NEWS: Amerika Akhiri Ijin Tinggal Sementara untuk Warga Haiti

anzhuo66.com – Setelah bertahun-tahun terlindung dari deportasi dari Amerika, selagi negara mereka berusaha pulih dari bencana gempa hebat pada 2010, puluhan ribu warga Haiti akan kehilangan perlindungan atas status keimigrasian mereka.

“Secara keseluruhan, kondisi luar biasa tetapi sementara, yang menjadi dasar pemberian status terlindung itu dinilai telah membaik, sehingga tidak menghalangi para warga Haiti untuk pulang dengan selamat,” kata seorang pejabat senior pemerintahan Trump dalam sebuah taklimat. Pengumuman itu dikeluarkan menjelang tenggat, Kamis (23/11) untuk keputusan terkait warga Haiti.

Sekitar 50.000 warga Haiti yang tinggal dan bekerja di Amerika akan kehilangan Status Terlindung Sementara.

Perlindungan itu habis masa berlakunya 22 Juli, 2019, sehingga ada waktu 18 bulan bagi warga Haiti yang tinggal di Amerika untuk pulang atau melegalkan statusnya di Amerika. Warga Haiti yang memiliki status terlindung itu memiliki waktu 60 hari untuk menyerahkan permohonan memperpanjang status sampai tenggat 2019 itu. pihak berwenang menjelaskan bahwa warga Haiti yang berstatus terlindung tidak akan diproses untuk dideportasi sampai tenggat 22 Juli 2019. [ds]

 

NEWS: Badan Lingkungan Hidup PBB Desak Hidupkan Kembali Upaya untuk Kurangi Emisi

anzhuo66.com – Program lingkungan hidup PBB menyatakan hari Selasa negara-negara dan kalangan industri perlu berupaya lebih keras lagi untuk memenuhi sasaran pengurangan emisi dan gas-gas rumah kaca yang menurut para pakar berkontribusi terhadap pemanasan global.

Dalam laporan terbarunya yang berjudul “Kesenjangan Emisi” yang diterbitkan sebelum penyelenggaraan konferensi iklim yang penting di Jerman pekan depan, program ini membidik pusat-pusat pembangkit tenaga listrik bertenaga batu bara yang dibangun di negara-negara berkembang dan mengatakan investasi pada energi terbarukan pada akhirnya akan dapat menutupi modal yang telah dikeluarkan – dan bahkan menghasilkan pemasukan – dalam jangka panjang.

Laporan yang diterbitkan pada hari Selasa muncul saat para pejabat PBB memperbaharui upaya untuk mendorong untuk menjaga momentum yang dihasilkan kesepakatan iklim Paris pada tahun 2015.

Kesepakatan tersebut berusaha untuk membatasi kenaikan temperatur global hingga 2 derajat Celcius (Fahrenheit) menjelang tahun 2100 dibandingkan dengan temperatur rata-rata dunia di awal era industri.

“Kesepakatan Paris mendorong tindakan terkait perubahan iklim, namun jelas-jelas momentumnya semakin melemah,” ujar Edgar Gutierrez-Espeleta, menteri lingkungan hidup Costa Rica yang memimpin Dewan Lingkungan Hidup PBB 2017.  “Kami menghadapi pilihan yang apa adanya: tingkatkan ambisi kami, atau tanggung konsekuensinya.”

Sebuah pembicaraan putaran yang baru terkait pembicaraan tentang iklim di PBB yang dikenal sebagai COP 23 dimulai di Bonn, Jerman, hari Senin, saat negara-negara akan menyajikan pencapaian-pencapaiannya dan mempersiapkan tujuan nasional yang lebih ambisius.

Dalam kesimpulan yang dicantumkan dalam laporan itu, UNEP menyatakan tren yang ada saat ini menunjukkan bahkan apabila komitmen nasional yang ada saat ini dapat tercapai, peningkatan temperatur sebesar 3 derajat Celsius di akhir abad ini “sangat mungkin – yang maknanya pemerintah harus berusaha lebih serius lagi saat komitmen tersebut direvisi pada tahun 2020.”

“Seandainya Amerika Serikat bersungguh-sungguh untuk menjalankan niatnya dengan meninggalkan kesepakatan Paris pada tahun 2020, prospeknya bahkan akan lebih suram lagi,” ujar pernyataan tersebut, merujuk pada rencana pemerintahan Trump untuk menarik AS dari pakta iklim global.

Dari segi positifnya, badan tersebut menyoroti “aksi mitigasi yang dengan cepat meluas” dan mengatakan emisi karbon dioksida tetap stabil sejak tahun 2014, sebagian akibat dari pemanfaatan penggunaan energi terbarukan di China dan India.  Namun demikian badan itu juga mewanti-wanti tentang kadar gas semacam metan yang terus meningkat.

