NEWS: Usaha Warga AS Galang Dana untuk Bantu Trump Bangun Tembok Dihentikan

anzhuo66.com – Usaha untuk mengumpulkan dana satu milyar dollar lewat internet oleh seorang veteran perang Irak yang katanya akan membantu Presiden Trump membangun tembok di perbatasan Meksiko telah dihentikan, setelah mencapai hanya 20 juta dollar.

Akun GoFundMe yang dimulai oleh Brian Kolfage bulan Desember tampaknya berhasil mengumpulkan dana dengan cepat karena Presiden Trump tidak bisa mendapatkan persetujuan DPR untuk membangun tembok itu.

Tapi kemudian arus sumbangan melambat, dan Kolfage menyimpulkan bahwa pemerintah Amerika tidak akan bisa menggunakan dana itu dalam waktu dekat ini. Kolfag juga dituduh oleh sebuah artikel dalam laporan kantor berita Buzzfeed yang mengatakan bahwa ia membuat berita-berita palsu untuk merugikan politisi dan kelompok-kelompok liberal supaya bisa mendapat keuntungan dari iklan.

Kolfag mengatakan ia akan mengembalikan sumbangan 20 juta dollar itu, tapi kalau pemberinya sepakat, ia akan membentuk perusahaan sendiri guna membangun sebagian tembok itu diatas tanah swasta.

Buzzfeed mencatat bahwa Facebook telah menutup akun-akun milik Kolfag yang mempromosikan berbagai pandangan sayap kanan dan dianggap oleh Facebook sebagai “kegiatan yang tidak otentik”, istilah yang biasa digunakan untuk berita palsu.

Kata Buzzfeed, Kolfage juga menghimpun dana tahun 2015, katanya untuk membantu veteran perang, tapi tiga rumah sakit tentara yang disebut Kolfage, melaporkan tidak pernah mendapat dana bantuan dari 16.000 dollar yang sempat dikumpulkannya. (ii)

NEWS: AS Persiapkan Langkah untuk Tekan Pemerintah Venezuela

anzhuo66.com – Amerika mempersiapkan serangkaian tindakan dalam beberapa hari ke depan untuk meningkatkan tekanan terhadap pemerintah Venezuela, kata Menteri Luar Negeri Mike Pompeo kepada jaringan televisi Fox News hari Jumat (21/9).

“Dalam beberapa hari ke depan anda akan melihat serangkaian tindakan untuk terus menekan pimpinan Venezuela yang bekerja bertentangan dengan kepentingan terbaik rakyat Venezuela. Kami bertekad untuk memastikan rakyat Venezuela berhak menyuarakan kehendak mereka,” kata Pompeo tanpa merinci apa yang dimaksud dengan tindakan tadi.

Permintaan kepada kementerian luar negeri Venezuela untuk menanggapi pernyataan Pompeo itu tidak mendapat jawaban.

Pemerintahan Trump secara berangsur terus meningkatkan sanksi terhadap para pejabat pemerintahan kiri Presiden Nicolas Maduro, menuduhnya menyumbat demokrasi dengan memenjarakan para pemimpin oposisi. (al)

NEWS: Terkait Uji Coba Peluncuran Misil Korea Utara, Menlu AS : Perlu Tindakan Global Untuk Hentikan Ancaman Global

anzhuo66.com – Menteri luar negeri Amerika, Rex Tillerson mengatakan diperlukan tindakan global untuk menghentikan ancaman global oleh ujicoba peluncuran yang dilakukan Korea Utara atas apa yang tampaknya sebagai misil balistik antar benua.

 

Tindakan terbaru Korea Utara itu, kata Tillerson hari Selasa “merupakan eskalasi baru dalam ancaman terhadap Amerika, sekutu dan mitra Amerika dan dunia’.

 

Tillerson mengatakan, negara mana saja yang menampung pekerja-tamu dari Korea Utara, memberi bantuan ekonomi atau militer atau gagal melaksanakan resolusi PBB mengenai Korea Utara ‘adalah sama dengan membantu dan bersekongkol dengan satu rezim berbahaya’.

 

Korea Utara mengatakan berhasil menguji-coba misil balistik antar benua (ICBM) dan mengklaim roket pengantarnya mampu membawa ‘kepala peluru nuklir yang lebih besar dan berat’. Berdasarkan analisis atas trayek bersudut tajam yang ditelusur roket itu, pakar-pakar Amerika mengatakan misil itu tampaknya mempunyai jarak tempuh yang bisa mencapai Alaska, meskipun dalam ujicoba hari Selasa roket tersebut jatuh ke Laut Jepang. [ps/al]

NEWS: Amerika Bereaksi Keras atas Ancaman Rusia untuk Perlakukan Pesawat Terbang Amerika di Suriah Sebagai Sasaran

anzhuo66.com – Ancaman Rusia untuk memperlakukan pesawat terbang koalisi pimpinan Amerika di atas wilayah udara Suriah sebagai sasaran ditanggapi Amerika secara keras, sementara ketegangan meningkat dalam konflik Suriah.

NEWS: Ariana Grande akan Kembali ke Manchester untuk Pertunjukan Amal

anzhuo66.com – Penyanyi pop Amerika Ariana Grande mengatakan akan kembali ke Manchester, Inggris, untuk mengadakan pertunjukan amal guna mengumpulkan dana bagi ke-22 korban dan keluarga mereka dalam serangan teroris pekan ini.

Grande baru saja selesai mengadakan pertunjukan konser Senin malam ketika seorang penyerang bunuh diri meledakkan bomnya di lobi Arena Manchester yang penuh penonton. Ariana tidak luka, meskipun sangat tergoncang perasaannya oleh serangan itu, dan membatalkan tanggal-tanggal konser selama dua pekan.

Belum ditentukan tanggal bagi konser amal, yang diumumkan oleh Ariana Grande dalam sepucuk surat lewat Twitter Jumat (26/5).

Kata Ariana, “ Tanggapan kami atas pemboman itu, kita harus saling berdekatan, membantu satu sama lain, lebih menunjukkan cinta, menyanyi lebih keras, dan hidup lebih baik dan lebih dermawan daripada yang kita lakukan sebelumnya. Saya akan kembali ke kota Manchester yang berani luar biasa untuk menggunakan lebih banyak waktu dengan para penggemar saya dan untuk mengadakan konser amal demi menghormati mereka dan mengumpulkan dana bagi para korban dan keluarga mereka.”

Ariana mengatakan dia akan memberikan rincian konser itu segera setelah rencana itu dikukuhkan.

Grande diduga akan melanjutkan bagian lawatan dunia ke Eropa bulan depan, dengan pertunjukan di Perancis, Portugal, Spanyol dan Italia.

Warga asli Manchester Salman Abedi, berumur 22 tahun, melakukan serangan bunuh diridi Manchester, dengan meledakkan bom penuh dengan sekrup dan mur yangdibawanys dalam tas punggung. Selain ke-22 orang yang tewas itu, sedikitnya 116 anak-anak dan orang dewasa luka-luka.

Banyak dari para korban adalah anak-anak perempuan, yang merupakan sebagian besar penggemar Grande. Yang lain adalah para orang tua yang pergi ke arena untuk menjemput anak-anak mereka setelah konser tersebut. Korban termuda berusia delapan tahun.

Pihak berwenang Inggris menahan delapan orang sehubungan dengan serangan tersebut. Ayah Abedi dan saudara lelakinya, yang tinggal di Tripoli, Libya, ditahan di sana. Rincian mengenai bagaimana mereka mungkin terkait dengan pemboman itu belum diumumkan. [sp/ii]