan untuk mengembalikan pembangkit-pembangkit listrik tenaga nuklir dan batu bara yang perlahan mulai mangkrak karena kehilangan pangsa pasar setelah penggunaan gas alam dan energi terbarukan berkembang. 

“Hilangnya kapasitas pembangkitan untuk beban dasar..seperti batu bara dan nuklir harus dihentikan,” kata Perry dalam surat pada 28 September yang mendesak Komisi Pengatur Energi Federal. “Sumber daya pembangkitan listrik ini diperlukan untuk mempertahankan ketahanan jaringan listrik” di tengah perubahan besar di pasar energi Amerika.  

Rencana Perry bersamaan dengan Presiden Donald Trump yang bersumpah untuk mencapai “dominasi energi” AS, sambil mengakhiri apa yang dia dan rekan-rekan di Partai Republik katakan sebagai “perang terhadap batu bara” yang diusung pemerintahan Obama.  

Rencana Penyelamatan

Rencana tersebut akan memberikan kompensasi kepada pemilik pembangkit listrik yang bisa mempertahankan pasokan bahan bakar selama 90 hari terhadap berbagai elemen. Kritikus mengatakan, rencana ini bisa menyebabkan subsidi yang bernilai miliaran dolar. 

Kelompok-kelompok lingkungan hidup mengatakan rencana ini akan meningkatkan penggunaan bahan bakar yang kotor dan merugikan konsumen. Dilain pihak, industri energi memperingatkan mengenai campur tangan di pasar bebas dan perusahaan-perusahaan akan mengeluh mengenai ongkos energi tinggi yang bisa dibebankan kepada konsumen.

“Rick Perry mencoba menyorongkan rencana penyelamatan industri batu bara dan nuklir yang keterlaluan dengan membebankan konsumen Amerika,” kata Kit Kenedy, pakar kebijakan energi untuk Dewan Pertahanan Sumber Daya Alam. “Usulan radikal ini akan mengakibatkan tagihan-tagihan energi yang lebih tinggi untuk konsumen dan para pebisnis, serta kualitas udara yang kotor dan kenaikan masalah-masalah kesehatan.”

Sebuah koalisi kelompok industri, mulai dari Dewan Energi Terbarukan Amerika, hingga Institut Perminyakan Amerika dan Asosiasi Pasokan Gas Alam juga mengecam rencana tersebut dengan mengatakan hal itu bisa merugikan “seluruh industri dan puluhan ribu pekerja mereka.”

Konsumen Energi Industri Amerika, sebuah kelompok yang mewakili Dow, Koch Industries dan perusahaan manufaktur raksasa lainnya, adalah bagian dari kelompok yang melobi untuk melawan rencana tersebut. Dalam surat kepada Kongres, kelompok tersebut menyebut proposal itu “anti kompetitif” dan mengatakan rencana itu bisa membalikan atau “merusak pasar listrik kompetitif, menaikkan harga listrik untuk seluruh konsumen dan merugikan industi manufaktur Amerika. 

Industri Batu bara, Nuklir Dukung Rencana

Walaupun begitu, kelompok industri batu bara dan nuklir memuji rencana tersebut. Presiden Asosiasi Pertambangan Nasional dan CEO Hall Quinn, menyebut rencana aksi Perry “Langkah penting yang sudah tertunda lama untuk mengatasi masalah kerentanan jaringan energi Amerika.”

Maria Korsnick, presiden dan CEO Institut Energi Nuklir mengatakan, gangguan-gangguan yang diakibatkan badai dan cuaca ekstrem lainnya menunjukkan “Desakan untuk tindakan mendukung ketahanan jaringan listrik menjadi semakin nyata.”

Departemen Energi akan meminta persetujuan akhir pada pertengahan Desember, sementara kelompok-kelompok industri dan beberapa angota Kongres telah mengupayakan penundaan. [fw/au]

NEWS: Trump Tawarkan untuk Mediasi Qatar

anzhuo66.com – Presiden Amerika Donald Trump hari Kamis (7/9) mengatakan ia bersedia membantu memediasi pertikaian antara Qatar dan negara-negara Arab tetangganya.

Trump membahas hal tersebut dengan Emir Kuwait Sabah al-Ahmed al-Jaber al-Sabah hari Kamis. Sesudahnya dalam jumpa pers bersama, Trump mengatakan, “Saya bersedia menjadi mediator.”

“Saya bersedia melakukannya, dan saya yakin kesepakatan akan tercapai dengan cepat,” kata Trump. “Saya yakin ini adalah sesuatu yang dapat diselesaikan dengan cukup mudah.”

Bahrain, Mesir, Arab Saudi, dan Persatuan Emirat Arab memutus hubungan dengan Qatar setelah menuduhnya memiliki kaitan dengan Iran dan kelompok-kelompok fundamentalis Islamis.

Para pemimpin Qatar membantah tuduhan itu.

Negara-negara Arab mengajukan tuntutan-tuntutan terhadap Qatar dan Kuwait telah berusaha memediasi pertikaian itu. Sheikh Sabah mengatakan ia telah menerima surat dari Qatar yang menyatakan kesediaan membahas 13 butir tuntutan itu. Ia menyatakan harapan bahwa sebagian besar dari tuntutan itu akan diselesaikan.

