NEWS: Kelanjutan Pemotongan Produksi OPEC Tak Pasti, Harga Minyak Turun

anzhuo66.com – Harga minyak melemah pada perdagangan Rabu (29/11), Reuters melaporkan, karena keraguan OPEC dan Rusia akan setuju memperpanjang kebijakan pemotongan produksi dan laporan mengenai produksi Amerika yang meningkat di luar dugaan.

Kontrak berjangka minyak West Texas Intermediate (WTI) turun 30 sen atau 0,5 persen dari perdagangan sebelumnya, menjadi 57,69 per barel pada pukul 05:43 GMT.

Para pedagang mengatakan harga minyak Amerika terseret turun oleh laporan American Petroleum Institue pada Selasa (28/11) petang yang menunjukkan bahwa cadangan minyak Amerika naik sebanyak 1,8 juta barel di pekan yang berakhir 24 November.

Mulai beroperasi kembali secara bertahap pipa minyak Keystone, yang memasok minyak Kanada ke Amerika, juga turut menurunkan harga minyak Amerika.

Kontrak berjangka minyak Brent, acuan harga minyak internasional, turun 44 sen atau 0,7 persen menjadi 63,17 dolar per barel.

Harga minyak dunia, terutama minyak Brent yang telah naik 40 persen sejak pertengahan 2017, telah menguat dipicu oleh upaya OPEC dan produsen minyak lainnya untuk mengurangi produksi. Kesepakatan pengurangan produksi berakhir Maret 2018, namun OPEC akan mengadakan rapat pada Kamis (30/11) untuk menentukan apakah akan memperpanjang pemotongan produksi.

“Mereka berencana memperpanjang kebijakan untuk sepanjang 2018, namun dengan opsi meninjau ulang kesepakatan pada Juni. Artinya, mereka setuju untuk tidak setuju,” kata Ralph Lesczynski, kepala riset dari agen pengapalan Bancosta di Singapura.

Selain pemotongan produksi, ekonomi dunia yang sehat juga akan membantu pasar mencapai keseimbangan setelah banjir pasokan selama bertahun-tahun. [fw/au]

 

NEWS: Emisi Gas Rumah Kaca Amerika Turun 2% pada 2016

anzhuo66.com – Emisi gas rumah kaca dari fasilitas industri terbesar Amerika turun 2 persen pada 2016 menjadi 2,99 miliar ton, didorong oleh penurunan besar dari sektor kelistrikan, menurut data yang dirilis oleh Badan Perlindungan Lingkungan atau Environmental Protection Agency (EPA), Kamis (5/10).

Penurunan tersebut, yang terjadi di tahun terakhir masa jabatan Presiden Barack Obama, membawa total penurunan emisi gas rumah kaca AS dari fasilitas industri besar selama lima tahun terakhir menjadi hampir 10 persen.

Penurunan emisi pada 2016 dipicu oleh penurunan 4,6 persen dari pembangkit listrik di AS menjadi 1,88 miliar ton dari 1,97 miliar ton pada tahun 2015, menurut data tersebut. Itu menandai penurunan 18 persen dari lima tahun yang lalu pada saat EPA mulai mengumpulkan data.

Namun, emisi dari sektor gas dan minyak, termasuk jaringan pipa dan sistem pengumpulan, meningkat menjadi 283 juta ton pada 2016 dari 233 juta di tahun 2015.Program pelaporan gas rumah kaca wajib EPA mensyaratkan semua fasilitas yang menghasilkan lebih dari 25.000 ton ekuivalen karbon dioksida per tahun di semua sektor untuk melaporkan emisi mereka ke agen tersebut.

Presiden Donald Trump telah mengecam batasan emisi yang diberlakukan oleh Obama karena menurut Trump, pembatasan tersebut terlalu mahal untuk industri. Para ilmuwan mengatakan emisi gas rumah kaca mengakibatkan perubahan iklim. Trump telah berusaha menarik kembali pembatasan emisi. Ia juga mengumumkan akan menarik negara tersebut dari sebuah perjanjian global yang bertujuan untuk melawan pemanasan global.

EPA tahun ini menghapus banyak halaman di situsnya yang berisi informasi perubahan iklim dan emisi gas rumah kaca, namun tetap menyimpan halaman untuk program pelaporan karena Kongres mewajibkannya.

Hasil emisi gas rumah kaca 2016 muncul di situs tanpa pemberitahuan atau siaran pers. Pejabat EPA tidak menanggapi permintaan untuk memberikan komentar.

Untuk 2016, 7.631 fasilitas mulai dari pembangkit listrik sampai kilang minyak mengirimkan laporan ke program tersebut, pada batas waktu 31 Maret.