NEWS: Kamerun Selidiki Upaya Penyelundupan Gading dan Sisik Trenggiling ke China

anzhuo66.com – Para petugas penegak hukum di Kamerun menyatakan investigasi akan dilanjutkan setelah adanya upaya penyelundhpan produk satwa liar ilegal yang disembunyikan dalam peti kemas dengan tujuan China.

Setidaknya 1.000 kilogram sisik trenggiling dan beberapa ratus gading gajah ditemukan pada tanggal 6 April dalam peti kemas berisi coklat yang akan dikirimkan ke China dari bandara internasional Douala.

Para petugas belum menentukan negara asal dari barang-barang terlarang tersebut.  Perburuan liar terhadap gajah dan trenggiling tetap menjadi masalah di Kamerun; namun, negara itu juga menjadi pusat regional dari para penyelundup.

Didier Ngono, seorang pejabat dari departemen satwa liar, mengatakan pada VOA bahwa tiga orang berkebangsaan China telah ditangkap dan diharapkan akan membantu polisi dalam proses penyelidikan.

Ngono menyatakan di bawah undang-undang, hukuman untuk penyelundupan termasuk di antaranya denda yang berkisar antara $ 6.000 hingga $ 20.000 dan kurungan penjara yang berkisar antara satu hingga tiga tahun.

Kamerun telah menggagalkan dan menghancurkan paling tidak dua pengapalan dalam jumlah besar sisik trenggiling yang bertujuan ke negara-negara Asia dalam kurun waktu dua tahun terakhir.

Eric Kaba Tah, seorang pejabat dari The Last Great Ape, sebuah organisasi LSM yang membantu menegakkan undang-undang tentang satwa liar, mengatakan mekanisme penegakah hukum masih belum cukup kuat.

“Pada tahun 2016, dua pedagang ilegal berkebangsaan China ditangkap dengan bukti lima ton sisik trenggiling yang secara ilegal akan diekspor dari Kamerun ke China,” ujar Tah.  “Mereka diganjar tiga bulan penjara … dari minimum penjara satu tahun yang seharusnya mereka dapatkan, dan inilah mengapa kami sangat tidak pusa.  Mereka harus dihukum sebanding dengan kejahatan yang mereka lakukan.”

Baik trenggiling maupun gajah dianggap hewan yang terancam punah.  Perdagangan internasional terhadap trenggiling dan gading gajah dilarang, namun permintaan konsumen di negara-negara Asia tetap tinggi, yang memicu terciptanya pasar gelap.  Daging trenggiling dianggap sebagai makanan lezat dan sisiknya digunakan untuk pengobatan tradisional. [ww]

NEWS: Badan Lingkungan Hidup PBB Desak Hidupkan Kembali Upaya untuk Kurangi Emisi

anzhuo66.com – Program lingkungan hidup PBB menyatakan hari Selasa negara-negara dan kalangan industri perlu berupaya lebih keras lagi untuk memenuhi sasaran pengurangan emisi dan gas-gas rumah kaca yang menurut para pakar berkontribusi terhadap pemanasan global.

Dalam laporan terbarunya yang berjudul “Kesenjangan Emisi” yang diterbitkan sebelum penyelenggaraan konferensi iklim yang penting di Jerman pekan depan, program ini membidik pusat-pusat pembangkit tenaga listrik bertenaga batu bara yang dibangun di negara-negara berkembang dan mengatakan investasi pada energi terbarukan pada akhirnya akan dapat menutupi modal yang telah dikeluarkan – dan bahkan menghasilkan pemasukan – dalam jangka panjang.

Laporan yang diterbitkan pada hari Selasa muncul saat para pejabat PBB memperbaharui upaya untuk mendorong untuk menjaga momentum yang dihasilkan kesepakatan iklim Paris pada tahun 2015.

Kesepakatan tersebut berusaha untuk membatasi kenaikan temperatur global hingga 2 derajat Celcius (Fahrenheit) menjelang tahun 2100 dibandingkan dengan temperatur rata-rata dunia di awal era industri.

“Kesepakatan Paris mendorong tindakan terkait perubahan iklim, namun jelas-jelas momentumnya semakin melemah,” ujar Edgar Gutierrez-Espeleta, menteri lingkungan hidup Costa Rica yang memimpin Dewan Lingkungan Hidup PBB 2017.  “Kami menghadapi pilihan yang apa adanya: tingkatkan ambisi kami, atau tanggung konsekuensinya.”

Sebuah pembicaraan putaran yang baru terkait pembicaraan tentang iklim di PBB yang dikenal sebagai COP 23 dimulai di Bonn, Jerman, hari Senin, saat negara-negara akan menyajikan pencapaian-pencapaiannya dan mempersiapkan tujuan nasional yang lebih ambisius.

Dalam kesimpulan yang dicantumkan dalam laporan itu, UNEP menyatakan tren yang ada saat ini menunjukkan bahkan apabila komitmen nasional yang ada saat ini dapat tercapai, peningkatan temperatur sebesar 3 derajat Celsius di akhir abad ini “sangat mungkin – yang maknanya pemerintah harus berusaha lebih serius lagi saat komitmen tersebut direvisi pada tahun 2020.”

“Seandainya Amerika Serikat bersungguh-sungguh untuk menjalankan niatnya dengan meninggalkan kesepakatan Paris pada tahun 2020, prospeknya bahkan akan lebih suram lagi,” ujar pernyataan tersebut, merujuk pada rencana pemerintahan Trump untuk menarik AS dari pakta iklim global.

Dari segi positifnya, badan tersebut menyoroti “aksi mitigasi yang dengan cepat meluas” dan mengatakan emisi karbon dioksida tetap stabil sejak tahun 2014, sebagian akibat dari pemanfaatan penggunaan energi terbarukan di China dan India.  Namun demikian badan itu juga mewanti-wanti tentang kadar gas semacam metan yang terus meningkat.

UNEP menyatakan efek positif dari diakibatkan oleh investasi di bidang tenaga surya dan bayu di samping peralatan rumah tangga dan mobil yang lebih efisien, serta berbagai upaya untuk melestarikan hutan.  [ww]