NEWS: Mattis: AS Siap Berperang Jika Terjadi Serangan Korea Utara

anzhuo66.com – Menhan Amerika Jim Mattis hari Jumat (26/1) mengatakan, Amerika akan terus membela dan menyediakan opsi-opsi militer yang kredibel untuk para diplomat yang berusaha melakukan penurunan ketegangan di semenanjung Korea dan menanggapi ancaman nuklir dan misil dari Pyongyang.

Berbicara dalam penerbangan sebelum mendarat di Pearl Harbor, Mattis juga mencatat bahwa Amerika sudah siap berperang kapan saja bersama Korea Selatan, seandainya terjadi serangan oleh Korea Utara.

“Opsi-opsi militer itu telah disiapkan sejak 1953. Opsi-opsi itu tetap ada kini. Kami mampu berperang nanti malam, bersama-sama dengan Korea Selatan, seandainya mereka diserang,” demikian kata Menhan AS dalam penerbangan dari Vietnam ke Hawaii itu.

“Setiap serangan Korea Utara akan ditangkis dengan dahsyat,” tambah Jim Mattis.

Pemimpin Pentagon itu Jumat akan bertemu dengan Menhan Korea Selatan Song Young-moo di Hawaii. Jim Mattis mengatakan, pertemuan itu akan menanggapi kebijakan zona bebas nuklir di semenanjung Korea.

Pertemuan ini dilangsungkan sementara Korea Utara dan Selatan sedang terlibat pembicaraan seputar Olimpiade Musim Dingin bulan depan di Korea Selatan. Korea Utara setuju untuk mengirim sebuah delegasi ke pesat olahraga itu. [ps/jm]

NEWS: AS Minta Turki Kurangi Ketegangan di Suriah Utara

anzhuo66.com – Amerika mendesak Turki untuk mengurangi ketegangan akibat operasi militernya di Suriah dan fokus pada upaya mengalahkan militan ISIS, di tengah ketidakpercayaan yang semakin besar di antara dua sekutu NATO itu.

Sementara itu, Turki menekan AS untuk menghentikan dukungannyauntuk milisi Kurdi atau menghadapirisiko berhadapan dengan pasukan Turki di Suriah.

Hubungan AS-Turki mengalami kemunduran karena perselisihan mengenai pembicaraan telepon antara presiden AS dan Turki yang semula bertujuan meredakan ketegangan akibat intervensi pasukan Turki di Suriah.

Turki membantah bahwa Presiden AS Donald Trump meminta Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk menahan operasi militer terhadap milisi Kurdi YPG di daerah kantong Afrin, Suriah.

Namun Washington mengatakan tetap membela pendirian Trump yang “tegas” dan “tangguh” selama pembicaraan teleponnya dengan Erdogan.

Gedung Putih melaporkan bahwa Trump mengatakan operasi Turki tersebut “berisiko memperlemah sasaran kita bersama di Suriah,” dan “mendesak Turki untuk menahan militer, membatasi operasi militernya, dan menghindari jatuhnya korban sipil yang bisa meningkatkan jumlah pengungsi dan orang yang kehilangan tempat tinggal.”

Perselisihan mengenai isi pembicaraan di telepon ini semakin memperburuk hubungan antara kedua sekutu NATO itu. Amerika telah mendukung milisi YPG dalam perang melawan ISIS. Turki menganggap YPG sebagai organisasi teroris yang terkait dengan pemberontakan Kurdi di Turki. [ps/jm]

NEWS: Warga Kurdi Suriah Utara Lakukan Pemilu Lokal

anzhuo66.com – Warga Kurdi di Suriah Utara telah memberikan suara dalam pemilu, memilih pemimpin lokal yang mereka harapkan membantu meningkatkan kekuatan politik mereka dalam upaya memperoleh otonomi regional.

Sekitar 5.700 kandidat memperebutkan kursi dewan kota, dalam tahap kedua dari proses tiga tahap untuk membentuk sistem pemerintah federal di Suriah utara.

Tahap pertama, yang dilangsungkan bulan September, memilih anggota badan perwakilan tingkat komunitas. Yang ketiga, dijadwalkan bulan Januari, akan memilih anggota dewan yang akan bertindak sebagai parlemen pemerintah sistem federal di Suriah utara.

Belum ada pengumuman mengenai jumlah pemilih yang memberikan suara, sehingga tidak diketahui jumlah pemilih yang memutuskan tinggal di rumah. Juga tidak jelas apakah pemilu berlangsung sukses dalam upaya mengikutsertakan kaum minoritas Arab di kawasan.

