NEWS: Protes Menentang Trump, Warga Palestina Matikan Lampu Natal di Bethlehem

anzhuo66.com – Warga Palestina mematikan lampu-lampu natal di sekitar tempat kelahiran Yesus di Bethlehem, Rabu (6/12) malam, sebagai protes atas keputusan Presiden Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Sebuah pohon natal yang dihiasi lampu-lampu di luar Gereja Kelahiran atau Church of Nativity di Bethlehem, yang diyakini umat Kristiani sebagai tempat kelahiran Yesus, dan satu pohon natal di Ramallah, di sebelah makam mantan pemimpin Palestina, Yasser Arafat, menjadi gelap gulita. 

“Pohon natal dimatikan atas perintah wali kota hari ini sebagai protes atas keputusan Trump,” kata Fady Ghattas, pejabat media pemerintah Kota Bethlehem. Dia mengatakan masih belum jelas apakah lampu-lampu hiasan natal akan dinyalakan lagi sebelum perayaan Natal.

Dalam pidato dari Washington, Trump mengatakan dia memutuskan untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan akan memindahkan kedutaan besar Amerika ke kota itu.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan langkah Trump menandai awal baru pendekatan konflik Israel-Palestina dan mengatakan keputusan itu adalah keputusan bersejarah.

Masyarakat Arab dan Muslim di seluruh Timur Tengah mengutuk keputusan Amerika, dengan menyebutnya sebagai langkah yang akan makin memanaskan kawasan yang tidak stabil itu. Uni Eropa dan PBB juga sudah memberikan peringatan tentang berbagai dampak yang mungkin muncul dari upaya menghidupkan kembali perdamaian antara Israel dan Palestina. [fw/au]

 

 

NEWS: Warga Kurdi Suriah Utara Lakukan Pemilu Lokal

anzhuo66.com – Warga Kurdi di Suriah Utara telah memberikan suara dalam pemilu, memilih pemimpin lokal yang mereka harapkan membantu meningkatkan kekuatan politik mereka dalam upaya memperoleh otonomi regional.

Sekitar 5.700 kandidat memperebutkan kursi dewan kota, dalam tahap kedua dari proses tiga tahap untuk membentuk sistem pemerintah federal di Suriah utara.

Tahap pertama, yang dilangsungkan bulan September, memilih anggota badan perwakilan tingkat komunitas. Yang ketiga, dijadwalkan bulan Januari, akan memilih anggota dewan yang akan bertindak sebagai parlemen pemerintah sistem federal di Suriah utara.

Belum ada pengumuman mengenai jumlah pemilih yang memberikan suara, sehingga tidak diketahui jumlah pemilih yang memutuskan tinggal di rumah. Juga tidak jelas apakah pemilu berlangsung sukses dalam upaya mengikutsertakan kaum minoritas Arab di kawasan.

Pemantau Amerika dan Rusia memonitor pemilihan ini, dalam upaya memastikan bahwa pemilu berlangsung bebas, adil, dan transparan. [ds]

NEWS: Amerika Akhiri Ijin Tinggal Sementara untuk Warga Haiti

anzhuo66.com – Setelah bertahun-tahun terlindung dari deportasi dari Amerika, selagi negara mereka berusaha pulih dari bencana gempa hebat pada 2010, puluhan ribu warga Haiti akan kehilangan perlindungan atas status keimigrasian mereka.

“Secara keseluruhan, kondisi luar biasa tetapi sementara, yang menjadi dasar pemberian status terlindung itu dinilai telah membaik, sehingga tidak menghalangi para warga Haiti untuk pulang dengan selamat,” kata seorang pejabat senior pemerintahan Trump dalam sebuah taklimat. Pengumuman itu dikeluarkan menjelang tenggat, Kamis (23/11) untuk keputusan terkait warga Haiti.

Sekitar 50.000 warga Haiti yang tinggal dan bekerja di Amerika akan kehilangan Status Terlindung Sementara.

Perlindungan itu habis masa berlakunya 22 Juli, 2019, sehingga ada waktu 18 bulan bagi warga Haiti yang tinggal di Amerika untuk pulang atau melegalkan statusnya di Amerika. Warga Haiti yang memiliki status terlindung itu memiliki waktu 60 hari untuk menyerahkan permohonan memperpanjang status sampai tenggat 2019 itu. pihak berwenang menjelaskan bahwa warga Haiti yang berstatus terlindung tidak akan diproses untuk dideportasi sampai tenggat 22 Juli 2019. [ds]

 

NEWS: India : Myanmar Harus Terima Kembali Warga Rohingya

anzhuo66.com – Menteri Luar Negeri India, Sushma Swaraj, mengatakan kepada pemerintah Bangladesh bahwa Myanmar harus menerima kembali warga Muslim-Rohingya untuk menyelesaikan krisis pengungsi terbesar di Asia dalam puluhan tahun ini.

Swaraj menyampaikan pesan ini Minggu (22/10) ketika bertemu Perdana Menteri Bangladesh, Sheikh Hasina, yang memerintahkan para penjaga keamanan di perbatasan dan pejabat pemerintahannya untuk mengijinkan warga Muslim-Rohingya menyebrangi perbatasan mereka dan bermukim di kamp-kamp penampungan sementara di distrik Cox’s Bazar.

Hampir 600.000 warga Muslim-Rohingya telah melarikan diri dari negara bagian Rakhine sejak 25 Agustus lalu dalam apa yang digambarkan PBB sebagai pembersihan etnis.