Qatar dan Arab Saudi adalah sekutu penting Amerika. Amerika memiliki pangkalan militer terbesar di kawasan di Qatar. [ds]

NEWS: Trump Incar Kekayaan Tambang Mineral Afghanistan yang Tak Terjangkau

anzhuo66.com – KABUL (Reuters) – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengincar kekayaan sumber daya mineral Afghanistan untuk membayar keterlibatannya dalam perang di negara tersebut yang sudah berlangsung 16 tahun dan membiayai pekerjaan rekonstruksi yang sudah membengkak hingga 117 miliar dolar. Namun, para investor yang sudah pernah meneliti salah satu negara paling berbahaya di dunia ini mengatakan, bahwa hal itu hanya mimpi belaka.

NEWS: Ribuan Demonstran Sambut Presiden Trump di New York

anzhuo66.com – Kedatangan Presiden Donald Trump di kediamannya di Trump Tower di sambut ribuan demonstran. Mereka meneriakkan kata-kata “bukan presiden saya” dan “memalukan!” ketika iring-iringan mobil Presiden Trump bergerak sepanjang Fifth Avenue di Manhattan menuju tempat kediamannya di Trump Tower.

Sekelompok kecil pendukung Trump juga tampak menyambut presiden Amerika itu, yang singgah sebentar di kediamannya di New York dari liburannya di New Jersey.

Di dekat gedung Trump Tower, tempat kediaman pribadi Presiden Trump para demonstran tampak membawa poster-poster yang bertuliskan “makzulkan” dan “Gedung Putih bukan tempat bagi kelompok supremasi kulit putih”, dan teriakan-teriakan ‘New York benci padamu” bergema diantara gedung-gedung pencakar langit di sekitarnya.

Komentar awal Presiden Trump tentang kerusuhan yang terjadi di Charlottesville, akhir minggu lalu, yang menyebut aksi kekerasan dan kemunafikan “dilakukan oleh banyak pihak” telah memicu tekanan kuat selama dua hari untuk mengutuk aksi kelompok supremasi kulit putih itu.

“Itu menunjukkan bahwa dalam saat-saat krisis, presiden tidak melakukan apa yang diharapkan rakyat,” kata Adam Vasquez seorang pembuat video yang berumur 26 tahun.

Di pihak lain kira-kira 20 orang pendukung Trump yang berada dekat Trump Plaza berseru “Tuhan memberkahi presiden Trump”. Mereka melambai-lambaikan bendera Amerika dan poster-poster yang bertuliskan “sekarang bukanlah waktunya untuk memecah belah.”

Kedua kelompok demonstran yang bertentangan itu, yang dipisahkan oleh polisi, saling berteriak “kalian pulang saja!.” [ii]

NEWS: Trump Tunjuk Dubes AS yang Baru untuk Afghanistan

anzhuo66.com – Presiden AS Donald Trump hari Kamis menunjuk diplomat veteran John Bass menjadi duta besar AS yang baru di Afghanistan, dan mengakhiri masa jabatannya di Ankara, Turki.

Dalam sebuah pernyataan tertulis, Gedung Putih menyebutkan pengalaman Bass dalam menangani terorisme. “Bass telah menghabiskan puluhan tahun terakhir guna mendukung upaya pemerintah federal untuk memobilisasi sekutu dan sumber daya dalam memerangi terorisme dan instabilitas di Iraq, Suriah dan Asia Barat Daya.”

Bass ditugaskan di Turki sejak tahun 2014, dan telah mengendalikan hubungan AS-Turki melalui kudeta gagal dan ketegangan mengenai Suriah dan kehadiran seorang seteru Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Amerika.

Bass dicalonkan  sewaktu pemerintahan Trump selesai meninjau strategi di Afghanistan yang kemungkinan akan menambah jumlah pasukan Amerika di sana. [ps/al]

NEWS: Pelobi Rusia Bertemu Beberapa Pembantu Senior Trump Tahun Lalu

anzhuo66.com – Seorang pelobi dan tadinya agen kontra intelijen Soviet ikut dalam pertemuan tahun lalu dengan beberapa pembantu senior Presiden Trump termasuk putranya dan seorang pengacara Rusia. Demikian dikabarkan NBC News hari Jumat sehingga memperkuat tuduhan adanya koneksi antara Moskow dan pemilihan presiden di Amerika November lalu.

NBC News yang tidak menyebut nama pelobi itu tetapi mengatakan beberapa pejabat Amerika curiga ia masih mempunyai kaitan dengan intelijen Rusia meskipun dibantahnya.

Kantor berita Associated Press mengatakan pelobi itu, yang dikatakan bernama Rinat Akhmetshin, membenarkan bahwa ia ikut dalam pertemuan bulan Juni 2016 di Trump Tower New York.

Sumber yang mengetahui tentang peserta pertemuan itu mengukuhkan kepada kantor berita Reuters bahwa Akhmetshin berada dalam ruang pertemuan. Dan pertemuan itu tampak sebagai bukti yang paling nyata adanya hubungan antara kubu kampanye Trump dan Rusia – persoalan yang menyebabkan Kongres melakukan penyelidikan dan penunjukan seorang penyelidik khusus Federal.

Menantu Trump, Jared Kushner dan bekas penasehat kampanyenya Paul Manafort juga hadir dalam pertemuan begitu pula putra sulungnya Donald Trump Jr yang berharap akan memperoleh informasi merusak mengenai calon presiden dari Partai Demokrat Hillary Clinton.

Trump Jr tidak menyebut tentang kehadiran Akhmetshin ketika merilis serangkaian email mengenai pertamuan itu awal pekan ini. [ps/al]