Pemantau Amerika dan Rusia memonitor pemilihan ini, dalam upaya memastikan bahwa pemilu berlangsung bebas, adil, dan transparan. [ds]

NEWS: Kim Jong Un Ingin Korea Utara Tandingi Kekuatan Militer AS

anzhuo66.com – Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un hari Sabtu (16/9) mengatakan negaranya ingin menandingi kekuatan militer Amerika dan berjanji akan menyelesaikan program nuklirnya.

“Tujuan akhir kita adalah menciptakan ekuilibrium kekuatan nyata dengan Amerika Serikat dan membuat para penguasa Amerika tidak berani berbicara mengenai opsi militer,” Kim Jong Un dikutip mengatakan oleh kantor berita resmi Korea Utara, KCNA.

Kim mengatakan tujuan Korea Utara menyelesaikan kekuatan nuklirnya telah hampir mencapai titik akhir dan ia berjanji menyelesaikan program nuklir meskipun menghadapi sanksi yang semakin berat.

Ia menyerukan upaya keras seluruh negara untuk mencapai sasaran itu dan memiliki kapasitas untuk serangan balasan nuklir yang tidak dapat ditanggulangi Amerika.

Pernyataan itu dikeluarkan sehari setelah Korea Utara meluncurkan misil jarak sedang melewati Jepang untuk kali kedua dalam kurang dari sebulan. Misil itu terbang sejauh 3.700 kilometer sebelum jatuh di Samudera Pasifik, jarak paling jauh yang pernah dicapai Korea Utara.

Kim Jong UN menyatakan kepuasan atas uji coba itu, yang menurutnya menunjukkan keberhasilan negaranya meningkatkan kekuatan nuklirnya.

“Seperti diakui dunia, kita telah memperoleh pencapaian ini meskipun ada sanksi PBB puluhan tahun,” kata Kim Jong Un sebagaimana dikutip KCNA. [ds]

NEWS: Terkait Uji Coba Peluncuran Misil Korea Utara, Menlu AS : Perlu Tindakan Global Untuk Hentikan Ancaman Global

anzhuo66.com – Menteri luar negeri Amerika, Rex Tillerson mengatakan diperlukan tindakan global untuk menghentikan ancaman global oleh ujicoba peluncuran yang dilakukan Korea Utara atas apa yang tampaknya sebagai misil balistik antar benua.

 

Tindakan terbaru Korea Utara itu, kata Tillerson hari Selasa “merupakan eskalasi baru dalam ancaman terhadap Amerika, sekutu dan mitra Amerika dan dunia’.

 

Tillerson mengatakan, negara mana saja yang menampung pekerja-tamu dari Korea Utara, memberi bantuan ekonomi atau militer atau gagal melaksanakan resolusi PBB mengenai Korea Utara ‘adalah sama dengan membantu dan bersekongkol dengan satu rezim berbahaya’.

 

Korea Utara mengatakan berhasil menguji-coba misil balistik antar benua (ICBM) dan mengklaim roket pengantarnya mampu membawa ‘kepala peluru nuklir yang lebih besar dan berat’. Berdasarkan analisis atas trayek bersudut tajam yang ditelusur roket itu, pakar-pakar Amerika mengatakan misil itu tampaknya mempunyai jarak tempuh yang bisa mencapai Alaska, meskipun dalam ujicoba hari Selasa roket tersebut jatuh ke Laut Jepang. [ps/al]

NEWS: Korea Utara Tuduh Amerika Mendorong Perang Nuklir

anzhuo66.com – Korea Utara hari Selasa menuduh Amerika berusaha mendorong jazirah Korea ke dalam perang nuklir, setelah dua buah pembom jarak jauh Amerika terbang diatas kawasan itu dalam latihan bersama angkatan udara Korea Selatan.

Kedua pembom supersonik B-1B itu dikirim dari pangkalannya di pulau Guam ditengah ketegangan yang terus memuncak karena Korea utara terus melanjutkan program senjata nuklirnya.

Penerbangan kedua pesawat pembom itu terjadi pada saat presiden Amerika Donald Trump mengatakan ia bersedia bertemu dengan pemimpin Korea utara Kim Jong-un kalau situasinya memungkinkan.

Jurubicara departemen pertahanan Korea selatan Moon Sang –gyun mengatakan di Seoul kemarin bahwa latihan bersama dengan Amerika itu diadakan untuk menghentikan provokasi yang dilancarkan Korea Utara, dan sekaligus untuk memeriksa kesiagaan kalau Korea Utara kembali melancarkan uji coba bom nuklir.

Korea utara mengatakan kedua pembom Amerika itu melakukan ujicoba penjatuhan bom nuklir atas sasaran-sasaran penting di Korea Utara, sambil Trump “dan para pejabat Amerika lain yang suka perang terus mendesak dilancarkannya serangan nuklir. Ini semakin mendorong pecahnya perang nuklir di semenanjung Korea,” kata pernyataan Korea utara itu. [ii]