UNEP menyatakan efek positif dari diakibatkan oleh investasi di bidang tenaga surya dan bayu di samping peralatan rumah tangga dan mobil yang lebih efisien, serta berbagai upaya untuk melestarikan hutan.  [ww]

NEWS: UE Janjikan Italia Tambahan Dana untuk Tangani Pengungsi Libya

anzhuo66.com – Pemimpin Uni Eropa menjanjikan dana lebih banyak untuk membantu Italia bekerja sama dengan Libya menghentikan arus migran dari Afrika Utara ke Eropa.

“Kita punya kesempatan nyata untuk menutup rute Mediterania tengah,” kata Presiden Dewan Eropa, Donald Tusk, kepada wartawan di pertemuan tingkat tinggi di Brussels, Kamis (19/10).

Tusk merujuk pada lautan antara Libya dan Pulau Lampedusa di wilayah Italia yang sangat berbahaya untuk diseberangi. Pulau Lampedusa adalah wilayah Uni Eropa pertama yang disinggahi para migran.

Ribuan migran tewas saat mencoba menyeberangi laut Mediterania menggunakan kapal-kapal yang tidak aman atau setelah ditelantarkan oleh penyelundup manusia. 

Pejabat pemerintahan Italia mengatakan jumlah migran yang meninggalkan daratan-daratan Libya telah menurun sebanyak 20 persen pada 2017, sejak Italia bekerja sama dengan Libya untuk menghentikan arus migran. Kerja sama ini termasuk pelatihan penjaga pantai Libya oleh Italia untuk menertibkan para penyelundup manusia dan menyelamatkan migran yang terdampar di tengah laut.

Italia telah meminta tambahan dana dan bantuan dari Uni Eropa selama beberapa tahun.

“Negara-negara anggota sejauh ini telah berkomitmen memberikan dana senilai 175 juta euro (207 juta dolar). Jumlah ini jelas tidak cukup,” kata Presiden Komisi Eropa, Jean-Claude Juncker. [fw] 

NEWS: Sekjen PBB Desak Dukungan untuk Sahel Perangi Ekstremis

anzhuo66.com – Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, mendesak dukungan masyarakat internasional bagi pasukan berkekuatan 5.000 orang untuk memerangi meningkatnya ancaman ekstremis di daerah Sahel di Afrika.

Guterres memperingatkan bahwa tanpa tindakan mendesak ‘stabilitas seluruh kawasan dan sekitarnya akan terancam’.

Menurut Guterres dalam laporan yang diperoleh kantor berita Associated Press Senin (16/10), situasi keamanan di Sahel ‘terus memburuk’.

Pada Februari, Mali, Mauritania, Niger, Burkina Faso dan Chad setuju membentuk pasukan untuk memerangi terorisme dan kejahatan terorganisir lintas negara, membantu pemerintah negara-negara memulihkan kekuasaan, memulangkan para pengungsi dan memfasilitasi bantuan kemanusiaan.

Guterres mengatakan tanggung jawab untuk memobilisasi dukungan untuk pasukan tersebut berada di tangan kelima negara yang mengirimkan pasukannya.

Dia menambahkan, konperensi negara donor akan diadakan bulan Desember, dan ada empat pilihan bagi PBB untuk mendukung pasukan itu. [al]

NEWS: Kecil Tapi Penting (KTP): Fasilitas Informasi untuk Turis di Bus Wisata Alexandria

anzhuo66.com – Wisatawan dan warga yang berkunjung ke kawasan wisata kota tua Alexandria bisa menggunakan bus wisata gratis atau trolley untuk menikmati nuansa kolonial di kota yang dibangun pada 1749. Bus wisata ini juga dilengkapi rekaman informasi sejarah mengenai tempat-tempat yang disinggahi dalam perjalanan.

NEWS: Thailand Bersiap untuk Upacara Kremasi Mendiang Raja Bhumibol

anzhuo66.com – Thailand memberikan sentuhan terakhir untuk upacara pemakaman mewah yang akan berlangsunglima hari akhir bulan ini sebagai ucapan perpisahan terakhir dengan almarhum Raja Bhumibol Adulyadej.

Ratusan ribu pelayat berpakaian hitam diperkirakan akan menginap selama berhari-hari di dekat Grand Palace di Bangkok untuk dapat melihat dari dekat upacara yang akan dijaga oleh 78.000 polisi. Kremasi jenazah Raja Bhumibol akan menjadi puncak upacara pada 26 Oktober.

“Oktober adalah masa duka cita,” Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha, yang mengumumkan rencana pemilihan nasional tahun depan, mengatakan pada wartawan di Bangkok, Selasa (10/10). “Saya meminta para politikus dan partai politik untuk berjalan secara teratur dan damai.”