Kantor berita Bangladesh United News mengutip Swaraj yang mengatakan “Myanmar harus menerima kembali warga mereka, ini beban besar untuk Bangladesh. Sampai kapan Bangladesh mampu menampung mereka? Harus ada solusi permanen terhadap krisis ini.”

Sebelumnya dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Bangladesh, AH Mahmood Ali, Swaraj mengatakan India khawatir dengan terjadinya aksi kekerasan tersebut. Kelompok-kelompok HAM telah mewawancarai para pengungsi di perbatasan yang mengatakan pasukan keamanan Myanmar membunuh tanpa pandang bulu, memperkosa dan membakar desa-desa mereka untuk memaksa warga Muslim-Rohingya pergi.

Mahmood Ali menyerukan India untuk memainkan peran lebih besar dengan “terus menekan” Myanmar untuk menemukan solusi damai bagi krisis Rohingya. [em]

NEWS: Hannah Standiford: Warga Amerika Penyanyi Orkes Keroncong Rumput

anzhuo66.com – Mungkin tak banyak warga Indonesia yang menekuni keroncong. Tapi Hannah Standiford, warga AS di Richmond, malah jatuh cinta pada musik ini. Didukung oleh gamelan Raga Kusuma di kotanya, Hannah membawakan lagu keroncong diiringi grup keroncong “Rumput”, yang semua anggotanya warga AS.

NEWS: Friends of The Gamelan, Kelompok Gamelan Jawa Beranggotakan Warga Amerika

anzhuo66.com – Alunan musik gamelan Jawa sayup terdengar dari sebuah ruangan di ruang bawah tanah gereja yang terletak di Hyde Park, di sekitar Universitas Chicago.

Sekelompok warga Amerika dengan terampil memainkan bonang, kendang, demung dan instrument gamelan Jawa lainnya, bahkan menyinden.

Terinspirasi oleh seperangkat gamelan yang dibawa para petani Belanda ke Chicago abad ke-19 dan kini tersimpan di museum “Field”, mereka menamakan dirinya “Friends of the Gamelan,” sahabat gamelan tersebut. Salah satu anggotanya Christian Priebe mengatakan, “Friends of the Gamelan” unik karena merupakan kelompok komunitas.

Didukung dedikasi dan kecintaan total dari para anggotanya, gamelan komunitas ini mampu terus berkiprah selama hampir 4 dekade, bahkan tanpa dibimbing oleh seorang pengajar. Kebanyakan anggotanya telah bergabung cukup lama, seperti Christian Priebe, yang telah menjadi anggota sejak tahun 2006. Ia mengaku senang bermain gamelan. “Menurut saya, alat musik ini sangat menyenangkan,” ujarnya.

Anne Northrup, satu anggota senior “Friends of the Gamelan” lainnya pernah tinggal di Yogyakarta sewaktu remaja dan mengaku dediksinya pada kelompok musik ini karena keterikatannya dengan Indonesia, selain karena ia memang menyukai musik yang dihasilkan oleh gamelan. “Bagi saya gamelan sangat relaxing walaupun sulit dimainkan,” tambahnya.

Tantangan terbesar yang dihadapi “Friends of the Gamelan” saat ini adalah berhentinya dukungan finansial dari Universitas Chicago, yang sebelumnya merupakan kontributor utama.

Namun hal ini tidak menghentikan semangat anggotanya untuk terus berlatih dan mempersiapkan konser rutin mereka. “Kita bisa lihat dedikasi para anggotanya, kita terus berlatih walaupun tanpa dukungan dari universitas,” jelas Christian.

Anggota kelompok musik ini tetap optimis dan tengah mengupayakan memiliki seorang direktur artistik untuk pertama kalinya. Anne berharap dengan adanya direktur artistik ini, “Friends of the Gamelan” bisa terus tumbuh dan mungkin bisa menghubungkan mereka dengan berbagai universitas. [dw]

NEWS: Pentagon: Serangan Koalisi Tewaskan 45 Warga Sipil

anzhuo66.com – Menurut pernyataan Pentagon yang dirilis hari Minggu (30/4), penyelidikan yang dilakukan selama bulan Maret mengungkap bahwa serangan koalisi Amerika yang menyasar kelompok negara Islam ISIS di Irak dan Suriah menewaskan 45 warga sipil sebagian besar di dan sekitar kota Mosul di Irak.

Pentagon mengatakan dalam setiap insiden “semua tindakan berhati-hati yang memungkinkan telah diambil ” tapi serangan-serangan itu masih menyebabkan “tewasnya warga sipil tanpa disengaja”.

Laporan itu tidak termasuk temuan-temuan dari penyelidikan yang masih berlangsung terhadap serangan 17 Maret yang menyasar pejuang ISIS di Mosul. Menurut laporan penduduk serangan itu meyebabkan lebih dari 100 warga sipil tewas.

Bulan lalu, Amerika mengakui pesawat-pesawat koalisi melakukan serangan “di lokasi yang cocok dengan dugaan korban sipil” tapi tidak mengukuhkan laporan mengenai banyaknya korban sipil. Pejabat koalisi menolak memberi jangka waktu kapan penyelidikan mengenai insiden itu akan selesai.

Pentagon mengakui sekurangnya 352 warga sipil tewas karena serangan-serangan koalisi di Irak dan Suriah sejak awal serangan udara terhadap ISIS tahun 2014. Para aktivis dan kelompok pemantau menyebut jumlah yang lebih banyak.

Kelompok pemantau yang berkantor di London Airwars melaporkan serangan-serangan koalisi itu telah menewaskan lebih dari 3.000 warga sipil di Irak dan Suriah sejak 2014. [my/al]