NEWS: Pendiri Apple Tutup Akun Facebok di Tengah Krisis Privasi

anzhuo66.com – Salah satu pendiri Apple, Steve Wozniak, menutup akun Facebooknya, di tengah krisis privasi terburuk dalam sejarah yang mendera raksasa jejaring media sosial tersebut.

Dalam email kepada USA Today, Wozniak mengatakan Facebook menangguk banyak uang iklan dari rincian informasi pribadi yang diberikan oleh para penggunanya. Dia mengatakan “semua keuntungan dihasilkan dari informasi para pengguna, tapi pengguna tidak mendapatkan sama sekali keuntungan.” 

Wozniak mengatakan dia lebih memilih membayar Facebook.

“Apple menghasilkan uang dengan dari produk-produk yang bagus, bukan dari Anda,” kata dia.

Dalam wawancara Senin (9/4) malam di Philadelphia dengan Associated Press, Wozniak mengatakan dia telah beberapa waktu berpikir untuk menghapus akun Facebooknya dan lalu melaksanakan rencananya setelah beberapa teman dekatnya menghapus akun Facebook mereka minggu lalu.

“Ini adalah kemunafikan besar dengan tidak menghormati privasi saya ketika (CEO Facebook Mark) Zuckerberg membeli semua rumah di sekitar dia dan tanah-tanah di sekitar kediamannya di Hawaii untuk menjaga privasinya,” kata Wozniak. “Dia tahu nilai privasi, tapi dia tidak menjaga privasi saya.”

Sebuah perusahaan penambangan data yang terafiliasi dengan kampanye pemilihan presiden Donald Trump dari Partai Republik, mengumpulkan informasi pribadi dari 87 juta pengguna Facebook untuk mempengaruhi hasil pemilu. Facebook, yang bermarkas di Menlo Park, California, telah mengumumkan berbagai perubahan teknis yang bertujuan untuk mengatasi masalah privasi. 

Zuckerberg telah meminta maaf dan eksekutif No. 2 di Facebook, Sheryl Sandberg, mengatakan dia minta maaf karena perusahaan sudah mengecewakan banyak orang. [ft]

NEWS: Desainer Legendaris Givenchy Tutup Usia

anzhuo66.com – Hubert Givenchy, aristoktrat perancang adibusana asal Perancis dan pendiri rumah mode Givenchy pada 1950an, wafat pada usia 91 tahun, Reuters melaporkan, Senin (12/3), mengutip pernyataan label Givenchy.

Givenchy terkenal mendandani selebritas dunia, termasuk Jacqueline Kennedy Onassis dan Grace Kelly.

Dia sudah menjadi tokoh dunia mode sejak menampilkan koleksi pertamanya di Paris pada usia 24 tahun. Gaya Givenchy sinonim dengan keanggunan dan glamor. Gaun hitam terkenal yang dikenakan oleh Audrey Hepburn dalam film “Breakfast at Tiffany’s” adalah salah satu rancangan yang menjadi ikon mode.

Lahir dari keluarga bangsawan, ayahnya yang seorang marquis Givenchy, berharap dia menjadi pengacara. Namun Givenchy muda malah tertarik pada mode dan desain, hingga memutuskan pindah ke Paris pada usia 17 tahun.

Givenchy sempat belajar hukum, tapi suasana pembebasan pada Perang Dunia II membuatnya memilih masuk Ecole de Beaux-Arts di Paris.

Pada awal kariernya, siapa sangka, Givenchy pernah ditolak oleh desainer Spanyol Cristobal Balenciaga, yang saat itu adalah ketua para desainer di Paris. Saat itu, Givenchy meletakkan buku sketsa desainnya di pintu Balenciaga, yang kemudian ditolak dengan respon “Balenciaga Tidak bertemu dengan siapapun.”

Setelah sukses pada peragaan pertama di 1952, Givenchy kemudian melebarkan sayapnya ke Amerika. Beberapa kliennya antara lain, Jacqueline Kennedy. Jacqueline menggunakan rancangan Givenchy ketika menghadiri pemakaman Presiden John F. Kennedy pada 1963. Selain Jacqueline, aktris Grace Kelly, yang kemudian menjadi Putri Monaco, juga pelanggannya.

Salah satu pelanggan Givenchy yang paling setia adalah Audrey Hepburn, yang selalu memakai gaunnya selama tiga dekade sejak bekerja sama pada 1963.

Sukses di bidang mode, Givenchy merambah pembuatan parfum, pakaian pria, bahan-bahan desain interior untuk hotel.

Setelah perjalanan 30 tahun, Givenchy menjual labelnya ke grup bisnis barang-barang mewah, LVMH Moet Hennessy-Louis Vuitton pada 1988 dan tetap berada di bawah naungan LVMH hingga sebelum pensiun pada 1995.

Selain rumah mode Paris dan butik di setidaknya 8 negara, LVMH juga membeli kepemilikan 178 lisensi Givenchy untuk parfum, pakaian dan dekorasi interior. [ft]

NEWS: Toys “R” Us Tutup Seperlima Toko di Amerika Serikat

anzhuo66.com – Toys “R” Us Inc mengatakan, Selasa (23/1), akan menutup seperlima dari toko-tokonya di Amerika Serikat dalam beberapa bulan mendatang, seiring dengan upaya jaringan toko mainan terbesar di Amerika untuk keluar dari kepailitan. 

Penutupan 180 toko di Amerika Serikat akan dimulai awal Februari dan berlanjut hingga pertengahan April, kata Kepala Eksekutif David Brandon, dalam pernyataan di situs web, seperti dilaporkan Reuters.

Brandon yang bergabung dengan perusahaan itu sebagai CEO pada 2015, setelah memimpin perombakan di Domino’s pizza, mengakui kesenjangan pengalaman konsumen dalam musim liburan. Tapi dia berjanji akan fokus pada meningkatkan pengalaman berbelanja, baik di toko maupun secara online.

Perusahaan yang bermarkas di Wayne, New Jersey itu, yang berjuang di tengah kompetisi dengan para peritel mainan independen dan perusahaan ritel online Amazon.com, akan menggelar diskon besar-besaran dan memperbaiki program loyalitas untuk menarik lebih banyak pembeli.

Perusahaan itu mengajukan perlindungan kepailitan menjelang musim liburan 2017, di Amerika Serikat dan Kanada, untuk merestrukturisasi hutang jangka panjang senilai 5 miliar dolar. Hal ini menimbulkan kekhawatiran atas masa depan 64 ribu karyawannya dan hampir 1.600 toko. [fw]