Pengrajin telah bekerja selama sepuluh bulan di kawasan kuno Bangkok untuk membangun sebuah situs kremasi yang rumit yang dibuat berdasarkan sebuah gambaran tentang surga. Orang-orang Thailand percaya bahwa bangsawan yang meninggal akan tinggal di atas Gunung Meru, sebuah gunung emas dalam mitologi Hindu.

Pemakaman Raja Bhumibol, yang meninggal pada 13 Oktober tahun lalu setelah tujuh dasawarsa bertahta, juga merupakan masa yang tidak pasti bagi beberapa orang Thailand, kata seorang analis yang berbasis di Thailand, yang menolak disebut namanya.

Dalam banyak hal, Raja Thailand dan kematiannya telah meninggalkan kekosongan besar dalam jiwa warga Thailand,” kata analis tersebut, menunjuk pada pergolakan sosial dan politik dalam beberapa dekade terakhir

“Apa yang akan terjadi setelah pemakamannya? Kemana Thailand akan berjalan selanjutnya? Ini adalah pertanyaan-pertanyaan mendalam yang perlu dijawab.”

Raja Maha Vajiralongkorn, atau Rama X, menggantikan almarhum Raja Bhumibol. Rama X telah mengawasi perubahan besar-besaran terhadap rumah tangga kerajaan, termasuk menjalankan keuangan istana.

Meskipun menggunakan tradisi kuno, pemakaman Raja Bhumibol akan mengizinkan partisipasi publik yang lebih besar daripada raja sebelumnya, kata ahli monarki Thailand Tongthong Chandransu.

Di antara banyak benda kerajaan yang diperbaiki untuk pemakaman adalah kereta emas yang akan membawa tubuh raja itu ke guci raksasa ke tempat kremasi.

Guci tersebut akan pindah ke Royal Crematorium sebelum kremasi pada 26 Oktober malam, yang telah dinyatakan sebagai hari libur nasional.

Lebih dari 3.000 penampil akan bergabung dalam penghormatan terakhir dengan pertunjukan musik dan wayang untuk mengakhiri satu tahun masa berkabung.

“Ini adalah ‘Mandela’ kami, atau ‘Putri Diana’ kami,” kata desainer grafis yang mengaku sebagai pendukung monarki, Apichai Klapiput.

“Apa yang dunia lihat adalah sungai air mata yang memperlihatkan seberapa besar cinta orang Thailand pada Raja Bhumibol Adulyadej. Dia adalah raja semua orang.” [aa/fw]

 

NEWS: Organisasi Kemanusian Butuh $434 Juta untuk Pengungsi Rohingya

anzhuo66.com – Organisasi Kemanusiaan yang membantu pengungsi Muslim Rohingya di Bangladesh mengatakan, Rabu (4/10), mereka membutuhkan 434 juta dolar hingga enam bulan ke depan untuk membantu 1,2 juta warga Rohingya. Banyak dari mereka adalah anak-anak yang sangat membutuhkan bantuan.

Ada sekitar 809.000 pengungsi Rohingya yang berlindung di Bangladesh setelah melarikan diri dari kekerasan dan penyiksaan di Myanmar. Sekitar setengah juta dari jumlah tersebut telah datang sejak 25 Agustus untuk bergabung dengan 300.000 Rohingya yang telah tiba sebelumnya.

“Populasi Rohingya di Cox’s Bazar sangat rentan. Banyak yang mengalami trauma berat dan sekarang hidup dalam kondisi yang sangat sulit,” kata Robert Watkins, seorang koordinator Perserikatan Bangsa-bangsa setempat dalam pernyataannya. Watkins merujuk pada sebuah kota di Bangladesh, di mana sebagian besar warga Rohingya menetap.

Bangladesh dan organisasi-organisasi kemanusiaan berjuang untuk membantu 509.000 Rohingya yang telah berdatangan sejak 25 Agustus, ketika penyerangan oleh militan Rohingya memicu aksi balasan dari militer Myanmar. PBB mencap tindakan militer Myanmar sebagai pembersihan etnis. 

Rencana organisasi bantuan ini memperhitungkan kemungkinan kedatangan 91.000 pengungsi karena arus pengungsian terus berlanjut. 

“Rencana ini untuk 1,2 juta orang termasuk seluruh pengungsi Rohingya dan 300.000 warga Bangladesh yang menampung komunitas-komunitas ini selama enam bulan ke depan,” kata Watkins. 

Setengah juta orang membutuhkan makanan dan dibutuhkan 100.000 tempat penampungan darurat. Lebih dari setengah jumlah pengungsi adalah anak-anak, sedangkan 24.000 ibu hamil membutuhkan perawatan kehamilan, kata organisasi tersebut. [fw/as]